Wanita Impian

Wanita Impian
RINDU


__ADS_3

Rio berdiri didepan kamar yang biasa ditempati oleh gina,rio membuka pintu menatap kesekeliling kamar itu lalu duduk ditempat tidur,rio teringat dengan kejadian saat dia mencium gina,rio senyum-senyum sendiri tapi kemudian wajahnya kembali murung


"ah....,kenapa gue jadi aneh gini,sudah persis seperti orang gila,


aku sangat rindu pada gina,apa gue telpon aja ya"!


tapi gue harus bilang apa,masa gue bilang kalau gue rindu,,


ah...,sudahlah mendingan gue tidur,dengan tidur gue bisa lupakan gina untuk sebentar saja.


Rio meninggalkan kamar tersebut,lalu masuk


ke kamarnya,rio masuk kedalam kamar mandi


membersihkan dirinya lalu mengganti pakaiannya,rio naik keatas tempat tidur mencoba untuk tidur,rio berguling kekiri,kekanan mencari posisi nyaman supaya dia cepat tertidur,tapi rio tidak bisa tidur sama sekali,semakin dia mencoba untuk tidur semakin bayangan gina terlihat jelas ingatannya.Rio kembali mendudukan dirinya menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur


"ah..gue nggak bisa tidur sama sekali,gina kenapa kamu selalu mengganggu gue",


rio berbicara sendiri,"gue bisa-bisa benar jadi gila karna kamu gina"


wajahnya terlihat kusut,matanya memancarkan kerinduan,rio kembali hanyut


dalam bayang-bayang gina,


Tiba-tiba ponselnya berbunyi,membuyarkan lamunannya,dengan malas rio mengambil ponsel yang terletak di atas nakas disamping tempat tidur,tanpa melihat siapa yang menelpon rio menjawab.


"halo,,rio menjawab dengan malas,


"halo mas rio ini gina"


seperti tersambar petir rio memperbaiki duduknya,merapikan rambutnya serta pakaiannya,sampai rio lupa menjawab sapaan gina,


"halo mas rio,"gina kembali menyapa rio


tapi rio masih sibuk merapikan diri,sampai lupa menjawab sapaan gina.


karna rio tidak menjawab gina mematikan telponnya,mendengar suara terputusnya sambungan telpon rio baru tersadar,


"bodoh,bodoh,bodoh",


rio mengutukki dirinya sendiri.


"kenapa gue jadi bodoh begini,gina kan nggak bisa ngeliat gue,kenapa gue sibuk memperbaiki penampilan,bukannya menjawab sapaan gina,jadi diputuskan.


bodoh,bodoh!!!!


rio melepar hpnya ketempat tidur,melampiaskan kekesalannya.


Sedangkan gina,terlihat memandangi ponselnya,


"kenapa mas rio hanya diam saja,tidak menjawab sapaan gue,apa mas rio tidak suka gue telpon"


gina bicara sendiri,


"gue telpon lagi aja ya,tapi kalau mas rio jadi marah gimana"?


telpon,enggak,telpon enggak sambil menghitung jari-jarinya,


saat gina sedang sibuk menghitung jari-jarinya,ponsel yang ada ditangannya tiba-tiba berbunyi,karna terkejut gina hampir saja menjatuhkan ponselnya.


gina melihat nama yang tertera di ponselnya


"mas rio nelpon gue," dengan cepat gina menggeser tombol jawab,


"Halo mas rio,"


"kamu kenapa tadi nelpon mas"rio bertanya dengan cepat.


"enggak ada apa-apa ko'mas,"

__ADS_1


"trus kenapa nelpon malam-malam,kamu tau tidak ini sudah jam berapa,ini sudah hampir tengah malam,ini waktuya istirahat,"


rio bicara tanpa titik,tanpa koma.


"maaf mas,kalau gina sudah mengganggu waktu istirahat mas rio,gina cuma rindu mas rio,"gina langsung memutuskan sambungan


telpon.


Gina menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur,


"mikir apa sih gue,sampai bilang rindu sama mas rio,pasti mas rio sedang menertawakan gue sekarang,"


gina nemukul mulutnya sendiri,


"dasar mulut tidak tau sopan santun",


gina menarik selimutnya,mencoba untuk tidur


tapi gina baru tertidur saat hampir subuh.


Berbeda jauh dengan gina yang merutuki dirinya karna telah mengatakan kalau dia rindu,rio malah terlihat sangat senang sampai -sampai rio melompat kegirangan diatas tempat tidur seperti anak kecil.


"gina rindu gue,gina rindu gue,"rio terus mengucapkan kata-kata itu,sambil melompat-lompat,rio pun menyium ponselnya dengan gemas.


benar-benar seperti anak kecil.wibawa seorang rionald sanjaya hilang seketika.


Rio tertidur sambil tersenyum,seakan sedang bermimpi indah.


****


Rio keluar dari kamarnya lalu turun kelantai bawah,wajahnya terlihat bahagia,ardi yang memperhatikan rio dari meja makan menyapa rio,


"kamu menang tender besar ya,"ardi bertanya


"enggak ko'kek,emang kenapa"?


"ah biasa aja kek,setiap harinya rio juga seperti ini",rio tersenyum lagi.


"beda,ini bukan seperti rio yang kakek kenal,"


rio terus tersenyum,sambil memakan sarapan.tidak mempedulikan ucapan ardi Dian yang melihat ardi menatap rio dengan aneh,membuat dian jadi penasaran ,


"ada apa,kenapa kamu memandang rio begitu,"gina bertanya pada ardi.


