Wanita Impian

Wanita Impian
EPISODE 65


__ADS_3

Gina dan Rio sudah sampai kevilla,mereka membatalkan rencana untuk pergi kepemandian air panas karna Gina minta pulang ke villa dan ingin berduaan saja dengan Rio.


Rio sebenarnya kecewa karna batal membicarakan hal yang ingin ditanyakan pada Adiguna.Tapi Rio juga tak tega melihat Gina yang hampir saja menangis karna Rio menolak keinginannya.


"Kalau mas Rio tidak mau balik ke villa ya sudah Gina balik sendiri aja."


Gina bicara dengan suara bergetar dan mata mulai berkaca-kaca.Gina berjalan dan ingin pulang sendiri membuat Rio mengalah dan membatalkan rencana ke pemandian air panas.Adiguna dan Sony bisa maklum dengan keadaan yang ada.Hanya Saripah yang terlihat kesal karna gagal melakukan rencananya.


Di villa Gina terus bergelayut manja pada Rio.Dina menyusupkan kepalanya pada leher Rio dan terus menyium aroma tubuh Rio yang seperti candu bagi Gina.


Rio mencoba melepaskan diri dari Gina karna Rio merasa haus dari tadi dan ingin mengambil air minum.Tapi Gina tidak bergeming tidak mau melepaskan Rio.


"Sayang lepas dulu,mas haus.Mas mau ngambil air minum."


"Ya sudah ayo!!Gina menarik Rio menuju dapur,Gina masih saja bergelayut manja pada Rio.


"Lepas dulu dong sayang,mas susah nih mau minum."


"Minum,ya minum aja mas.Mas Rio kan masih punya satu tangan lagi untuk minum."


"Tapi mas susah bergerak kalau kamu terus bergelayut begini di tangan mas!"


"Jadi mas nggak suka.Ya sudah kalau begitu


Gina pergi aja,buar Gina tidak menyusahkan mad Rio."


Gina merepotkan tangan Rio dan masuk kedalam kamar.Gina membanting pintu kamar dengan kuat mebuat bunyi benturan yang sangat keras.


Bum...


Mang jaja yang ada di belakang kaget begitu juga Rio yang sampai terpaku karna tidak mengerti kenapa Gina sampai semarah itu hanya dikarenakan hal kecil saja.


Mang jaja datang terburu-buru.

__ADS_1


"Ada apa den,apa yang terjadi?"


Wajah Mang jaja terlihat begitu serius karna takut terjadi sesuatu pada anak dan menantu majikannya.Karna nyawanya jadi taruhan kalau sempat terjadi sesuatu pada Gina dan Rio apalagi saat ini Gina sedang mengandung cucu dari orang-orang yang terpandang dan memiliki kuasa.


"Tidak ada apa-apa mang,Gina hanya merasa capek yang membuatnya sedikit mudah kesal."


Rio menjelaskan sekenanya saja karna sebenarnya Rio pun tidak mengerti apa yang terjadi pada Gina.


"Kalau begitu saya permisi den,kalau ada apa-apa,atau perlu sesuatu aden busa panggil saya."


Mang jaja permisi dan meninggalkan Rio.Setelah mang jaja pergi Rio berjalan menuju kamar ingin menemui Gina dan membujuk Gina supaya tidak marah lagi.


"Sayang kamu kenapa sih,kenapa jadi gampang marah.Mas kan hanya mau minum saja sayang!"


Rio mendekati Gina yang sedang berbaring di tempat tidur.Gina hanya diam saja tidak mempedulikan Rio yang sudah duduk di sisi tempat tidur.Gina membalikkan tubuhnya da membelakangi Rio.


"Sayang..!!!Mas minta maaf deh,kamu jangan marah lagunya!"


"Sayang..!!!Jangan gitu dong!!!Begini aja deh terserah kamu mau suruh mas apa saja,mas akan dituruti.Tapi kamu jangan marah lagi ya!"


Rio terus mencoba memujuk Gina.Mendengar ucapan Rio membuat Gina berbalik dan menghadap pada Rio.


"Janji ya kalau mas Rio akan menuruti semua ke inginkan Gina."


Gina memberi jari kelilingkingnya lalu Rio menautkan jari kelingkingnya pada jari Gina.


"Mas janji,tapi jangan marah lagi ya!"


Gina mengangguk dan menggerakan jarinya meminta Rio untuk mendekat.Rio menundukan badannya dan mendekat pada Gina.Gina langsung merangkul leher Rio dan berbisik nakal pada Rio.


"Mas Rio harus memuaskan Gina."


"Maksudnya?"

__ADS_1


Rio tidak mengerti dengan ucapan Gina.Tapi dengan cepat Gina menempelkan bibirnya pada bibir Rio dan mulai ******* bibir Rio lebih dulu.


Sejenak Rio tersentak dengan kelakuan Gina,tapi sedetik kemudian Rio membalas ******* Gina dan mengerti apa yang dimaksud oleh ucapan Gina.


Mereka saling membalas *******,mereka berhenti saat mereka kehabisan nafas.Namun sesaat kemudian mereka sudah melakukannya lagi.


Gina terlebih dulu membuka pakaian Rio,lalu membantu Rio membuka pakaiannya sendiri.Entah apa yang merasuki Gina tapi saat ini Gina lah yang lebih banyak memegang kendali dalam pergulatan mereka.


Rio hanya mengikuti dan menikmati permainan yang dilakukan Gina.


Rio mendesah saat Gina mempermainkan kejantananya yang membuat Gina semakin menggila.Rio mencoba mengimbangi permainan Gina.Rio meremas, memilin dan mengisap payudara Gina secara bergantian.Tidak bagian dari tubuh Gina yang terlewat dari sentuhan dan ciuman Rio.


Membuat desahan kenikmatan keluar dari mulut mereka berdua.Saat Rio ingin mengambil posisi untuk melakukan penyatuan.Gina mendorong Rio dan mengambil posisi diatas.Gina memimpin penyatuan mereka.Mereka saling berganti posisi mencari puncak kenikmatan yang pada akhirnya mereka dapatkan secara bersamaan.


Rio menjatuhkan tubuhnya disamping tubuh Gina yang terkulai lemas.Rio menatap Gina yang sedang memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya yang masih memburu.


Rio mengambil tisu yang ada di atas nakas dan menghapus keringat Gina yang mengalir deras.Setelah itu Rio memeluk Gina dan mencium kening Gina lembut.Gina memiringkan tubuhnya menghadap Rio lalu Gina semakin merinsuk kedalam pelukan Rio.


Sesat kemudian mereka tertidur dengan pulas sambil berpelukan.Padahal saat ini masih pukul 10pagi.Waktu yang masih terlalu pagi untuk istirahat siang.


Bersambung....!!!


****


Terimakasih sudah membaca kisah Gina dan Rio jangan lupa,tinggalkan jejak.


* like


* komen


* vote.


Agar semangat untuk up setiap hari.

__ADS_1


__ADS_2