Wanita Impian

Wanita Impian
Episode 51


__ADS_3

Bima masuk kedalam ruangan kerja rio dengan tergesa-gesa.


"Apa lo tidak pernah diajarin sopan santun,kalau masuk ketempat orang itu permisi dulu atau ucapain salam dulu."


Rio mengomeli bima yang masuk keruangannya tanpa mengetuk pintu.


bima tidak memperdulikan omelan rio.Bima langsung mendekati rio dan memutar-mutar kursi kerja rio sambil memperhatikan semua tubuh rio.


"Apa-apaan sih lo,lo kesambet?"


Rio bingung melihat kelakuan bima.


"Untunglah lo baik-baik saja."


Bima terlihat lega melihat rio baik-baik saja.Bima lalu duduk dikursi yang ada dihadapan rio.


"Lo ada apa sih ko' aneh begitu?"


Bima tidak mempedulikan apapun yang diucapkan rio,bima menjawab pertanyaan rio dengan bertanya balik.


"Gimana keadaan gina,gue dengar gina kena tembak?"


Rio pun tidak menjawab pertanyaan bima,rio malah bertanya balik.


"lo kapan balik dari luar negri dan gimana urusan lo disana sudah selesai?"


"Gue balik kemarin sore,dan gue dengar kabar


tentang penculikan kalian saat ulang tahun perusahaan keluarga lo,karna itu gue pagi-pagi langsung kesini,gue ingin tau keadaan lo."


Bima mengalah dengan menjawab pertanyaan rio kalau tidak pembicaraan mereka tidak akan pernah nyambung


"Gina baik-baik saja,lagipula gina tidak kena tembak tapi terkena pantulan peluru yang mengenai dinding saat terjadi perebutan senjata antara pak ahmad dan orangnya ayah."


Bima bingung dengan penjelasan rio,


"Gue kurang paham,maksudnya pak ahmad mau nembak lo gitu?"


"Bukan gue tapi ayah,ternyata selama ini pak ahmad menyimpan dendam pada ayah karena ayah telah meninggalkan adik perempuan pak ahmad yang sedang hamil,karna tidak kuat menanggung malu adik perempuan pak ahmad memilih bunuh diri setelah melahirkan anaknya."


Bima semakin terkejut mendengar penjelasan rio.


"Berarti lo punya adik tiri dong?"


"Iya dan ayah menduga kalau sinta adalah putri ayah dengan adik perempuan pak ahmad."


"Maksud lo sinta anak pak ahmad yang pernah ngaku-ngaku jadi tunangan lo itu?"


"Iya sinta yang itu.Tidak usah dibahas lagi masih ada yang lebih penting yang ingin gue bicarakan sama lo."

__ADS_1


Bima melihat rio dengan serius,menunggu rio melanjutkan bicara.


"Gue ingin minta bantuan lo untuk menyelidiki


tentang masa lalu ayah sebelum ayah bertemu dengan ibu,karna semua kejadian buruk yang gue alami dulu dan sekarang semua berhubungan dengan masa lalu ayah."


"Kenapa lo nggak tanya langsung aja,kenapa harus diselidiki,jangan bilang lo tidak percaya pada tuan dedi."


"Bukan gue tidak percaya pada ayah hanya saja gue nyakin ayah sengaja menyembunyikan tentang masa lalunya dari gue karna ingin melindungi gue tapi gue sekarang tidak bisa berdiam diri saja menunggu ayah menyelesaikan semua musuhnya karna semua musuh-musuh ayah selalu mengincar gue dan karna sekarang gue sudah menikah jadi mereka juga mengincar gina sekarang dan gue tidak mau terjadi hal buruk pada gina apalagi saat ini gina sedang mengandung anak pertama kami."


Bima tidak henti-hentinya terkejut.


"Gina hamil,wah ternyata beberapa hari diluar negri bisa membuat gue banyak ketinggalan berita.Tapi lo tidak usah khawatir gue pasti bantuin lo."


"Gue ingin tau semua orang-orang yang pernah disakiti oleh ayah,baik itu karna masalah pribadi atau karna masalah bisnis karna gue ingin mengakhiri semua permasalahan balas dendam ini."


"Suruh orang-orang mu bergerak dengan cepat tapi tetap hening dan jangan sampai ayah gue tau,gue tau lo punya orang-orang yang ahli dalam melakukan ini."


"Lo tidak perlu khawatir gue langsung yang akan memimpin penyelidikan ini."


Rio sudah bertekat untuk mengakhiri semuanya karna rio ingin hidup tenang dengan gina juga anak-anak mereka nantinya.


