Wanita Impian

Wanita Impian
Episode44


__ADS_3

Ahmad keluar dari kamar dan pergi keaula tempat acara tadi digelar disitu ahmad melihat darmawan berserta istrinya dan ardian juga dengan diandra.Ahmad masih bersandiwara dihadapan mereka,dia pura-pura sedih atas mehilangnya gina.


Dedi sanjaya yang melihat hal itu hanya diam-diam tersenyum.Dedi sudah mengetahui dimana gina dan rio disekap tapi dedi ingin mengikuti sandiwara ahmad.Dedi menghampiri mereka yang masih berkumpul.


"Kamu kemana saja,bagaimana pencarian gina apa sudah ada kabar baik?"


Dedi bertanya pada ahmad yang sedang berpura-pura cemas.


"Belum tuan,tapi saya sudah menyuruh semua orang suruhan kita unyuk mencari keberadaan non gina."


"Kamu yang harus bertanggung jawab kalau ada terjadi sesuatu pada menantuku,karna kau sudah berjanji semua akan baik-baik saja saat kamu memilih tempat ini untuk mengadakan acara ulang tahun perusahaan."


Dedi menatap tajam kearah ahmad,Ahmad menundukkan kepalanya masih bersandiwara.


Darmawan yang memperhatikan dedi yang terlihat sangat tenang menjadi heran,


"Kenapa kamu terlihat sangat tenang,sedangkan gina belum ditemukan?"


"Kamu tidak usah khawatir pak ahmad pasti bisa menemukan gina!"


"Betulkan pak ahmad?"


Dedi meleparkan pertayaan kepada ahmad,dedi ingin menyudutkan ahmad.


"Saya akan berusaha semampu saya tuan."


"O..iya,dimana rio,apa kamu tidak bertemu dengan rio tadi dia mencari mu?"


Ardian bertanya pada dedi.Dedi yang ditanya soal rio pura-pura kaget,


"Rio,saya tidak bertemu dengan rio,tadi saya keruang keamanan ingin melihat cctv untuk melihat apa yang terjadi dan siapa yang menculik gina tapi cctv sudah disabotase."


Dedi melirik ahmad,


"Bagaimana itu bisa terjadi bukan kah kamu yang bertanggung jawab atas semua keamanan acara ini?"


Ahmad terlihat bingung harus menjawab apa.


Dedi melihat kebingungan diwajah ahmad dan dia kembali bertanya,


"Apa kamu sudah mencari diseluruh ruangan yang ada di hotel ini,karna kamu yang lebih tau soal hotel ini karna saat pembangunan hotel ini kamu yang bertanggung jawab,betul bukan?"


Dedi semakin berusaha menyudutkan ahmad


karna dedi ingin melihat sampai mana ahmad bisa bersandiwara dihadapannya.


"Iya tuan,saya sudah menyuruh orang untuk mencari di seluruh ruangan di hotel ini."

__ADS_1


"Benarkah?"


Tadi saya melihat cctv yang saya buat secara diam-diam ada orang yang mencurigakan masuk ke area tangga darurat apa kamu juga sudah memeriksanya?"


Ahmad tekejut mendengar ucapan dedi,


"Apa' tuan memasang cctv tambahan kenapa tuan tidak memberi tau saya?"


"Apa saya harus melapor pada kamu untuk melakukan apa saja di hotel saya?"


"Bukan begitu maksud saya tuan,maksud saya kalau saya tau kan saya bisa langsung memeriksa cctv dan mencari pelaku penculikkan non gina."


Ahmad mulai terlihat ketakutan sampai-sampai ahmad bicara terbata-bata menjawab pertanyaan dedi.


"Baiklah kalau begitu,panggil orang suruhan mu kita akan menyusuri tangga darurat bersama,saya nyakin ada sesuatu di sana!"


Padahal sebenarnya dedi sudah tau kalau gina dan rio disekap diruang bawah tanah yang hanya bisa diakses melalui tangga darurat.


Wajah ahmad terlihat pucat,takut kalau dia ketahuan.Melihat itu dedi sengaja menambah ketegangan ahmad dengan bertanya.


"Kenapa Wajahmu tegang sampai pucat seperti itu apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku?"


