
Dia berjalan menuju ke kamar dimana bocah itu tertidur,dia membuka pintu masuk dan menutup pintu kembali,Dia berdiri menatap senang kearah bocah yang sedang tertidur,senyum terlihat jelas di wajahnya.
" Akhirnya aku bisa membalaskan dendam ku kepada ayah mu melalui dirimu,kau tau karna ayahmu keluarga ku hancur,suamiku bunuh diri karna tak sanggup kehilangan usaha yang telah dibangun dari nol,karna direbut oleh ayahmu,anak ku meninggal karna terlambat di tangani karna aku tak punya uang untuk membayar biayanya.air matanya menetes mengingat kepedihan hidup nya.
semua itu karna ayah mu dan kau akan menerima akibatnya,menghapus air matanya kembali tersenyum sinis menatap bocah yang sedang tertidur pulas.
Setelah puas memandang bocah itu dan mencurahkan isi hatinya,meskipun dia tau bocah itu tidak akan mendengar.Dia melangkah keluar kamar,menutup pintu dan menguncinya dari luar lalu dia berjalan menuju dapur melanjutkan kerjanya.Memang dia belum melakukan aksinya karna dia akan menyiksa batin dan jiwa bocah itu secara diam2, saat ini majikannya masih slalu dirumah jadi dia harus bersabar ,walaupun dia tau majikan barunya itu tidak peduli lagi pada anaknya itu.
Mbak ina,tersenyum bahagia melihat kehancuran keluarga majikannya itu,karna dia adalah salah musuh dari sekian banyak musuh yang dimiliki majikannya itu.
****
Sudah seminggu lamanya dedi mengurung dirinya dikamar tidak melakukan apapun.Selama seminggu itu pula dia tidak pernah melihat Rio,mencarinya bahkan untuk bertanya keadaannya,dia benar2 tidak peduli.
Tapi berbeda dengan hari ini,dia telah terlihat rapi dengan pakaian kantor,bersiap untuk pergi tapi kesedihan masih terlihat jelas dimatanya,wajahnya lesu.Dengan menarik napas panjang lalu melepasnya dengan kasar dedi berjalan keluar kamar.
__ADS_1
Dia langsung berjalan menuju pintu keluar,masuk ke dalam mobil,dan pergi meninggalkan rumah.Dia tidak peduli sama sekali dengan keadaan di sekitarnya.
Di dalam mobil,dedi hanya diam,dia mengarahkan pandangannya keluar jendela
hanya dia dan Tuhan yang tau apa yang ada di pikirannya.Tercipta keheningan sepanjang perjalanan sampai mereka sampai di kantor.
pak mahmud tidak berani untuk bertanya sekalipun,hanya melirik sekali2 kearah tuannya dari kaca spion.
Mbk ina sangat terkejut ketika melihat majikannya keluar dari kamar.Dia hendak menyapa tapi dia urungkan karena tuannya itu terlihat masih begitu sedih dan itu sesuatu yang indah untuk dilihat.
"aku sangat bahagia melihat kehancuran mu dedi sanjaya,dan aku akan menambah kehancuran mu dengan menyiksa kejiwaan anakmu yang pasti akan kau sesali nantinya seumur hidupmu.(dalam hati)
Dia membuka pintu terlihat rio duduk diatas tempat tidur,memeluk kakinya yang dijadikan penyangga kepala.Ketika pintu terbuka rio menolehkan kepalanya.
"kau anak pembawa sial,pembunuh banggunlah ini saatnya kau keluar dan menerima hukuman mu,\(berdiri di ambang pintu\)
__ADS_1
"mbk ina apa ayah sudah tidak marah dan mau bertemu denganku,rio menyahuti\(bediri
dengan cepat)
"ha,,ha,,ha,mbk ina tertawa sangat keras
Kau itu anak pembawa sial,seorang pembunuh,ayahmu sangat membencimu dia tidak akan sudi bertemu dengan mu,kau tau ayahmu yang menyuruhku mengurung mu karna dia tidak mau bertemu dengan mu dan sekarang ayahmu juga yang menyuruhku untuk menghukummu kau mengerti(dia kembali tertawa)
Rio hanya berdiri menatap sedih tanpa arah.
"ibu maafkan rio,karna rio ibu harus pergi,ayah membenci rio bu,(didalam hati)
Aku akan membuat kau membenci ayahmu sepanjang hidup.kau tak akan pernah melupakannya didalam tidurpun kau akan mengingatnya(tersenyum puas)
__ADS_1
Bersambung.
****