
Gina membuka kotak pakaian yang di belikan rio untuknya,gina sangat kagum dengan keindahan gaun itu.Gina memakai gaun itu dan memoles wajahnya dengan make up natural,gina membiarkan rambutnya tergerai gina hanya menjempit rambutnya dengan jepit bermata mutiara sehingga penampilan sangat sempurna gina terlihat sangat cantik.
Rio memandangi gina dengan takjub,
"Sungguh istri mas sangat cantik tapi ada yang kurang kenapa wajah kamu tidak tersenyum,kalau kamu terseyum akan menambah kecantikan mu sehingga1000kali lipat.
Gina tersenyum mendengar pujian dari rio,
"Ternyata suami gina sekarang dah pintar gombal."
Gina mendekati rio dan memegang tangan rio,
"Mas tadi siang papa menelpon gina dan melarang kita untuk pergi keacara itu karna papa punya firasat akan terjadi sesuatu dipesta pada mas rio,tapi ayah sudah mewanti-wanti kita untuk datang ke pesta itu,gina bingung mas harus mendengar yang mana papa atau ayah."
"Sekarang mas tanya sama kamu,kamu ingin pergi atau tidak karna mas tidak peduli apapun yang terpenting kamu mas akan mengikuti keinginan kamu."
"Gina tidak ingin mengecewakan ayah,tapi gina juga tidak mau terjadi apa-apa sama mas rio."
"Kamu tidak usah khawatir mas akan baik-baik saja lagipula disana pasti akan dijaga ketat oleh orang-orang suruhan ayah."
Gina memeluk erat rio seakan tidak ingin melepaskan rio lagi sampai rio susah bernafas,
"Kamu mau membunuh mas,mas tidak bisa bernafas sayang!"
Gina melepaskan pelukannya dan melihat rio,
"Mas panggil gina apa tadi?"
Rio pura-pura tidak mendengar pertanyaan gina.
"Ayo kalau mau pergi sebaiknya kita berangkat sekarang nanti kita terlambat."
Rio hendak membalikan badannya tapi gina menahan rio,
"Mas rio panggil gina apa tadi coba ulangi lagi."
Gina kembali memeluk rio.
"Ayo sayang kita berangkat.
Rio memanggil gina dengan mesra.Gina tersenyum,melepaskan pelukannya dan mengandeng tangan rio.Mereka keluar dari kamar dan berangkat menuju tempat pesta digelar.
****
Saat gina daan rio sampai ditempat pesta digelar,mereka disambut oleh dedi sanjaya yang memang sudah menunggu kedatangan mereka dari tadi,
"Akhirnya kalian datang juga,ayah sudah menunggu kalian dari tadi."
Rio dan gina memberi salam pada dedi dengan menyium punggung tangan dedi.
"Maaf ayah kami telat.
Gina menjawab dengan sedikit sungkan karna datang terlambat.
__ADS_1
"Tidak apa -apa yang penting kalian datang,ayo acara utama akan dimulai."
Dedi,rio dan gina masuk kedalam telah banyak para tamu yang datang.Orang tua gina,diandra serta ardian juga sudah datang mereka berpelukan bergantian,
"Bagaimana kabar kalian semua baik-baik saja!"
Renata bicara sambil memeluk gina.
"Baik ma gina dan mas rio baik-baik saja,mama sama papa bagaimana sehat kan!"
"Mama dan papa sehat,kalian ini apa tidak rindu sama mama dan papa kenapa tak pernah berkunjung?"
"Gina dan mas rio belum ada waktu, mama kan sudah tau sekarang gina sudah kerja jadi asisten mas rio jadi kami sibuk bekerja."
Renata menari nafas dan membuang pendek,
"Ya sudah mama maafkan tapi ingat mama sudah kepengen momong cucu,kalian harus cepat beri mama cucu."
"Ya betul nenek juga sudah kepengen momong cicit."
Gina tersenyum dan melihat rio,rio yang dilihat oleh gina bicara dengan cepat,
"Kenapa lihat mas,kamu mau minta mas gas pol,asal kamu kuat mas sih oke,oke aja."
Ucapan rio membuat orang yang mendengarnya tertawa,sedangkan gina malu,wajahnya merona.
