Wanita Penghibur

Wanita Penghibur
Part 50


__ADS_3

"Muffin, maafkan aku."


Cam menoleh ke arah Fan Ny yang berbaring di sisinya. Mereka sudah tiba di rumah dan sedang beristirahat di kamar. Butuh waktu beberapa lama bagi Cam untuk menenangkan Fan Ny yang terus menangis. Cam sungguh menyesal karena tidak mencari Fan Ny lebih awal. la malah mengobrol bersama beberapa kolega sebelum kemudian teringat pada Fan Ny. Cam pun tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menenangkan seorang gadis yang sedang menangis. Cam hanya bisa memeluknya.


"Minta maaf untuk apa?"


"Aku pasti menyusahkanmu. Semua orang tahu aku seorang wanita penghibur."


"Aku sudah terbiasa menghadapi gunjingan orang. Ini bukan kali pertama. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku."


"Tapi...."


"Fan Ny, kesulitanmu akan menjadi kesulitanku juga. Masalahmu adalah masalahku juga. Jika kau terpuruk, aku akan berada di sisimu untuk menopangmu hingga kau bisa berdiri lagi. Tak perlu merasa bersalah.


"Tapi aku takut Muffin akan mengalami kesulitan karena masa laluku.


"Jika memang itu yang terjadi, apa kau akan meninggalkanku?"


"Tidak."

__ADS_1


"Kalau begitu, kita tinggal menghadapinya bersama." Cam memeluknya lebih erat. Fan Ny merasakan kehangatan yang membuatnya tenang. Betapa pun Fan Ny ingin mengabaikan hal itu, ia tidak bisa. la memiliki firasat badai akan datang menghadang mereka setelah ini.


***


Dugaan Fan Ny benar. Badai pertama datang beserta ombak dan angin kencang. Karena pernyataan pria itu di pesta tempo hari, gosip yang merebak di masyarakat kalangan atas mengenai masa lalu Fan Ny bergerak ke arah yang mengkhawatirkan. Skandal besar itu mengancam kestabilan saham di perusahaan Cam. Perusahaan yang sudah susah payah dibangun Cam terancam bangkrut. Beberapa investor hengkang karena gosip yang melibatkan Cam. Bahkan, rencana pernikahan Cam dan Fan Ny pun ditunda karena Cam tidak bisa memusatkan pikirannya selain menyelamatkan perusahaannya. Ivy tersenyum melihat berita tentang goyangnya bisnis Cam di koran. la sangat puas. la dan Catherina yang mengambil andil paling besar dalam menyebarkan gosip dan ia sangat puas dengan hasilnya. "Lihat apa yang terjadi jika kau mengabaikan peringatanku," bisiknya lalu menutup surat kabar yang sedang dibacanya. Ivy yakin Cam akan jera dan segera meninggalkan Fan Ny. Setelahnya, ia akan menghibur Cam.


Sementara itu, Fan Ny merasa bertanggung jawab. la tahu semua yang terjadi merupakan kesalahannya. Namun, Cam tidak menyinggungnya sama sekali, malah selalu berusaha menutupi kesulitannya, selalu meyakinkan Fan Ny bahwa semuanya baik baik saja, padahal kenyataannya tidak.


Kunjungan Bibi Bell hari itu pun semakin menambah kekacauan. Bibi Bell awalnya tidak terlalu memikirkan gosip itu. Namun, ketika kabar angin yang berembus semakin kencang, Bibi Bell terpaksa bertindak tegas.


"Aunty tahu kau mencintainya, tapi kenapa kau mencari pasangan yang berasal tempat seperti itu?" ujar Bibi Bell penuh kekecewaan. Mereka berbicara di ruang kerja Cam. Fan Ny mencuri dengar dari ambang pintu yang terbuka.


"Aunty tahu dia gadis yang baik, tapi masyarakat di luar sana tidak menganggapnya demikian. Kau harus melakukan sesuatu pada hubunganmu."


"Jika Aunty memintaku untuk melepaskannya, tidak akan pernah."


"Cam, kau sudah dewasa. Kau seharusnya bisa menilai mana yang baik untukmu dan tidak."


"Dan, aku sudah cukup dewasa untuk memilih siapa yang kuinginkan."

__ADS_1


"Cam ...." Bibi Bell sungguh sedih melihat keteguhan Cam. la ingin keponakannya ini bahagia, tetapi ia tidak tahan melihatnya dihujat orang. "Mengapa aku harus peduli dengan omongan orang-orang? Aku yang menjalani hidupku sendiri, bukan mereka."


Pertengkaran itu membuat Fan Ny merasa bersalah. la sudah menghancurkan Cam dan merenggangkan hubungan Cam dengan Bibi Bell. Malam itu, ketika mereka makan malam, Fan Ny sudah tidak bisa menanggung rasa bersalah yang menghimpitnya. la segera meluapkannya.


"Ini salahku."


Cam berhenti makan. "Untuk kesekian kalinya, itu bukan kesalahanmu, Fan Ny."


"Seharusnya Muffin tidak menyewaku sejak awal."


"Jangan berkata omong kosong. Aku tidak menyesal sama sekali."


"Tapi...."


"Fan Ny, aku tidak ingin bertengkar denganmu karena masalah ini. Aku bisa mengatasinya. Masalah perusahaanku ataupun gosip itu," tegas Cam.


Fan Ny terdiam menatap tangannya yang gemetar. Hatinya tersayat. Tapi kau bilang, kita akan menghadapi setiap masalah bersama. Lalu, mengapa sekarang kau mengabaikan bantuanku dan memutuskan menanggung semua beban itu seorang diri?


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2