Wanita Impian

Wanita Impian
Pengasuh baru2


__ADS_3

Matahari telah menampakkan wajahnya,


menyinari bumi menemani aktifitas penduduk nya,ceria menyambut pagi.


Berbeda dengan keadaan di luar,didalam rumah dedi sanjaya masih terpaku memandangi foto adinda,air matanya masih terus menetes,matanya telah menyipit kebanyakan menangis,fikiranya melayang entah kemana.duduk ditempat tidur sambil memegang foto adinda.


Sedangkan didepan kamar itu masih tergeletak tubuh kecil tertidur dilantai sambil mengigau memanggil ibunya.Ruangan itu masih terlihat gelap,hanya sedikit cahaya yang masuk dari sela2 pintu dan jendela.


Berapa saat terlihat pintu utama terbuka,seberkas cahaya masuk menerangi,mengiringi langkah pak mahmud dan seorang wanita mengikutinya dari belakang,


"tolong buka semua jendela,pak mahmud berucap sambil melangkah ke ruang tengah.


Alangkah kagetnya dia melihat Rio tertidur dilantai di depan kamar tuannya,dia menghampiri Rio dan membangunkannya,


"den bangun den kenapa tidur disini,*sambil menepuk2 bahu rio pelan*.



"ibu,,ibu sudah pulang?*mengucek2 matanya*



"bukan den ini saya pak mahmud,*membantu rio bangun dari tidurnya*.



"apakah ibu belum pulang pak,rio menunggu ibu,*melihat kekiri dan kekamar mencari keberadaan ibunya*.


__ADS_1


"belum den,nyonya belum pulang,,,dan takkan pulang lagi,*berucap di dalam hati*.


mendengar langkah kaki dari ruang depan rio belari mengira ibunya pulang,sambil berucap,


"pak mahmud ibu pulang,*berlari menuju ruang tamu*


Sekejap dia berhenti melihat yang datang bukanlah ibunya melainkan seorang wanita yang tidak dikenal.Rio berbalik kembali menghampiri pak mahmud dengan wajah sendu,setelah sampai dia menggoyang tangan pak mahmud dan bertanya,


"dia siapa pak,menujuk kearah wanita itu dengan dagunya.


"pengasuh den Rio,namanya mbak ina,


berjalan menuju kamar dedi meninggalkan rio yang menatap takut kepada mbk ina.


karna wanita itu menatap rio tanpa senyum


sedikitpun.


"tok-tok,tuan ini saya pak mahmud,saya membawa pengasuh untuk den rio seperti


yang tuan minta,sambil terus mengetok.


Berapa detik kemudian pintu terbuka,Dedi keluar dengan wajah sendunya,matanya bengkak,rambut acak2an,terlihat sangat menyedihkan.


"ya sudah suruh dia mengurus anak itu,terserah dia mau melakukan apa pada anak itu yang penting aku tidak ingin melihat anak itu ada dihadapan ku,*berniat untuk masuk kekamar lagi*.



"tapi tuan apa anda tidak ingin bertemu dan berbicara dengannya dulu untuk memastikanya,*menunjukkan wajah terkejut*.

__ADS_1


"tidak perlu,saya tidak peduli siapa yang akan menjaganya,yang terpenting bagiku dia tidak pernah muncul dihadapan ku,masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kembali.


Pak mahmud masih berdiri menatap pintu yang sudah tertutup tak habis fikir dengan jalan fikiran tuannya itu,sedangkan wanita itu terkejut melihat sikap calon majikannya itu tapi kemudian dia tersenyum sinis menatap


bocah kecil itu.


Rio terlihat menatap kosong pintu kamar ayahnya,sebenarnya tadi dia ingin berlari memeluk ayahnya,tapi dia takut mengingat kemarahan ayahnya kepadanya.


"pak apa ibu tidak akan pulang lagi,


kenapa pak?


Pak mahmud tersadar dari lamunannya dan menoleh kepada Rio dan jalan menghampiri,setelah sampai dia berjongkok di hadapan Rio dan mengelus lembut kepala


bocah itu.


"den rio,nyonya belum bisa pulang mungkin dengan waktu yang lama untuk sementara den rio sama mbk ina dulu ya,mencoba memberi penjelasan kepada anak kecil berusia empat setengah tahun itu,yang belum mengerti apa2.


"tapi kenapa pak,apa karna rio sudah membunuh ibu,apa karna rio anak pembawa sial sepeti yang ayah bilang,jd ibu tak mau pulang kerumah,apa ibu masih tidur di tempat kemarin,antarin rio ketempat ibu,rio akan minta maaf dan mengajak ibu pulang biar ayah tidak memarahi rio lagi,sambil menarik2 tangan pak mahmud.


Mendengar itu pak mahmud langsung menangis memeluk anak majikannya itu,


"bukan den apa yang di katakan tuan itu tidak benar,ibu pergi karna di panggil Tuhan


karna Tuhan sayang ibu,ibu sudah ada disorga,aden sabar ya nanti marah ayah pasti hilang dan kembali menyayangi den rio.masih memeluk rio berharap rio mengerti.


Mereka berpelukan cukup lama,ada sepasang mata yang memandang sinis dan tersenyum licik,entah apa yang ada di benak perempuan itu tapi terlihat dia tidak menyukai bocah kecil itu.


Bersambung..

__ADS_1


****


terimakasih sudah membaca,tinggalkan like n komen.


__ADS_2