
Ada kertas diberi perekat
Kertasnya putih dalamnya hangat
Selamat membaca wahai sahabat
Semoga harimu selalu semangat.
***
Dari mana dia mengetahui nya?
Fan Ny se olah-olah di sambar petir men dengar nya. la me lirik ke sekitar dengan gelisah. Syukur lah orang-orang tidak me merhati kan mereka.
"Dari mana kau...." Per kataan Fan Ny ter potong.
"Kenapa?" potong Ivy sinis. "Kau penasaran karena aku mem bongkar kedok mu yang kotor itu? Kau takut aku akan mengatakan nya pada Cam? Karena itu, enyah lah se belum aku me ngungkap jati diri mu dan mem per malu kan mu seumur hidup. Kau me rayu Cam, bukan? Kau me makai cara kotor untuk me raup harta milik nya. Sungguh rendahan. Kau merasa diri mu sem purna? Kau ter lalu per caya diri. Kau bahkan tidak lebih cantik dari kak Fiona. Wanita seperti mu tidak pantas ber sanding dengan Cam!"
"Lalu kau merasa diri mu pantas?" tanya Fan Ny sarkastik.
"Apa?" tanya Ivy bingung.
__ADS_1
"Kau pikir aku tidak tahu? Jangan pikir hanya kau saja yang bisa mem buka rahasia ku dan meng ancam ku. Aku tahu, kau me ngatakan semua ini karena se benar nya kau ingin me miliki Cam, bukan begitu?"
"Kau....." Ivy tidak bisa ber kata-kata.
"Kau tidak perlu menyembunyikan nya lagi. Aku tahu kau sebenar nya me mendam perasaan untuk Cam."
"Berani nya kau...! Aku..., tidak...."
"Semakin kau men coba menyangkal nya, semakin aku yakin kau memang men cintai Cam. Dan, kau menuduh ku memanfaat kan Cam? Coba lihat diri mu sendiri. Kau memanfaat kan kenangan kakak mu untuk men dekati nya. Karena itu, kau menimpa kan ke putus asa an mu karena tidak bisa me miliki Cam ke pada ku. Jika kau me laku kan nya, kau hanya akan ber akhir menyedih kan."
Ivy me ngumpat sejadi-jadi nya. Dengan di liputi kemarahan, ia men jambak rambut panjang Fan Ny. Orang-orang yang me lihat nya ter kejut. Mereka ber ada di tengah trotoar sehingga me narik per hatian banyak orang. Fan Ny me ringis ke sakit an, tetapi itu tidak ber tahan lama. Ia sudah di bekali dengan ke mampu an bela diri oleh Madame Jasmine sehingga mudah bagi nya untuk mem bekuk Ivy. Keadaan men jadi ber balik. Ivy merengek kesakitan ketika Fan Ny me miting tangan nya ke belakang punggung.
Fan Ny tak meng indah kan nya. Ia ber bisik tepat di telinga Ivy penuh peringatan. "Se belum aku me lepas kan mu, ingat kata ku baik-baik. Jangan pernah menyinggung tentang kakak mu di depan Cam lagi. Jika kau me laku kan nya, aku akan me matah kan tangan mu."
Ivy ter dorong beberapa langkah ketika ia di bebas kan. la ber balik dengan murka pada Fan Ny. Mulut nya ingin sekali me maki gadis itu, tetapi lidah nya kaku. Tangan nya yang gemetaran dan sakit men cegah nya me lontar kan kemarahan nya. Ia hanya me natap punggung Fan Ny sambil menggertak kan gigi. Aku tidak akan me lupa kan ini. Aku akan mem balas nya!
To be continue ....
Budidayakan setelah membaca, like dulu atau bisa juga sebelum membaca. Aku tahu, author tidak ada artinya tanpa pembaca, dan sebaliknya, jadi ayo bekerja sama saling memberi kesenangan.
JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITA YANG LAIN YA, HEHE.
__ADS_1
I'm Pregnant : Rayhan & Lisa (42 Episode : END)
I Hate You : Felix & Hanna (61 Episode : END)
Pasutri Gaje : Haris & Jasmin (94 : END)
Wanita seratus ribu : Wilson & Veila (81 : END)
Suamiku Jenderal : Chandra & Nadia (188 : END)
Menikahi Bad Boy : Azri & Widya (100 : On Going)
Tiba-tiba dilamar : Caesar & Alfira (51 : On Going)
Memories : Bagas & Raline (21 : On Going)
Dan jangan lupa juga, follow, hehe, terima kasih.
__ADS_1