"kamu lihat aja sendiri,bukannya rio terlihat aneh,dia sarapan sambil senyum-senyum begitu," menunjuk rio dengan dagunya.


Dian ikut memperhatikan rio,lalu dian tersenyum,


" masa kamu tidak tau rio kenapa,rio sedang jatuh cinta,"kamu seperti tidak pernah muda dan jatuh cinta saja,dian menyenggol ardi.


"aku pernah muda,dan jatuh cinta tapi tidak jadi aneh seperti itu," melihat rio yang masih senyum-senyum.


Gina menyenggol tangan rio,


"cie,cie,yang lagi kasmaran sampai senyum-senyum begitu,dian menggoda rio.


"apaan sih nek!rio berangkat kerja dulu",


berdiri dari kursi lalu menyium pipi dian,terus menyium punggung tangan ardi.


"bilang ke surya hati-hati nyetirnya nggak usah ngebut,"


"oke boss,"rio mengakat jempolnya.


"Aku bahagia melihat rio bisa tersenyum begitu,ternyata dedi tidak salah memilih calon istri buat rio,"


"semoga rio bisa selalu bahagia nantinya,ardi menambahkan.


mereka tersenyum bahagia.

__ADS_1


****


Gina terlihat bersiap--siap untuk berangkat sekolah matanya masih terlihat mengantuk,berkali-kali gina menguap,kenapa tidak, dia tertidur disaat hari sudah hampir subuh.


"kamu masih ngantuk?,emang ya kamu tidur jam berapa?,jangan terlalu diforsir belajarnya,


nanti bukanya pintar malah jadi sakit,"


renata menasehati.


"iya ma,tapi gina kan harus belajar ma,dua hari lagi ujian nasional.gina tidak mau mengecewakan yayasan yang telah memberi gina beasiswa penuh.jadi gina ingin lulus dengan nilai terbaik.


"mama bangga sama kamu,kamu itu bukan berasal dari keluarga tidak mampu,malah papa kamu bisa menyekolahkan kamu setinggi apapun dan disekolah manapun yang kamu mau,tapi malah memilih sekolah dengan beasiswa,pergi sekolah pun nggak mau diantar sama supir,malah naik angkot atau bis,"


renata menyium pucuk kepala gina.


"mama kan sudah tau kalau gina tidak ingin


dipandang karna gina anak dari seorang pengusaha sukses dan kaya,gina ingin dipandang orang karna kemampuan gina sendiri,lagian hidup sederhana itu lebih seru bisa bertemu orang yang berbeda setiap hari dan menjadi diri sendiri tanpa harus menjaga image di depan orang lain.


Ketika mereka sedang asik mengobrol sambil sarapan,bi minah datang menghampiri,


"permisi nyonya,non gina sudah ditungguin tuan rio didepan."


Gina terlihat kaget,tapi sekejap kemudian gina tersenyum,


"ma gina berangkat sekolah ya,"gina menyium pipi renata lalu berlari keluar,saat sampai diluar gina melihat surya berdiri didekat pintu mobil,


"pagi mas surya," gina menyapa surya,


"pagi non gina,silahkan non,"surya membuka pintu mempersilahkan gina masuk.


saat pintu mobil dibuka terlihat rio duduk melihat kearahnya,gina tersenyum dengan senyuman terbaik yang dia punya.


"pagi mas rio,"mas rio kenapa menjemput gina,"gina bertanya setelah dia duduk di samping rio.


"bukannya kamu yang bilang kalau rindu sama mas,jadi mas sengaja jemput kamu biar


rindu mu terobati,jadi kamu bisa belajar dengan baik"mas tidak mau karna kamu rindu


sama mas membuat kamu tidak konsentrasi belajar,ujian nasionalkan hanya berapa hari lagi,"rio memberi alasan.


mendengarkan penjelasan rio panjang lebar membuat gina merasa malu,wajahnya merona,kemudian gina melirik rio,


"emangnya mas rio tidak rindu sama gina,"gina bertanya sambil menunduk tidak berani melihat kearah rio.


rio tidak menjawab,sampai berapa menit kemudian,


"mas juga rindu,karna mas tau bagaimana rasanya nenahan rindu,jadi mas menjemput kamu,biar kamu tidak merasakan seperti yang mas rasakan."


rio berbicara sangat pelan hampir seperti berbisik,sehingga gina tidak mendengarnya dengan jelas,apalagi gina sedang melamun karna rio tidak menjawab pertanyaanya.


"mas rio bilang apa,gina tidak dengar dengan jelas,"gina bertanya


"tidak ada siaran ulang," rio menjawab dengan kesal.


"susah-susah gue mengumpulkan keberanian,dan bilang gue juga rindu,dianya malah tidak mendengar,"


surya hanya tersenyum melihat dua sejoli yang sedang jatuh cinta itu,tapi tidak berani untuk mengakuinys.


"dasar anak muda jaman sekarang,malu-malu kucing,"


padahal surya juga termasuk masuk anak muda jaman sekarang,usianya tidak berbeda jauh dengan rio malah lebih muda satu tahun dari rio,dasar tidak tau diri,berarti dia juga mengatai dirinya sendiri.😃😃


Bersambung...


****


Terimakasih sudah membaca,terus ikuti jangan sampai ketinggalan,tinggalkan like serta kritik dan saran di kolom komentar,itu sangat berarti.

__ADS_1


__ADS_2