"Sudah soal anak nanti kita bahas lagi yang pasti ayah minta cucu yang banyak biar ayah ada yang menemani.
Setelah bicara begitu dedi pergi meninggalkan mereka.Dedi sanjaya naik keatas podium dan meminta perhatian para undangan.
Semua orang bertepuk tangan.Ada yang senang dan ada yang tidak senang.Seorang laki-laki berdiri disamping podium wajahnya terlihat marah,dia memandang dedi dan rio bergantian dengan tidak suka,dia menelpon seseorang,
"Laksanakan rencana sekarang!"
Lelaki itu bicara dengan suara berbisik.
Setelah selesai bicara dedi meminta rio untuk naik kepodium untuk memberi sepatah dua kata.Rio melihat gina,gina mengangguk ,
"Naiklah mas semua sudah menunggu mas naik podium."
"Tapi kamu jangan kemana-mana tetaplah disini."
"Ya mas gina tidak akan kemana-mana,lagian gina tidak sendirian jadi mas tidak usah khawatir."
Rio naik keatas podium,sedangkan gina melihat darmawan yang terlihat gelisah.Hina mendekati darmawan,
"Papa kenapa gelisah begitu?"
"Kalian kenapa datang,papa kan sudah bilang kalau papa punya firasat buruk akan terjadi sesuatu karna ayah dengar kalian selalu diikuti oleh orang dan papa merasa mereka akan bertindak malam ini."
"Papa nggak usah khawatir,papa lihat begitu banyak orang dan para penjaga tidak mungkin
mereka berani."
__ADS_1
Gina mencoba menenangkan darmawan.
"Kamu disini saja didekat papa!"
Gina hanya tersenyum tapi gina tetap berdiri didekat Darmawan.
Rio berdiri diatas podium memberi kata sambutan atas pengangkatannya sebagai pemimpin perusahaan.Tapi tiba-tiba lampu padam terjadi kericuhan dan berspa saat terdengar suara darmawan memanggil gina,
"Gina...gina kamu dimana!"
Darmawan meraba sekitarnya mencari gina tapi darmawan tidak menemukan gina.
Berselang berapa menit lampu menyala kembali kericuhan berhenti tapi kepanikan semakin terlihat diwajah darmawan.
"gina...,dimana gina?"
Darmawan berteriak panik,membuat semua orang melihat kearahnya terutama rio yang langsung belari mendekati darmawan dan mengitari ruangan dengan matanya mencari keberadaan gina.
Semua sibuk mencari gina tapi tidak ada yang
melihatnya.Rio terlihat sangat khawatir,
"Cepat tutup semua pintu keluar,dan cari keseluruhan gedung ini jangan ada yang boleh keluar."
Dedi sanjaya berteriak memberi perintah.Renata dan diandra sudah menangis khawatir dengan keselamatan gina.
Rio mendekati dedi dengan perasaan yang tidak dapat dijelaskan,
"Ayah bagaimana orang suruhan ayah yang mengikuti perempuan itu,dimana keberadaannya rio nyakin ini ada hubungannya dengan perempuan itu."
Dedi mengambil ponselnya dan menelpon orang suruhannya yang mengawasi mbak ina.
Dedi melihat rio dengan rasa cemas,
"Perempuan itu ada dirumah dari tadi pagi perempuan itu tidak keluar sama sekali."
Rio diam,rasa cemas terlihat jelas diwajahnya.
"Kamu tenang dulu kita tunggu pencarian didalam gedung ayah nyakin mereka masih berada di sekitar sini."
"Bagaimana rio bisa tenang kalau gina tidak diketahui keberadaannya.Sempat terjadi apa-apa dengan gina,rio tidak akan bisa bertahan ayah."
Dedi sanjaya sangat sedih melihat rio yang pasti akan terpuruk kalau sempat terjadi hal buruk pada gina.Dedi mencari seseorang yang selama ini dedi curigai,
"Dimana dia,apa kecurigaan ku ternyata benar
kalau dia telah berhianat.
Dedi meninggalkan rio setelah meminta dian dan renata untuk menemaninya.Dedi ingin memastikan apakah dugaannya benar atau tidak.
Bersambung...
****
__ADS_1
Ikuti terus kelanjutan kisahnya,dan beri like juga votenya,kritik dan saran juga boleh.
Terimakasih.