Wanita Impian

Wanita Impian
Episode 43


__ADS_3

Gina membuka matanya tapi gina tidak dapat melihat apapun karna ditempat dia berada sekarang sangat gelap,tangan dan kakinya diikat.


Didalam ruangan ini sangat bau,sepertinya ruangan itu sudah lama tidak ditempati karna


gina bisa merasakan kalau tempat itu sangat berdebu.


"Apa yang terjadi,dimana ini,kepalaku sangat pusing."


Gina mencoba untuk duduk tapi gina tidak bisa karna kaki dan tangannya terikat,akibat pergerakkan tubuhnya membuat debu- debu berterbangan sehingga gina terbatuk-batuk.Mendengar batuk gina seseorang masuk keruangan dimana gina disekap.


Pintu terbuka seseorang berdiri diambang pintu tapi gina tidak bisa melihat wajah orang itu karna orang itu berdiri membelakangi cahaya dari luar sedangkan didalam tidak ada cahaya sama sekali.


"Ternyata kamu sudah sadar,kamu jangan banyak bergerak kalau kamu tidak ingin semua debu di ruangan ini berterbangan dan membuat kamu terbatuk -batuk."


Orang itu keluar dan menutup pintu kembali tanpa mempedulikan gina yang masih terbatuk-batuk.Gina mencoba melihat kesekeliling tapi gina tidak bisa melihat apapun karna ruangan itu begitu gelap tak ada cahaya yang masuk sedikitpun.


Berapa saat kemudian seseorang masuk keruangan itu,dia seorang wanita gina masih tidak dapat melihat wajah wanita itu,tapi pria yang ada dibelakang wanita itu menyalakan lampu sehingga ruangan menjadi terang dan gina bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas.


"Kamu,kamu wanita waktu itu"


Gina mengingat wanita itu tapi gina lupa siapa namanya.Wanita itu tertawa dan mendekati gina


"Ya ini aku tapi sepertinya kamu tidak mengingat namaku,sekarang kamu ingat namaku karna nama itu yang akan menghancurkan hidup kalian semua.


Nama saya sinta,kamu ingat sinta biar kamu tidak mati penasaran."


Sinta mengangkat dagu gina supaya menatap nya,


"Ternyata wanita yang dicintai pria bodoh itu hanya wanita ingusan dan berwajah biasa saja."


Sinta melepas cengkraman tangannya dengan keras.Sinta berdiri dan meninggalkan gina,


"Matikan lampunya dan jaga jangan sampai dia kabur,kalau dia kabur kalian akan menanggung akibatnya."


Setelah memberi perintah pada orang suruhannya sinta pergi dari ruangan itu.


****


Sementara itu ditempat kejadian rio berteriak marah kepada semua penjaga karna tidak bisa menemukan gina.


"Dasar tidak berguna,cepat lakukan pencarian


jika dalam satu jam kalian tidak memberi kabar tentang keberadaan istri saya kalian semua akan menanggung akibatnya."

__ADS_1


Semua orang suruhannya dedi sanjaya bubar melakukan pencarian lagi.Rio mengerang marah dan mencari keberadaan dedi.


"Ayah dimana,kenapa dari tadi rio tidak melihat ayah?"


Semua orang yang ada diruangan itu mencari keberadaan dedi.Tapi dedi tidak ada disitu


"Kemana dia kenapa dalam keadaan begini dia malah pergi?"


Darmawan terlihat marah,renata yang masih menangis memegang tangan darmawan.Ardian mendekati rio,


"Tadi ayah mu pergi kearah sana sepertinya dia mencari seseorang."


Rio melihat kearah yang ditunjuk oleh ardian.


Tanpa bicara apapun rio pergi kearah yang ditunjuk ardian.Setelah mencari keberapa ruangan rio berhenti di sebuah lorong yang menghubungkan satu kamar dengan kamar yang lain.


Dalam sebuah kamar rio mendengar suara orang yang lagi bertengkar tapi rio tidak mengenal suara itu.Rio curiga dengan suara pertengkaran itu,rio mendekat kearah kamar mencoba mendengar apa yang dibicarakan orang yang ada dikamar itu.


"Kenapa kamu masih disini,kamu sudah ayah suruh untuk kembali keluar negri,ayah tidak ingin semua ini berimbas kepada mu."


"Aku sudah bilang ayah,aku ingin disini,aku harus memilikinya ayah!"


"Ayah sudah bilang,dia tidak cocok untuk kamu."


"Aku sudah bilang ayah,aku hanya mau rio dan rio tidak ada sangkut pautnya dengan dendam ayah."


