
Rio masih diam tidak tau harus bicara apa,
"Kami pasti menerimanya,karna dia adalah bagian dari keluarga."
Gina yang menjawab membuat ahmad mengalihkan perhatiannya pada gina.
"Aku tidak bertanya padamu."
Amad berteriak membuat gina ketakutan.
"Jangan menganggu gina dia tidak ada hubungan dengan masalah ini."Ini semua salahku jadi kamu seharusnya hanya membalaskan dendam mu padaku."
Dedi berusaha mengalihkan perhatian ahmad kepadanya.
"Kau tidak perlu mengajari ku,kalian semua akan menanggung kesalahan yang telah kamu lakukan pada adikku seperti kata menantu mu kalian itu adalah keluarga yang sepatutnya saling mendukung,jadi kalian akan sama -sama menanggungnya."
Amad menjauh dari rio dan gina lalu berdiri dihadapan mereka,
"Anak mu baik-baik saja,sebenarnya aku ingin membalas dendam melalui putrimu tapi didalam dirinya ada darah adikku yang notabene merupakan darahku juga dan dia keluargaku satu-satunya karna itu aku merubah rencana dan melamar bekerja menjadi supirmu dan berusaha mengambil kepercayaan mu."
"Putri ku jadi aku mempunyai anak perempuan cepat katakan dimana putri ku!"
Dedi bertanya dengan antusias.
"Aku tidak akan memberi tau mu karna kamu tak berhak atas dirinya kamu telah membuangnya dulu jadi jangan pernah untuk mengambilnya dari ku,dia adalah milik ku satu-satunya."
Mendengar ucapan ahmad membuat dedi berfikir sejenak lalu dedi menatap ahmad dengan tajam,
"Apa sinta adalah putriku karna yang ku tau hanya dia keluarga mu satu-satunya dan saya tidak pernah bertemu dengan istri mu,lagipula kau bilang dia berada didekat ku,aku yakin sinta adalah putriku."
Ahmad terkejut mendengar tebakkan dedi karna dedi menebak dengan benar tapi ahmad mencoba mengelak,
"Bukan sinta bukan putri mu."
Gina dan rio pun terkejut mendengar ucapan dedi.
"Kamu jangan menyangkal kau terkejut ketika aku bilang kalau sinta adalah putriku,dan satu hal yang sangat menyakinkan ku kalau sinta adalah putri ku,kamu sangat marah ketika sinta bilang dia mencintai rio sampai-sampai kamu mengirimnya keluar negri."
Ahmad tetap berkelit tapi tidak membuat dedi percaya begitu saja karna dari ucapan-ucapan ahmad sendiri yang membuatnya makin kalau
sinta adalah putrinya.
__ADS_1
Rio melihat ahmad yang gugup karna ucapan dedi yang membuat rio pun nyakin kalau tebakan dedi benar kalau sinta adalah saudaranya.
"Pak ahmad jujur saja tidak usah berkelit lagi dari raut wajah pak ahmad sudah terlihat jelas
bahwa sinta adalah saudara ku."
"Cukup kalau memang sinta adalah putri mu apa gunanya sebentar lagi kalian akan mati,aku memberi tau semua ini biar kalian tidak mati penasaran."
Ahmad mengambil kembali pistol dari balik jas nya dan menodongkannya pada dedi.
"Tunggu saya masih belum tau apa kejadian 20 tahun lalu itu kamu dalangnya."
Dedi mencoba menghentikan ahmad dengan bertanya karna memang dedi penasaran dengan hal itu."
Ahmad melihat dedi dan rio bergantian,
"Bukan,Aku tidak tau menau soal itu."
Memang ahmad bukan dalang dari kematian adinda.Dedi terlihat kecewa karna kalau bukan ahmad pelakunya berarti ada orang lain yang ingin menghancurkan keluarganya.
"Bagaimana dengan Ina apa kalian bekerjasama?"
Dedi bertanya lagi.
Dedi diam,ternyata begitu banyak orang yang ingin melihatnya menderita tapi dedi tidak bisa menampik kalau dia yang dulu memang
pantas dibenci.
