Wanita Penghibur

Wanita Penghibur
Part 17


__ADS_3

Cam tidak mendengar Fanny bicara lagi sejak ia membawa gadis itu pergi dari kantor yang juga menjadi tempat tinggal nya. Kini, mereka duduk berdampingan di kursi belakang mobil yang tengah melaju kembali ke rumah. Fanny duduk dengan kaku di sisi nya. Gadis itu berusaha tampak tenang, tetapi tidak berhasil. Cam bisa merasakan ketakutan nya dengan jelas.


Apa yang membuat nya takut pada ku? Cam membatin.


Sejak melihat Fanny masuk ruangan dan membuktikan bahwa gadis itu berkata jujur tentang pekerjaan nya, Cam memang merasa kesal. la sebal karena membiarkan Fanny memilih pekerjaan itu. Seandai nya mereka bertemu lebih awal, Cam yakin bisa mencegah Fanny menjadi seorang wanita penghibur. la juga kesal karena pengakuan Fanny bukanlah kebohongan. Dan, ketika melihat Fanny berdiri di hadapan nya, Cam merasa ingin menghajar siapa pun yang membuat Fanny berada di sini serta ingin cepat-cepat membawa nya pergi sehingga tanpa sadar memperlihat kan kemarahan nya pada Fanny.


Apa mungkin karena itu? Cam harus mengatakan sesuatu agar Fanny tidak salah paham dengan sikap nya.


"Bagaimana kabar mu, Fanny Blair?" Fanny tersentak, menoleh pada nya dengan cepat, lalu buru buru menatap tangan nya. "Aku baik."


Cam mengeryit, tidak suka dengan reaksi nya Fanny. "Tidak kah kau ingin bertanya atau mengatakan sesuatu?" Cam berharap Fanny akan penasaran bagaimana Cam bisa berada di kantor itu dan menyewa jasa nya.


"Ah, ya. Terima kasih."


Itu bukan jawaban yang di harapkan nya. "Mengapa kau berterima kasih?"

__ADS_1


"Jika boleh jujur, sebenar nya aku senang orang yang menyewa ku untuk pertama kali adalah Anda, Cam. Dan, aku juga lega akhir nya bisa pergi dari tempat itu tanpa harus mengkhawatirkan keamanan ku apabila tidak ingin kembali ke sana. Karena itu, aku menganggap Anda sebagai penyelamat ku."


Pernyataan yang tidak terduga lagi. Dari kata-kata nya, la menyimpulkan Fanny tidak menyukai status sebagai wanita penghibur. Cam senang mendengar nya.


"Kalau begitu, berada di sana bukan lah keinginan mu?"


"Itu sesuatu yang terlalu awal untuk di jelaskan."


Baiklah, Cam paham. Ia tidak akan menekan Fanny untuk bercerita tentang diri nya. Selain itu, Fanny benar, sekarang masih terlalu awal untuk saling menceritakan masalah masing-masing. Waktu mereka masih panjang.


"Bagaimana bisa Anda menemukan ku?"


Cam menoleh. Akhir nya, Fanny menanyakan hal yang ingin ia dengar. "Aku tidak sengaja. Sebenar nya, aku tidak bermaksud mencari mu karena aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan sebelum nya."


"Anda tidak percaya aku seorang...." Fanny tidak melanjutkan. Untung saja Cam berhasil menjaga ekspresi nya tetap datar. la tidak mau memperlihat kan bahwa ia malu karena sebelum nya menuduh nya berbohong.

__ADS_1


"Aku datang ke tempat mu karena menurut teman ku, tempat mu merupakan tempat terbaik untuk mendapatkan... yah kau tahu. Aku tidak sengaja melihat foto mu dan memutuskan memilih mu."


"Mengapa?"


"Mengapa?" Cam terkejut. "Karena, kau satu-satu nya gadis yang ku kenal. Jika aku harus memiliki seorang wanita, aku ingin yang telah ku kenal."


Cam tidak berani menoleh. Ia tidak mau melihat ekspresi Fanny. Namun, tetap saja mata nya melirik ke samping, dan melihat gadis itu tersipu.


"Mengapa Anda membutuh kan wanita simpanan?"


Cam memalingkan pandangan ke luar jendela. Pertanyaan itu membuat nya kembali teringat pada Fiona berikut rasa sesak yang masih kerap menyiksa nya setiap menyadari bahwa wanita yang paling di cintai nya telah pergi.


"Aku hanya tidak ingin lagi hidup seorang diri."


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2