Wanita Impian

Wanita Impian
Hari pertama bekerja.


__ADS_3

Gina dan rio sampai di kantor,surya membuka


pintu untuk rio,rio keluar dan langsung berjalan masuk,tiba-tiba gina menghampiri rio dan menggandeng tangan rio,rio berhenti lalu melihat gina


"nggak usah protes,ayo jalan lagi,"gina tetap menggandeng tangan rio.


Rio menarik nafas pendek dan mengeluarkan dengan cepat,rio lalu meneruskan langkahnya


semua karyawan melihat kearah mereka,gina menyadari lalu dengan cepat melepas tangan rio.


"kenapa dilepas,"rio bicara tanpa melihat gina.


"semua karyawan melihat kita,gina malu nanti


mereka mengira gina gadis penggoda."


"memang bukannya kamu selalu menggoda mas,jadi mereka nggak salah menilai kamu gadis penggoda."


"mas rio ko'gitu,gina itu bukan menggoda mas rio tapi ingin dekat mas rio."


"apa bedanya,itu sama aja!"


"beda mas,kalau penggoda itu,kalau gina itu genit,centil didepan mas rio,inikan bukan,lagian mas rio itu suaminya gina jadi wajar aja gandeng tangan mas rio."


"trus kalau wajar kenapa kamu lepas tangan mas,hanya karna dilihatin orang!"atau kamu malu menggandeng suami kamu didepan orang banyak."Rio masuk kedalam lif.


"bukan begitu"Gina berlari memasuki lif yang akan tertutup.


Wajah rio terlihat marah,membuat gina takut sedangkan surya hanya diam tidak mau ikut campur.


"mas gina nggak malu menggandeng mas rio,gina hanya tak ingin membuat kita jadi tontonan para karyawan,nanti mas rio merasa tidak nyaman."


"nggak usah cari-cari alasan,


Rio keluar dari lif langsung berjalan menuju ruangannya,sebelum masuk rio melihat surya,


"kamu urus dia,saya tidak mau diganggu."


Rio masuk ke dalam ruangannya menutup pintu lalu rio tertawa tidak bisa menahan tawanya


"ternyata asik juga ngerjain dia,wajahnya itu lucu banget kalau lagi cemberut begitu,"Rio kembali tertawa.


****


Gina sedang duduk dimeja kerjanya disamping meja surya karna gina harus belajar dari surya tentang apa saja yang harus


dikerjakannya.


"mas surya,apa hari ini mas rio nggak ada acara diluar?"


"emangnya kenapa?"


"gina mau jelasin masalah tadi sama mas rio,"


"kenapa bu gina tidak masuk aja dan jelasin pada pak rio,kenapa mesti tunggu pak rio keluar?"


"bukannya mas surya dengar kalau mas rio bilang tak mau diganggu."


"kalau begitu ibu masuk aja kasih berkas-berkas ini pada rio sekalian ibu memberikan penjelasan."


"emang boleh!"gina berdiri dengan semangat.

__ADS_1


"tentu saja boleh bu gina kan asisten pribadinya tuan jadi memang sudah tugas bu gina mengantarkan berkas yang diperlukan pak rio."


"baiklah sini berkasnya."mengambil berkas dari rio.


"o iya mas surya nggak usah panggil ibu,gina kan masih muda,panggil aja gina kita kan rekan kerja,oke."gina mengangkat tangannya membuat tanda oke.


Surya tersenyum dan mengangguk lalu ikut mengangkat tangan membuat tanda oke.


Gina mengetuk pintu ruangan rio,


tok...,tok...


"masuk" terdengar suara rio menyahut dari dalam


"permisi mas rio,gina,"


"panggil saya pak rio ini kantor bukan rumah dan kamu karyawan saya sudah seharusnya kamu panggil saya pak rio."rio memotong gina bicara.


"permisi pak rio,saya mengantar berkas yang harus bapak tandatangani."gina berdiri didepan meja kerja rio.


"letakkan saja disitu,


gina meletakkan berkas,gina melihat rio,


"mas soal tadi,"


"panggil saya pak rio,jangan sampai saya mengulanginya lagi, lagipula disini tempat kerja bukan membahas hal pribadi."


Rio tidak melihat gina sama sekali,rio pura-pura sibuk dengan pekerjaannya tapi sebenarnya rio menyembunyikan senyumannya.