Melihat dedi yang diam membuat ahmad tersenyum sinis,
"Kenapa kamu diam,apa kamu kaget karna begitu banyak orang yang membenci mu."
"Kamu harus percaya banyak orang akan senang dengan kematian mu."
Ahmad menarik kunci pistol dan siap untuk menembak tapi dengan cepat seseorang menerjang ahmad sehingga tembakkannya meleset dan membentur dinding membuat peluru mental dan mengenai punggung gina.
Gina berteriak kesakitan darah mengucur dari punggungnya.Mendengar teriakan gina membuat semua orang melihat kearah gina dan terkejut melihat gina sudah tekulai lemas tidak sadarkan diri.
Rio berteriak,
"Cepat lepaskan ikatan ku."
__ADS_1
Salah satu dari orang suruhan itu membuka ikatan rio begitu juga ikatan dedi.
Rio dan dedi langsung mendekati gina,rio melepaskan ikatan gina dan langsung menggendong gina dan membawa gina pergi kerumah sakit tanpa menghiraukan yang lainnya karna rio tidak ingin terlambat menolong gina.
Rio tidak bisa membayangkan kalau dia sampai kehilangan gina.Pikiran itu membuat rio sangat takut airmata rio menetes,rio menangis tanpa suara.
Ahmad meronta dari pegangan orang suruhannya.
"Lepaskan apa kalian mau mati,saya telah membayar kalian kenapa malah menyerang ku?"
Ahmad berteriak marah.Dedi mengembalikan perhatiannya pada ahmad setelah rio pergi membawa gina,
"Ikat dia dan kurung disini,jangan sampai lepas karna urusan ku dengan dia belum selesai."
Dedi memberi perintah pada anak buahnya yang sedari tadi ikut berpura-pura di hadapan ahmad.Dedi melihat ahmad,
"Berdoalah gina tidak kenapa-napa karna kalau sampai sesuatu yang fatal terjadi pada gina saya akan membunuh mu."
Amad tertawa,
"Kamu kira aku takut mati,tidak semenjak kau menghancurkan kehidupan adikku dan kehilangan adikku aku sudah menjadi mayat hidup yang tidak takut mati."
Ahmad meludahi dedi menutupi yang sebenarnya,dia merasa takut tapi dia menyembunyikannya.
Dedi menghela napas menahan emosi dan pergi meninggalkan ruangan bawah tanah,dia mengejar rio yang telah pergi lebih dulu karna
baginya gina lebih penting.
****
Rio melajukan mobilnya dengan sangat kencang,wajahnya terlihat pucat.Sampai di rumah sakit rio masih tidak bersuara,rio membawa gina sambil berlari mencari perawat atau dokter entah siapapun gabisa menolong.
Perawat dengan cepat menolong gina dan membawa gina keruaung UGD seorang dokter masuk memeriksa gina.Rio hanya berdiri mematung di depan pintu UGD,rio tidak beranjak sedikitpun dari tempat dia berdiri.
Dedi sanjaya dan yang lainnya datang menyusul rio.Mereka melihat rio yang mematung tidak ada yang berani bertanya hanya diandra yang langsung memeluk rio.
Rio tetap tidak begeming,tatapnya tidak teralihkan sedikitpun dari pintu UGD.Dian menangis melihat rio yang terlihat sangat pucat karna syok atas kejadian ini dan diandra sangat mengenal tatapan itu,ya itu tarapan yang sama seperti saat rio mengalami depresi disaat dian petama kali melihat rio.Diandra berdoa semoga gina baik -baik saja karna jika sempat terjadi sesuatu pada gina diandra sangat nyakin rio akan sangat terpukul dan tidak mungkin rio akan mengalami depresi lagi seperti waktu itu.
Semua orang diam menunggu dokter keluar dari ruang UGD.Mereka semua berdoa semoga gina baik-baik saja hanya isakan tangis renata yang memecah keheningan.
Bersambung...
__ADS_1
****