Wanita Impian

Wanita Impian
Tangisan Rio


__ADS_3

Mbk ina menarik tangan rio dengan kasar,menuju ruang keluarga.


"mbk ina tangan rio sakit(meringis kesakitan)


"jangan cengeng(semakin menguatkan cengkramannya)


Sesampai ruang keluarga,mbk ina mendorong rio jatuh dilantai dan dia duduk di sofa,


"kau lihat rumah ini begitu kotor,banyak debu itu karna tidak ada yang membersihkan,sebab ibumu sudah mati dan kau yang membunuhnya,jadi mulai sekarang kau yang harus membersihkan y,kau mengerti(mengangkat kepala bocah itu menatap tajam,dan menghepaskannya dengan kasar)


tidak peduli jika rio hanyalah bocah kecil yang masih rapuh dan tidak mengerti apa2.


"tapi rio lapar mbk ina(memegang perutnya menahan perih)


"sebelum semua beres kau tidak boleh makan,sekarang cepat kerjakan\(menendangkan kakinya ketubuh kecil dan rapuh itu\)


Dengan terseok rio menegakan tubuhnya,mengingat apa yang di lakukan ibunya saat membersihkan rumah,mengingat ibunya rio menangis terisak di dalam diam,bayangan senyum ibunya memberi kekuatan untuknya.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul satu siang,kerja membersihkan rumah belum juga selesai padahal perutnya sudah sangat perih menahan lapar karna dari semalam dia belum makan,


"mbk ina,rio,(tidak melanjutkan ucapannya karena dipotong oleh mbk ina)


"jangan harap bisa makan sebelum semua selesai,(bersantai di sofa sambil menonton tv)


Berapa menit kemudian terdengar suara benda terjatuh dan pecah,mbk ina menoleh melihat sumber suara dan ingin membentak anak itu tapi terhenti karna terlihat tubuh kecil itu telah tergeletek dilantai di sampingnya terlihat pecahan guci yang ikut terjatuh saat rio terjatuh tidak sadarkan diri.


Mbk ina mendekat,dia mengocang tubuh kecil itu dengan kakinya


karna tidak dapat jawaban dan tubuh itu tidak bergerak sedikitpun,dia membunggkuk dan membalikan tubuh itu,dia melihat wajah itu begitu pucat dan ada sedikit luka di kepalanya,akibat terkena pecahan guci.


Dengan tenang mbk ina mengangkat rio kekamar,membaringkan di tempat tidur,dia membiarkan luka itu begitu saja,lalu pegi kedapur mengambil sedikit makanan dan segelas air minum ,kembali kekamar meletakkan di meja kecil di samping tempat tidur,lalu pergi berlalu dari kamar itu tidak lupa mengunci pintu.Tidak ada terbesit rasa kasihan sedikitpun di hatinya.


Mata kecil itu mengerjab,berusaha untuk terbuka,rio memegang kepalanya yang terasa perih.Kemudian tangan itu beralih memegang perutnya yang juga terasa perih.


Rio berusaha untuk duduk sambil menahan sakit,saat melihat makanan di meja dia langsung mengambil dan memakannya dengan lahap tanpa sisa,meminum air untuk membuat perutnya kenyang karna makanan itu sangat sedikit tidak cukup untuk membuat perutnya kenyang.

__ADS_1


Setelah makan dia berdiri, berjalan kearah pintu,rio mencoba untuk membuka tapi tidak bisa.Rio melihat keseluruhan kamar ,tidak ada jalan keluar selain pintu itu,rio kembali ketempat tidur, dia duduk dipojok kasur di dekat dinding memeluk kakinya,metakkan kepala diatas lututnya dan dia menangis


"rio pembunuh,rio anak pembawa sial semua benci rio,ayah benci rio.Ibu maafkan rio,maafkan rio bu,(terus mengulangi kata2 itu sambil terisak semakin lama isakannya semakin keras)


Suara tangisan itu menyayat hati bagi yang mendengar,tapi tidak untuk wanita itu,dia malah tersenyum,tertawa penuh kemenangan,dia akan selalu datang dan berdiri di depan pintu mendengar tangisan bocah itu karena itu suatu kebahagiaan untuknya.


Ini baru awal kau akan mengalami yang lebih sakit dari ini,bersiaplah untuk membenci ayahmu untuk seumur hidup dan kau Dedi sanjaya kau akan menyesali ini sampai keliang kuburmu.


"ha, ha,,ha


(mbk ina tertawa dengan puasnya)


Bersambung.


****


terimakasih sudah membaca,tinggalkan like n komen.

__ADS_1


__ADS_2