Wanita Penghibur

Wanita Penghibur
Part 43


__ADS_3

Fan Ny tidak ingat bagai mana cara nya ia bisa tiba di kamar. Semua nya te rasa kabur sejak ia ke luar dari kamar hotel dan di antar pulang oleh orang-orang suruhan Gaston. Peng huni rumah Cam seperti nya tidak tahu-menahu apa yang ter jadi karena ekspresi me reka biasa saja ketika Fan Ny pulang.


Sekarang, Fan Ny duduk di tepi ranjang dengan perasaan ber kecamuk. Benak nya masih mem per tanya kan kebenaran fakta yang baru saja di ketahui nya. Fan Ny tidak pernah me mikir kan bahwa ia bukan lah anak kandung ayah nya. Ia hanya sempat me mikir kan me ngapa ayah nya tega dengan darah daging nya sen diri. Namun, kecurigaan itu musnah begitu ia men dengar kisah teman-teman nya di asrama Madame Jasmine yang lebih tragis. Bahkan, Miranda tidak me miliki orang tua.


Jika memang ia me miliki orang tua kandung, di mana mereka sekarang? Apa kah mereka me rindu kan nya? Apa kah selama ini mereka men cari nya? Fan Ny sungguh ingin mengetahui dan ber temu mereka.


Gaston Scott jelas me miliki jawaban nya. Namun, pria itu menawar kan kesepakatan licik sebagai ganti nya. Fan Ny tidak mau me nikah dengan pria itu.


Sebenar nya siapa dia dan apa hubungan nya dengan orang tua kandung Fan Ny? Gaston Scott ter lihat seperti pria baik-baik dari penampilan nya. Lalu, mengapa dia mem beri kan syarat yang sulit? Jika memang ber niat mem bantu, me ngapa tidak me ngata kan tanpa embel-embel yang aneh.

__ADS_1


Jangan-jangan dia me mang mafia dan meng incar Fan Ny untuk me meras orang tua kandung nya? Atau, sebenar nya pria itu ber bohong? Semua nya sungguh mem bingung kan! Fan Ny harus men cari jawaban nya sen diri.


Fan Ny me lonjak men dengar suara derit pintu. Me lihat dengan sock Cam di ambang pintu, ia sontak ber diri. Tuhan, la sungguh me lupa kan Cam! Jantung nya se akan jatuh ke perut me lihat perban di kepala Cam.


"Muffin!"


Cam lebih dahulu meng hampiri nya meski pun dengan langkah terseok.


"Syukur lah." Cam men desah berat, mengejutkan Fan Ny ketika ia di tarik ke dalam pelukan nya. "Ku kira aku akan kehilangan mu. Maaf karena aku tidak bisa ber buat apa-apa saat kau di bawa oleh mereka."

__ADS_1


Fan Ny di peluk dengan erat hingga kesulitan ber napas tidak mengeluh, justru me rasa bahagia. Meng hirup bau tubuh Cam sungguh menenangkan dan mengetahui bahwa pria ini meng khawatir kan nya, mem buat nya bahagia.


Cam men jauh kan Fan Ny hingga se jauh jangkauan tangan nya. Ekspresi nya sangat serius. "Apa mereka melukai mu? Aku akan me nuntut siapa pun yang memerintah kan orang-orang itu untuk menculik mu."


"Mereka tidak me lakukan apa pun pada ku. Mereka bahkan tidak menyentuh ku. Yang mereka lakukan hanya ber diskusi dengan ku,"jelas Fan Ny menenang kan Cam.


"Apa kau me lihat wajah penculik nya? Bagai mana cara nya mereka me lepaskan mu? Apa yang mereka inginkan dari mu?" tanya Cam khawatir.


"Jangan pikirkan lagi." Fan Ny menghentikan pertanyaan Cam dengan merangkul nya. "Bukan kah yang penting aku selamat? Sekarang, lebih baik Muffin istirahat. Muffin ter lihat lelah." la mem bimbing Cam ke kamar nya.

__ADS_1


Ber sambung ....


__ADS_2