Dedi melihat sambil menyelidik tapi didalam hati dedi tertawa melihat wajah ahmad yang ketakutan itu.


"Tidak tuan saya tidak menyembunyikan apapun dari tuan,saya akan memanggil orang untuk menyusuri tangga darurat."


"Kalian tidak usah khawatir gina pasti ditemukan dan rio juga dia pasti baik-baik saja "


Dedi sengaja tidak memberi tau mereka karna dedi ingin membongkar rahasia ahmad secara frontal sehingga ahmad tidak bisa mengelak dan mengaku sendiri atas perbuatannya.


Tapi melihat dedi yang begitu tenang membuat semua keluarga curiga,


"Kenapa kamu bisa setenang ini,apa mungkin kamu sudah mengetahui keberadaan gina tapi tidak mau memberi tau kami?"


Darmawan bertanya dengan curiga melihat pada dedi.


"Sudahlah kalian tidak udah berfikir macam-macam yang pasti gina dan rio akan baik-baik saja."


Ahmad yang sudah datang bersama penjaga mendengar ucapan dedi semakin bertambah takut,


"Apa dedi sudah tau keberadaan gina dan rio sehingga dedi berani bicara seperti itu.Atau jangan-jangan dia sudah tau kalau aku datang semua ini tapi hanya berpura-pura tidak tau untuk menjebakku?"


Ahmad mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang.Setelah mengiri pesan


ahmad mengajak dedi untuk memeriksa area tangga darurat.


****

__ADS_1


Didalam ruang penyekapan gina sangat terkejut ketika pintu terbuka dan melihat dua orang sedang membopong rio yang sedang pingsan,


"Kalian apakan mas rio?"


Gina berteriak sambil meronta berusaha melepaskan diri dari ikatan tapi semua usahanya gagal malah mengakibatkan debu berterbangan membuatnya kembali terbatuk-batuk.


Dua orang itu menjatuhkan begitu saja tubuh rio kelantai lalu pergi meninggalkan gina dan rio tapi sebelum pergi mereka menertawai gina yang terbatuk-batuk,


"Hati-gati nona jangan sampai kalian berdua mati karna tersedak debu."


Setelah menertawai gina mereka menutup pintu dan ruangan itu kembali gelap.Gina memanggil-manggil rio,


"Mas rio bangun mas!"Mas rio bangun mas!"


Tapi rio tetap tidak sadar dari pingsannya.Gina ingin mendekati rio tapi gina sangat kesulitan untuk bergerak.Gina mencoba menggerakkan kakinya untuk mengoyang-goyang tubuh rio tapi gina tidak mampu mencapai tubuh rio.


Disaat gina berusaha untuk membuat rio sadar dari pingsan terdengar ada kegaduhan dari luar.Terdengar suara orang yang sedang berkelahi.


"Apakah ayah sudah tau kalau kami disini?"


Gina berteriak berharap orang yang ada diluar mendengar suaranya.


"Tolong...,tolong kami disini..!"


Gina terus berteriak sampai suara gaduh itu berhenti dan berapa saat kemudian pintu dibuka dan terlihat berapa orang masuk dan menyalakan lampu.


Gina melihat kearah orang- orang itu,gina sedikit ketakutan.


"Tidak usah takut nona kami orang suruhan tuan dedi tapi nona diminta bersabar dulu disini nanti tuan dedi sendiri yang datang menjemput nona dan den rio kesini.


"Mendengar penjelasan orang itu gina sedikit heran,


"Kenapa harus menunggu ayah,apa kalian tidak bisa langsung menolong kami?"


"Kami tidak tau nona tapi tuan dedi memberi perintah seperti itu."


"Ya sudah setidaknya biarkan lampunya menyala."


Gina hanya bisa menyetujui apa yang dikatakan oleh orang itu meskipun gina tidak mengerti sama sekali.


Orang-orang itu pergi dan menutup pintu tapi mereka tetep berjaga didepan pintu menggantikan orang-orang suruhan ahmad yang sudah mereka ikat dan disekap diruangan lain.Mereka berpura-pura menjadi orang suruhan ahmad.


Bersambung...


****


Trimakasih sudah membaca,jangan pelit dong kasih like dan komen juga vote ya!

__ADS_1


__ADS_2