Gina keluar dengan kesal,gina duduk dimeja kerjanya sambil ngomel,


"itu bos kamu sombong banget,"


"sabar aja lama-lama juga terbiasa,"


"mas surya hebat bisa tahan bekerja dengan


bos seperti itu."Gina masih cemberut.


"bukannya kamu yang hebat,mau menikah dengan laki-laki macam itu."


Gina diam seperti berfikir,


"entahlah,gina juga nggak tau kenapa suka sama pria macam itu."


"maksud kalian apa bilang saya laki-laki macam itu,kalian sudah berani bergosip ya,gosipin bos lagi,kalian mau saya pecat,apalagi kamu baru hari pertama kerja sudah berani ngata-Ngatain bos."rio berdiri di pintu ruangannya,menatap gina dan surya tajam.


"kamu masuk keruangan saya,"Rio menunjuk gina.


"iya pak!"gina masuk masih dengan wajah cemberut.


Rio duduk di sofa sambil melihat gina yang cemberut.


"kenapa mukamu dilipat begitu.tidak suka kerja dengan saya?"


"bukan begitu pak,saya hanya lagi ada masalah dengan suami saya,dia suka marah-marah tidak jelas,suka semena-mena terhadap saya,"


wajah rio memerah,


"apa maksud kamu bilang mas suka semena-mena dan marah-marah nggak jelas,"

__ADS_1


"loh!!kenapa bapak marah,emang bapak itu suami saya,bukannya bapak itu bos saya."


"kamu sudah berani melawan mas,"


Rio menatap tajam.


"siapa yang melawan kan mas rio yang bilang


ini kantor tempat bekerja bukan tempat mengurus hal pribadi."Gina membalas tatapan rio dengan tatapan tajam juga.


"sepertinya kamu tidak takut lagi sama mas,sudah berani sekarang ya!"


"ngapain juga takut sama mas rio,mas rio kan suami gina jadi mas nggak mungkin menyakiti gina."


"percaya diri sekali kamu...,


Rio mendekati gina dengan marah.


"mas rio mau ngapain?"gina ketakutan.


Rio terus mendekati gina dan mencengkram


tangan gina.Wajah gina semakin ketakutan


"maaf mas gina nggak bermaksud melawan mas rio."Gina gemetaran,tapi tiba-tiba rio tertawa lepas,ini pertama kalinya gina melihat


rio tertawa selepas itu.Gina melihat rio dengan terpesona,


"kamu kenapa lihatin mas begitu?"


"mas rio terlihat sangat tampan saat tertawa"


tapi kemudian gina sadar,


"mas rio kenapa ketawa,mas rio ngerjain gina ya?"gina mendekati rio dan memukul-mukul rio yang bergerak mundur.


Rio hanya tertawa menerima pukulan gina sampai mereka terjatuh di sofa dengan posisi gina berada diatas tubuh rio,mereka saling bertatapan entah iblis mana yang merasukinya,gina mengecup bibir rio dengan lembut,tidak ada penolakkan dari rio,gina ******* bibir rio sampai gina melepaskan ciumannya dan mereka kembali saling bertatapan dan kali ini rio yang mengecup bibir gina,mereka hanyut dalam ciuman itu,rio memutar posisi mereka tangan rio sudah mulai menjelajah tubuh gina sampai terdengar suara ketukan pintu,


tok...,tok..,


dengan sigap rio berdiri dan membantu gina duduk mereka merapikan baju mereka yang


sudah berantakan,wajah mereka memerah lalu mereka sama-sama menarik nafas dan rio duduk dikursi kerjanya.


"masuk"


"permisi pak,ada tuan dedi sanjaya,beliau ingin bertemu dengan bapak"surya melirik gina yang duduk menunduk di sofa.


"ada apa dengan mereka,kenapa bersikap aneh begitu,apa mereka berantem jadi diam-diaman,"


"kenapa bengong disitu cepat suruh ayah masuk!"Surya tersadar dari lamunannya dan bergegas keluar.


"disitu ada kamar mandi,kamu rapikan dirimu


rio berdiri dan berjalan menuju pintu mau menyambut kedatangan ayahnya.


Gina menuruti perintah rio,gina masuk kekamar mandi dan berdiri di depan kaca,gina menyentuh bibirnya yang bekak karna ciuman mereka tadi lalu tersenyum.


Bersambung....


****

__ADS_1


__ADS_2