Wanita Impian

Wanita Impian
Pernikahan


__ADS_3

Setelah disibukkan dengan segala persiapan


untuk acara pernikahan,akhirnya hari itu datang juga,saat ini rio dan gina sedang bersiap untuk acara pemberkatan nikah mereka.


Gina memandangi dirinya di cermin,


"aku tak meyangka akan menikah secepat ini,


sebentar lagi aku akan menjadi istri mas rio ,


tapi sikapnya padaku masih begitu kaku,apa aku akan bahagia nanti dengan sikap mas rio yang seperti itu,sangat sulit untuk dimengerti.


gina sibuk dengan pikirannya sendiri,sampai dia tak menyadari kedatangan riska didekatnya,


"sudah cantik non nggak usah ngaca terus,kalau kaca itu bisa ngomong dah teriak tu kaca bosan liat muka lo,"


riska memeluk gina,tersenyum pada gina


melalui kaca didepannya,


"lo kenapa murung gitu,harusnya lo bahagia,ini kan hari pernikahan lo,"


"entahlah gue bingung dengan perasaan gue",


"kenapa?bukannya lo udah suka sama mas rio!"


gina berjalan,lalu duduk di tempat tidur


"emang gue sudah suka sama mas rio tapi gue takut kalau mas rio tidak suka ama gue,dan mas rio menikahi gue karna terpaksa.


gina diam sejenak menarik nafas,lalu melanjutkan ucapannya,


"gue bingung dengan sikap mas rio ke gue,kadang dia perhatian,kadang sweet,tapi terkadang sangat dingin,dan kadang marah-marah enggak jelas gitu ke gue."


riska mendekati gina,duduk disampingnya menggenggam tangan gina,


"gue mau tanya ma lo,dan lo harus jujur ke gue,lo merasa terpaksa menikah dengan mas rio?,


gina diam menatap riska,gina bertanya pada dirinya sendiri apa yang sebenarnya dirasakannya,apa dia terpaksa atau tidak menikah dengan rio.karna gina tidak menjawab riska kembali bertanya,


"gina jawab gue,lo merasa terpaksa atau tidak menikah dengan mas rio."


gina kembali melihat riska dan menggeleng,


"gue tidak merasa terpaksa menikah dengan mas rio,gue hanya ragu pada diri gue sendiri,apa gue sanggup hidup bersama mas rio dengan sikap mas rio yang sangat kaku ke gue."


riska memeluk gina


"kalau lo cinta sama mas rio,lo harus bersabar, gue nyakin mas rio pasti berubah nantinya."


"semoga saja,"gina membalas pelukan riska


****


Rio sudah berdiri di depan altar didampingi ayahnya,dedi sanjaya.

__ADS_1


Rio berdiri dengan gagahnya,rio terlihat lebih tampan dari biasanya,sesekali rio melihat ke arah pintu yang masih tertutup rapat,rio merapikan jas yang dipakainya meskipun sebenarnya sudah rapi,saat terdengar musik pengiring mempelai berbunyi,rio tidak bisa


menyembunyikan ketegangannya lagi.


Bersamaan dengan musik pengiring pintu terbuka,terlihat gina berjalan dengan anggun digandeng oleh ayahnya,rio menatap gina dengan takjub,gina terlihat bak seorang putri didalam dongeng.


Pemberkatan telah selesai dilakukan,sekarang rio dan gina telah sah menjadi suami istri.Rio terlihat sangat tidak nyaman berada diantara para tamu, meskipun para tamu undangan hanya orang-orang terdekat saja.Gina yang melihat kegelisahan rio,mencoba menenangkan rio.


"mas rio nggak usah pedulikan mereka,


atau mas rio istirahat aja biar gina yang menemani para tamu."


rio melihat gina dan mengangguk,


"baiklah,mas istirahat dulu,tapi kamu jangan sampai kecapean,"


rio pergi meninggalkan pesta,masuk kekamar yang telah disewa sebelumnya untuk kamar pengantin mereka karna rio memang sudah merasa tidak nyaman berada diantara paru tamu undangan.


Rio membuka jas dan pakaiannya lalu masuk kekamar mandi,disaat itu pula gina masuk kedalam kamar,gina tidak melihat rio,tapi dia melihat pakaian rio diatas sofa dan mendengar suara germicik air dari kamar mandi,gina duduk didepan kaca,melepas perhiasan yang dipakainya dan mengapus riasan diwajahnya.


"Rio keluar dari kamar mandi hanya mengenakan boxer,dan tangannya memegang handuk untuk mengeringkan rambutnya,rio sangat kaget melihat gina ada dikamar.


"gina kamu ngapain disini"rio berbicara sedikit keras karna terkejut melihat gina.


"mama dan nenek menyuruh gina istirahat nemani mas rio",gina terlihat ketakutan.


"tapi kamu kenapa ada dikamar mas bukan dikamar mu?"


gina bingung dengan pertanyaan rio,tapi gina memberanikan diri untuk menjawab,


"gina sekarang sudah jadi istri mas rio,jadi sudah sewajarnya gina sekamar dengan mas rio"gina menggigit bibirnya menahan tangis, hatinya terasa sakit saat rio merasa tidak senang berada satu kamar dengannya.


