
Anya Soraya nama seorang gadis yang mengutamakan pendidikan ini merupakan gadis yang cantik, cuek, dan pintar. Ia berkuliah di salah satu kampus swasta ternama di kotanya. Banyak mahasiswa di kampusnya yang tertarik dengan dirinya, namun ia tak memperdulikan sama sekali. Baginya lelaki itu sama saja yang hanya bisa membuat para wanita terbang melayang, namun akan dihempaskan begitu saja disaat mereka bosan. Oleh sebab itulah Anya tak ingin mengenal yang namanya cinta.
Meskipun ia sudah disibukkan oleh kegiatan kampusnya, ia tetap harus bekerja untuk kelangsungan hidupnya dan juga untuk membiayai urusan pendidikannya juga.
***
Anya POV
Teeet.. Teeett.. Teeett..
Lagi-lagi alarm telah membangunkanku di pagi hari dan sudah waktunya aku harus mempersiapkan diri untuk rutinitasku sebagai mahasiswi di pagi hari. Ingin sekali rasanya istirahat sebentar lagi. Mengapa waktu begitu cepat? Aku tak bisa meneruskan tidurku lagi, ini sudah waktunya aku untuk mandi dan bersiap-siap ke kampusku.
Aku segera mengambil handukku dan bergegas menuju ke kamar mandi. Tak membutuhkan waktu yang lama untuk mandi, selesai mandi aku segera memilih pakaian yang akan kukenakan untuk ke kampus.
"Lebih baik aku pakai ini saja."
Aku mengambil kemeja tosca dan celana jeansku dari lemari pakaianku. Semoga hari-hariku tidak menyebalkan.
Sekiranya persiapanku selesai, aku segera bergegas berangkat ke kampus menggunakan sepeda motor milikku. Hanya motor inilah yang menemaniku kemanapun aku pergi. Motor ini ku beli dengan uang hasil kerjaku agar mempermudah aku pergi kemanapun tujuanku.
***
Sesampainya di kampus
"Nyanya.." Terdengar suara seorang wanita memanggil Anya kala itu dengan suaranya yang keras.
'Aku bisa menebak suara siapa itu' Gumam Anya dalam hati sambil mencari asal suara itu memanggil dirinya.
"Eh Dina.." Sapa Anya kepada sahabatnya yang bernama Dina itu.
__ADS_1
"Ada berita update nih di kampus" Dina terlihat sangat antusias sekali untuk bercerita kepada Anya.
"Apa lagi? Pasangan baru? Mahasiswa baru?" Anya terlihat meledek Dina.
"Aku serius kali ini."
"Memang sejak kapan kamu tidak serius dalam menggosip?"
"Pagi-pagi gini malah sudah menyebalkan kamu" Dina mulai memanyunkan bibirnya.
"Oke oke, apa berita hangatnya Dina si tukang gosip?"
"Lebih tepatnya aku bukan tukang gosip, aku menangkap gosip-gosip terbaru yang hanya kubagikan padamu."
"Terserah kamu saja. Lalu?"
"Kamu tahu akan ada dosen pengganti sementara mata kuliah Matematika Bisnis?"
"Dosennya sangat tampan dan terlihat muda. kau akan tahu deh nanti. Kita kan hari ini ada mata kuliah matematika bisnis. Aku tidak sabar ingin melihat ketampanannya."
***
Anya POV
Dina sahabatku dari kami SMA, dia tahu semua mengenai permasalahanku dari dulu hingga sekarang. Dia tahu semuanya dari masalah keluargaku, pendidikanku, bahkan kerjaanku.
Ketika itu saat orang tuaku memutuskan untuk berpisah dan mereka memiliki keluarga baru masing-masing, aku seperti tak di anggap. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk pergi dari rumah itu karena aku yang sudah muak melihat tingkah mamaku yang selalu menyalahkanku. Semenjak ada lelaki itu aku selalu di marahin, bahkan ia sampai berani bermain tangan padaku. Itu kejadian ketika aku SMA. Dina yang mengetahui hal itu, segera membujuk orang tuanya untuk membantuku. Aku pun memang sudah dekat juga dengan orang tua Dina. Bahkan aku tidak boleh memanggil mereka dengan sebutan om dan tante, melainkan aku harus memanggil mereka mama dan papa. Ketika aku memutuskan untuk pergi dari rumah, keluarga Dina lah yang membiarkanku untuk tinggal di rumah mereka hingga aku lulus SMA. Ketika aku memasuki kuliah, aku memutuskan untuk mencari kos-kosan karena tak mungkin aku terus-terusan tinggal disana. Aku tak ingin merepotkan mereka semua.
Demi bisa hidup di kos dan juga bisa kuliah aku harus bekerja di salah satu bar di kotaku. Aku bekerja sebagai LC disana yang dimana aku harus menemani para lelaki kesepian untuk minum, berdansa, bernyanyi. Tempat kerjaku bukan khusus untuk tempat dugem saja, disana juga ada tempat karaoke untuk tamu yang ingin bernyanyi ria. Pekerjaanku ini hanya diketahui Dina, orang tuanya tidak tahu. Aku tak ingin memberitahunya, takut mereka akan khawatir dengan keadaanku yang bekerja sebagai wanita penghibur.
__ADS_1
***
Dikelas
Anya dan Dina duduk bersebelahan, karena mereka satu jurusan dan juga satu kelas pula.
"Itu dosennya" Mata Dina berseri-seri ketika melihat seorang lelaki tampan yang memasuki ruang kelas mereka.
Anya hanya melihat biasa saja tak seperti mahasiswi lain yang terkagum-kagum melihat dosen tersebut.
"Selamat pagi semuanya. Hari yang cerah bukan?" Sapa dosen tersebut dengan ramah.
"Pagi pak.." Sapa seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kelas tersebut.
"Perkenalkan nama saya Arya Bramasta. Saya disini akan menggantikan sementara dosen kalian pak Yudi untuk mengajar disini. Dikarenakan ia harus cuti dalam beberapa saat ini."
Setelah dosen itu memperkenalkan dirinya, ia mengabsen anak-anak yang ada di kelas tersebut satu per satu.
"Karena ini hari pertama saya mengajar disini, kita akan belajar santai dulu saja ya, yaa sebagai tanda perkenalan kita." Kata Arya dengan senyumannya yang manis.
Semua mahasiswa dan mahasiswi disana pun menyetujuinya. Walau santai cara belajarnya, semuanya tetap memperhatikan dosen itu dengan seksama.
"Nya.. Sepertinya dosen itu memperhatikanmu terus." Dina berbisik pada Anya dengan pelan.
"Perasaanmu saja. Aku saja tidak merasa." Anya menjawab dengan cuek sambil meneruskan tulisan catatannya.
"Kamu ini tidak asik, tidak peka." Gerutu Dina.
Pelajaran pada hari itu berjalan dengan lancar. Hingga jam mata kuliah pun selesai.
__ADS_1
"Baik anak-anak waktu kita sudah habis untuk belajar. Bersiap-siaplah untuk kembali ke tmpt tinggal kalian masing-masing." Arya mengakhiri mengajarnya di kelas itu.
'Akhirnya pulang juga. Aku bisa kembali beristirahat kembali di kosanku yang nyaman.' Anya membereskan buku-buku kuliahnya dan tak sabar untuk kembali pulang.