Mendengar pembicaraan mereka membuat rio mengeryitkan kening berfikir,


"Sipa mereka kenapa mereka menyebut namaku dan bicara soal dendam,apa mereka mempunyai dendam pada ayah,jangan -jangan mereka yang menculik gina,"


Berfikir begitu dengan marah rio mendobrak pintu kamar itu sehingga terbuka membuat orang yang berada didalam kamar terkejut dan melihat kearah pintu.


Mereka terkejut melihat rio,


"Den rio kenapa ada disini,apakah non gina sudah ketemu."


"Pak ahmad bicara dengan gugup.Melihat kalau yang ada didalam kamar itu adalah pak ahmad dan sinta membuat rio semakin marah,


"Apa maksud pembicaraan kalian,tidak usah bersandiwara lagi,saya sudah mendengar semuanya."


Rio hendak mendekati pak ahmad dan sinta tapi seseorang memukul rio dari belakang membuat rio terjatuh tidak sadarkan diri.


Pak ahmad melihat orang yang memukul rio teryata orang suruhannya.

__ADS_1


"Cepat bawa dia keruang bawah tanah satukan dia dengan istrinya biar mereka bisa mati bersama-sama."


Pak ahmad memberi perintah tapi sinta menghentikannya,


"Tidak jangan ada yang menyakitinya bunuh istrinya saja dan rio jadi milikku."


Pak ahmad menatap sinta marah,


"Apa kau bodoh dia akan membunuh mu,karna kita telah menyakiti istrinya apalagi sekarang dia sudah tau semuanya dan dia akan memberi tau dedi dan kita akan pasti mati."


Sinta menyeringai marah karna ayahnya tidak menuruti kemauannya.Pak ahmad tidak mempedulikannya,


"Tunggu apalagi,cepat bawa dia sebelum ada orang yang melihat."


Orang suruhannya ahmad mengangkat tubuh rio dan membawa rio keruang bawah tanah yang ada digedung itu melalui tangga darurat.


Ya gina disekap digedung itu,diruang bawah tanah,ruangan itu tidak diketahui dedi karna saat pembangunan hotel ini,ahmad lah yang mengurusnya karna pada saat itu dedi masih fokus atas pencarian pembubuh adinda.


Semua ini sudah direncanakan ahmad sejak lama,ahmad selalu pura-pura setia dan baik dihadapan dedi dengan tujuan bisa merebut kepercayaan dedi dan bisa membalas dendam atas kematian adik perempuannya yang bunuh diri karna tidak dapat menerima kalau dedi lebih memilih wanita lain menjadi istrinya.


Ahmad tersenyum penuh kemenangan,


"Akhirnya saat ini tiba kau akan hancur dedi sanjaya,ini semua karna kau telah membuat aku kehilangan adik ku satu-satunya.Waktu itu kau masih bisa bangkit dari ketepurukkan atas kematian adinda tapi setelah ini kau tidak akan bisa bangkit lagi kau akan meratapi ini disisa hidup mu sampai kau akan ingin membunuh dirimu sendiri."


Ahmad tertawa puas,sementara itu sinta menatap ayahnya tidak senang.


****


Dedi sanjaya pergi kesebuah ruangan untuk melihat cctv dedi ingin melihat sesuatu yang dicurigainya,tanpa sepengetahuan ahmad dedi memasang cctv tambahan karna dedi tau ahmad akan mensabotase semua cctv yang ada dihotel itu.


Sebenarnya dedi sanjaya sudah mencurigai ahmad karna dedi menyadari kelainan dari sikap ahmad berapa bulan ini yang paling membuat dedi nyakin adalah karna ahmad bersikeras kalau acara pesta ulang tahun perusahaan dirayakan di hotel ini dengan berbagai alasan meskipun dedi sudah mengatakan ingin merayakannya dihotel mereka yang lain yang lebih besar.


Ternyata apa yang dicurigainya terbukti,dedi melihat dengan jelas semua kejadian yang terjadi dihotel ini di layar cctv.


Dedi tersenyum melihat ahmad yang tersenyum penuh kemenangan tanpa menyadari kalau dia sudah gagal total.


"Kau kira aku sebodoh itu,tapi aku tidak mengerti kenapa kau membenciku,apa salah ku!"


Dedi sanjaya bingung tidak mengerti apa kesalahan yang telah dibuatnya sehingga ahmad membencinya.Dedi tidak bisa mendengar pembicaraan ahmad karna rekaman cctv hanya merekam gambar tanpa merekam suara.


Bersambung...


****

__ADS_1


__ADS_2