
Acara pemakaman dan doa bersama telah
selesai di gelar, para tamupun sudah pulang
meninggalkan Dedi yang masih terduduk di
tempatnya,sibuk dengan pikirannya sendiri,
menatap kosong,tak ada sedikitpun semangat hidup yang dia miliki entah sudah berapa lama dia terpaku dalam lamunanannnya.
Tiba2 lamunannya terhenti,ada yang menepuk bahunya pelan,
"tuan,tuan *pak mahmud memanggil ,karna tidak ada satuan,dia menepuk bahu tuannya itu pelan*.
menyadarkan Dedi dari lamunannya,
"ya,ada pa pak mahmud,*menatap degan tatapan kosong*
"saya permisi pulang tuan,atau masih ada yang harus saya kerjakan tuan?*sambil* *menundukkan kepala*.
"tidak ada,pak mahmud boleh pulang,tanpa melihat dan berjalan menuju kamarnya dengan gonta.
Pak mahmud memperhatikan sejenak tuannya itu sebelum beranjak pulang.
Pak mahmud tidak tinggal di rumah dedi,dia akan pulang setelah semua tugasnya selesai dan kembali keesokkan harinya.Sebelum kakinya sampai kepintu utama,langkahnya dihentikan oleh suara tuannya,
__ADS_1
"dimana anak itu,*berdiri di depan pintu kamar yang sudah terbuka setengah tangannya masih memegang hendel pintu*.
"maksud tuan den Rio,*menghentikan langgkahnya dan berbalik melihat ke arah dedi*.
"iya anak yang telah menghancurkan hidupku,yang membawa sial kerumah ini,*tetap pada posisi berdirinya*.
"den Rio sudah tidur dikamarnya tuan,tapi den rio ingin membatah ucapan tuannya itu,
tapi dipotong
"carilah pengasuh,aku tidak ingin berurusan dengan anak itu lagi,masuk kekamar menutup pintu tanpa menunggu jawaban dari pak mahmud.
Pak mahmud melanjutkan langgkahnya sambil menggeleng tidak mengerti dengan jalan fikiran tuannya itu berguman dalam hati,
tidak berani membayangkan dan berlalu meninggalkan rumah tuannya.
****
Masih pagi sekali,terlihat kaki kecil itu berjalan mengitari rumahnya mencari keberadaan sang ibu
"ibu,ibu dimana,*memanggil mencari ibunya*.
karna tidak menemukan ibu dimanapun,Rio menatap kamar orang tuanya dan berfikir kalau ibunya masih tidur di dalam kamar,dia berjalan menuju kamar itu,mengetok memanggil2 orang tuannya,
"ibu,,,ibu,,ayah, buka pintunya rio mau masuk,*mencoba membuka pintu tapi tak bisa dan terus memanggil*
sedangkan di dalam kamar dedi tertidur setelah lelah menangis meratapi kepergian istrinya,terlihat dia meringkuk sambil memeluk foto adinda.Entah berapa lama dia menangis,keributan di luar pintu mengusik tidurnya,dia berusaha mendudukan diri perlahan mengumpulkan nyawa sehabis tidur,dan menyeret kakinya menuju pintu.
__ADS_1
"ceklek pintu terbuka dilihatnya anak itu didepan pintu dan ingin memeluk dirinya tapi terhenti mendengar bentakkan
"apa yang kau lakukan,apa kau tak cukup menghancurkan hidup ku,jangan pernah memanggilku ayah lagi,aku bukan ayah mu,kau telah membuat istriku meninggalkan ku,membunuh ibumu sendiri pergi kau,*sambil mendorong rio sampai terduduk dilantai*.
"ayah,mana ibu kenapa memarahi ku ayah,ayah ibu pergi kemana,*berdiri dan mencoba masuk ke kamar*.
"ayah rio mau bertemu ibu,*mencoba melewati ayahnya*
Dengan kasar dedi mendorong rio sampai jatuh terduduk kembali sambil berkata.
"ibumu telah meninggal dan kau yang membunuhnya,kau penyebabnya dasar anak pembawa sial,masuk kekamar dan membanting pintu dengan keras.
Rio menangis masih terduduk,dia syok dengan apa yang dihadapi bayangan ibunya melintas di kepalanya,wajah yang penuh darah,lalu wajah pucat ibunya
"ibu,,ibu pergi kemana,mengapa meninggalkan rio,apa ibu marah sama rio
ibu,,ibu,,menangis meletakan kepala di kedua lututnya dan terus menangis
"ibu,,rio takut bu,ayah tidak sayang rio lagi.
Rio terus menangis tidak beranjak sedikitpun
dari posisinya,dia berapa ibunya datang menghampirinya,tapi sampai dia tertidur ibunya tak kunjung datang.Rio tertidur di lantai di depan kamar orangtuanya.
Bersambung.
****
terimakasih telah membaca,tinggalkan like n komen.
__ADS_1