"maaf,mas hanya kaget saja melihat kamu ada dikamar mas,bukan bermaksud mengusir kamu".rio ingi mendekati gina tapi rio baru sadar kalau dia tidak memakai baju,hanya memakai boxer.


Rio melangkah menuju lemari,dan membukanya tapi rio tidak menemukan pakaian apapun didalam lemari,dia melihat kesekeliling tapi tidak menemukan pakaian apapun,rio melihat gina yang sudah duduk kembali dan sibuk melepas hiasan yang ada dirambutnya,gina terlihat kesusahan,rio ingin mendekat tapi dia ragu.


Gina meringis kesakitan saat dia mau melepaskan tiara kecil yang menghiasi rambutnya,rambutnya tersangkut,gina berusaha melepaskannya tapi dia kesulitan,karna telah mencoba tapi tetap saja tidak bisa,gina meminta tolong pada rio.


"mas bisa tolongin Gina melepas tiara ini,gina sudah mancoba dari tadi tapi tidak bisa"


Rio mendekati gina,


"kalau membukanya serepot ini kenapa harus memakainya"rio membantu melepas rambut gina yang menyangkut pada tiara.


gina hanya diam dan melihat rio dari cermin didepannya,gina melihat rio bertelanjang dada,gina menutup wajahnya dengan histeris,


"mas rio kenapa tidak pakai baju"


"mas tidak menemukan pakaian apapun didalam lemari,pakaian mu juga tidak ada"


Rio duduk ditempat tidur,setelah melepas tiara dari rambut gina.


"masa iya sih mas,nggak ada pakaian kita sama sekali,"


"kalau nggak percaya lihat aja sendiri"

__ADS_1


Gina berjalan menuju lemari dan membukanya,lemari itu kosong memang tidak ada apapun disana,


"trus gimana?"gina berfikir sejenak,


"ya udah gina keluar dulu ya mas,gina mau tanya apa hotel ini menjual kaos atau apa gitu


yang dibisa dipakai,"


Gina keluar dari kanar tanpa menunggu jawaban dari rio,rio menarik nafas panjang dan membuang dengan kasar,karna sedari tadi dia berusaha untuk terlihat tenang,padahal sebenarnya jantungnya berdetak dengan cepat seakan ingin keluar berada satu kamar dengan gina dan merasa risih berhadapan dengan gina tanpa memakai baju,karna ini pertama kalinya orang melihatnya tanpa berpakaian lengkap.


Gina masuk kedalam kamar membawa paperback ditangannya,gina melihat rio sudah tertidur dengan memakai selimut sampai sebatas lehernya,gina meletakan paperback diatas sofa dan mengambil kaos oblong putih dari dalam lalu masuk kamar mandi.


Saat keluar dari kamar mandi gina hanya memakai kaos saja tanpa bawahan,kaos itu terlihat besar dibadannya dan hanya bisa menutupi sampai pangkal paha,tapi gina tidak ada pilihan lain karna hanya itu yang disediakan hotel.Sebenarnya tadi gina bertemu dengan mamanya pas keluar dari kamar,mamanya memberikan paperback yang berisi pakaian dia dan rio tapi isinya hanya lingerie dan boxer berukuran kecil,gina tidak bisa membayangkan mereka memakainya.


Gina mendekati rio yang sedang tertidur,gina melihat wajah rio berkeringat,


"kenapa mas rio memakai selimut kalau kepanasan,apa mas rio takut masuk angin karna tidak pakai baju.


gina mengambil baju yang dibelinya tadi,lalu membangunkan rio,


"mas bangun mas,"gina menggoyang kaki rio


rio membuka matanya,melihat gina yang berdiri di ujung tempat tidur,rio mengerjapkan


matanya,


"kenapa kamu berpakaian seperti itu,"


rio melihat gina dengan tatapan yang susah dimengerti.


gina melihat pakaiannya lalu melihat rio,


"hanya ini yang disediakan pihak hotel,gina kan nggak mungkin memakai baju pengantin terus,gina menundukkan kepalanya.


"kenapa kamu setiap bicara dengan mas selalu menundukkan kepalamu ,apa mas membuat mu takut?"rio berbicara dengan lembut.


"bukan begitu mas,gina hanya bingung harus bersikap bagaimana didekat mas rio,karna mas sepertinya tidak suka dengan keberadaan gina didekat mas rio,"gina kembali menundukkan kepalanya.


Rio berusaha bersikap tenang melawan ketidaknyamanan yang dirasakannya,


"kemarikan baju mas,"


gina memberikan baju yang dipegangnya pada rio,rio memakai baju lalu menyuruh gina duduk di depannya,


"mas tau kalau kamu bingung dengan sikap mas kekamu,tapi mas akan berusaha untuk membuat diri mas senyaman mungkin didekat mu,mas butuh waktu karna kamu adalah wanita pertama yang dekat dengan mas.


rio menatap gina dengan lembut,gina membalas tatapan rio dan tersenyum


"gina pasti akan bersabar mas,tapi gina ingin


mas rio jangan melarang gina untuk selalu di dekat mas rio".


Mereka tersenyum dan berpelukan.


Bersambung...

__ADS_1


****


Terimakasih sudah membaca jangan lupa tinggalkan like,kritik dan saran di kolom komentar,jangan lupa vote juga ya!


__ADS_2