****


Dedi sanjaya sedang menatap layar laptop yang melihatkan dua orang sedang duduk di sudut sebuah cafe kecil mereka seakan sedang bersembunyi dari seseorang karna sesekali mereka melihat sekitar seakan memastikan tidak ada orang yang sedang mengawasinya.


"Siapa laki-laki ini,tapi sepertinya aku pernah melihat orang ini tapi dimana?"


Dedi sanjaya mencoba mengingat-ingat.


"Bukankah dia tuan adiguna rekan bisnis sekaligus sahabat ayah,tapi kenapa dia bersama dengan ina apa dia yang selama ini menolong ina?"


Dedi sanjaya berdiri dari kursinya.


"Aku harus menanyakan langsung pada ayah."


Dedi sanjaya meninggalkan kantor dan pulang menuju kediaman rahman sanjaya,dimana orangtua dedi sanjaya tinggal.


Dedi memasuki rumah yang sangat megah yang dijaga ketat oleh para penjaga.Dedi langsung menuju ruang keluarga dimana rahman dan risma biasa bersantai,betul orangtuanya ada disitu.


Melihat kedatangan dedi anak mereka rahman dan risma terlihat senang karna dedi sangat jarang datang mengunjungi mereka karna dedi memang tidak tinggal bersama mereka.


"Tumben kamu siang-siang begini datang berkunjung pasti ada hal penting yang akan kamu bicarakan."


Risma menebak tujuan kedatangan dedi sanjaya kerumah mereka.


"Iya bu,ada yang ingin saya tanyakan pada ayah."


"Ada apa,apa yang membuat mu sampai datang kemari pada jam sibuk begini?"

__ADS_1


Dedi mengeluarkan ponselnya dan membuka sebuah video dan menunjukkannya pada rahman.


"Bukakah ini tuan adiguna,rekan bisnis sekaligus sahabat ayah?"


Rahman mengambil ponsel yang ada ditangan dedi dan memperhatikan video yang dimaksud.


"Iya,itu adiguna.Siapa yang bersama adiguna di video ini?"


"Itu ina pengasuh yang melakukan penyiksaan pada rio sewaktu masih kecil."


Rahman terperangah mendengar siapa wanita yang ada di video itu.


"Kenapa adiguna bersama wanita itu?"


"Itu yang ingin aku tanyakan pada ayah,ada hubungan apa tuan adiguna dengan ina?"


"Ayah tidak tau karena semenjak ayah membatalkan perjodohan kamu dengan putri adiguna ayah tidak pernah lagi bertemu dengan adiguna."


Dedi sanjaya tidak mengerti dengan ucapan rahman sanjaya karena selama ini rahman tidak pernah membicarakan soal perjodohan.


"Apa maksud ayah dengan perjodohan?"


"Dulu ayah pernah berniat menjodohkan kamu dengan putri adiguna tapi ayah belum sempat membicarakannya dengan kamu karena kamu terlanjur menikah dengan adinda."


"Apa saat itu tuan adiguna marah karena perjodohan itu batal?"


"Adiguna marah lalu dia menarik semua dana yang telah adiguna berikan untuk perusahaan dan memutus hubungan persahabatan dengan ayah dan semanjak itu ayah tidak pernah bertemu dengan adiguna lagi."


"Apa karena masih sakit hati pada ayah tuan adiguna bersekongkol dengan ina untuk menyakiti rio?"


Rahman sanjaya diam mendengar ucapan dedi.


"Kenapa dia masih marah karna setelah perjodohan itu batal adiguna menjodohkan putrinya dengan rekan bisnisnya yang lain dan mendirikan perusahaan keluarga bersama yang sekarang menjadi kompetitor terberat perusahaan kita."


"Kompetitor perusahaan kita,apa maksud ayah PT adiyaksa!"


"Betul dan adiguna mempunyai cucu laki-laki yang seumuran dengan gina menantu kamu."


"Dari mana ayah mengetahui tentang cucu tuan adiguna."


"Semenjak adiguna memutuskan persahabatan dengan ayah dan memilih menjadi kompetitor, ayah selalu melakukan pengawasan terhadap adiguna,tapi ayah berhenti mengawasi adiguna semenjak adiguna memutuskan pensiun dan memberikan perusahaannya dikelola oleh menantunnya."


"Kalau begitu aku akan menyelidikinya,apa sebenarnya hubungan mereka?"


Rahman dan dedi sanjaya diam dengan pikiran mereka masing-masing.


"Bersambung....


****

__ADS_1


__ADS_2