
...Ada kertas diberi perekat...
...Kertasnya putih dalamnya hangat...
...Selamat membaca wahai sahabat...
...Semoga harimu selalu semangat....
...W.A.N.I.T.A P.E.N.G.H.I.B.U.R |31|...
Ber belanja bukan kegiatan yang menyenang kan bagi Fan Ny. Namun, kali ini ia sangat me nikmati karena me lakukan nya demi Cam. Pria itu yang menyuruh nya. Ber beda dengan uang yang di beri kan Tuan Scott yang di tinggal kan nya di asrama, Fan Ny dengan senang hati mem belanja kan uang yang di berikan Cam. la meng anggap nya sebagai upah se telah be kerja.
Fan Ny sudah mem beli be berapa pasang baju dan sepatu. Hal ter akhir yang di butuh kan nya adalah make up dan gaun malam. Cam me ngata kan malam ini mereka akan meng hadiri undangan makan malam Bibi Bell. Fan Ny sedang asyik me milih foundation dan pe warna bibir saat seseorang ber seru.
"Lihat siapa di sini, Nona Blair!"
Austin menyapa Fan Ny dengan heboh. Fan Ny mengerjap me lihat pria itu di sana. Apa yang di laku kan se orang pria di toko kosmetik?
"Austin, apa yang kau laku kan di sini?" tanya Fan Ny mem balas sapaan Austin.
"Meng antar ibu ku. Jangan men cari di mana dia, Nona Blair. Aku tidak mau ibu ku me ngira kau pacar ku atau se macam nya." Austin me nyela Fan Ny yang refleks me ngedar kan kepala ke se keliling. "Padahal aku sengaja bolos kerja untuk kencan dengank pacar ku, tetapi justru di minta ibu ku menemani nya."
Itulah akibat nya jika kau meng abai kan kewajiban mu. Fan Ny dalam hati men dengkus. Ia kemudian me mandang Austin.
Bukan kah dia sudah me ngenal Cam sejak lama? Austin pasti bisa men jawab rasa penasaran nya.
"Austin, apa kita bisa bicara? Ada se suatu yang ingin ku tanya kan tentang Cam." Fan Ny me minta ragu. la ber harap Austin ber sedia. Walau pun sempat ter ke siap, Austin meng angguk. Mereka pergi ke taman tak jauh dari pusat per belanjaan itu agar bisa me ngobrol dengan tenang. Fan Ny men jadi gugup saat mereka duduk ber dua di salah satu bangku taman.
"Begini, kau pasti sudah lama me ngenal Cam. Ada se suatu tentang nya yang mem buat ku penasaran. Aku sudah men coba menanya kan nya pada semua orang di rumah mau pun Aunty Bell, tetapi mereka kompak me nolak men jawab. Ku pikir kau mungkin tahu dan bisa memuas kan rasa penasaran ku."
"Seperti nya aku bisa menebak nya. Tentang Fiona, bukan?" Fan Ny mengerjap. "Bagai mana kau tahu?" Tebakan Austin Carter yang tepat sasaran mem buat Fan Ny lebih gugup lagi.
"Karena hanya Fiona yang telah me ngubah hidup Cam. Baik saat Fiona masuk dalam hidup Cam, mau pun ketika dia pergi meninggal kan nya." Austin me noleh ke Fan Ny. "Apa kau tahu Fiona ada lah istri Cam?" Fan Ny meng angguk dengan kaku.
"Aku tak me nyangka kau sudah mengetahui nya. Apa Cam yang mengatakan nya pada mu?" tanya Austin.
Fan Ny kembali meng angguk. Kali ini berani me mandang Austin.
Kedua mata Austin me lebar takjub. "Hebat. Dia bahkan mengakui nya pada mu? Ku kira dia tidak akan pernah mau mem bahas nya dengan siapa pun." Kini ia me mandang Fan Ny dengan penuh ketertari kan. "Seperti nya, Cam me naruh minat yang besar pada mu. Ter akhir kali aku me lihat dia ter tarik pada wanita, dia men jadi kan wanita itu istri nya," kaya Austin mem beri tahu.
Hati Fan Ny langsung men desir bahagia. Namun, sekarang bukan saat nya untuk me rasa ter sanjung. Ada urusan yang lebih penting. " Austin, apa benar sejak ke mati an Fiona, Cam tak pernah bahagia?"
"Bisa di bilang begitu. Lentera ke hidup an nya seperti mati. Waktu bagi Cam se akan ter henti sejak Fiona me ninggal." Fan Ny me natap tangan nya dengan sedih. Cam pasti sangat men cintai Fiona sampai tidak bisa me lanjut kan hidup tanpa kehadiran nya.
"Cam pasti patah hati di tinggal pergi wanita yang paling di cintai nya," ujar Fan Ny sedih.
__ADS_1
"Sebenar nya, Cam seperti sekarang karena merasa ber salah."
"Ber salah?" tanya Fan Ny kebingungan.
"Apa kau belum tahu bagai mana Fiona me ninggal dunia?"
"Tidak." Apa itu ada hubungan nya?
"Fiona me ninggal dalam ke celaka an mobil. Dan, ke betulan pada hari kelam itu, Cam-lah yang mengemudikan mobil nya."
Apa?! Fan Ny ter paku.
Austin kemudian men cerita kan ke jadian itu. Semua yang d ketahui nya mengenai kronologis ke celaka an yang telah me renggut nyawa Fiona lima tahun lalu. Dari cerita yang di dengar, Fan Ny benar-benar memahami me ngapa Cam tidak pernah bisa ter senyum. Pria itu teng gelam dalam rasa ber salah yang berkepanjangan dan belum bisa diri nya tinggal kan. Cam menimpa kan beban kesalahan yang meng akibat kan hilang nya nyawa Fiona ke atas bahu nya.
Karena kebodohan Cam yang menyalah kan diri dan rasa cinta nya untuk Fiona, hati Fan Ny te rasa sakit. la cemburu, tetapi juga menyesal. Cam tidak seharus nya me nyimpan beban berat itu hingga selama ini. Pantas saja matahari tak pernah lagi terbit di hidup nya. Pantas saja Cam memutus kan hidup sendiri. Cam pasti takut mengulangi kesalahan yang sama.
"Apa kah tidak ada seorang pun yang pernah ber usaha menghibur nya?"
"Kami semua yang me ngenal nya sudah men coba me lakukan nya. Tapi sia-sia saja. Cam me nutup diri untuk urusan hati nya. Cam selalu per caya bahwa jika dia men cintai se seorang, siapa pun itu akan pergi meninggal kan nya."
Jadi, itu lah mengapa Cam selalu sedih jika ada se seorang yang mem beri kan perhatian? Pria itu takut akan mem buat orang itu celaka.
Bodoh, bodoh, pria bodoh! Se seorang tidak akan mati hanya karena dia men cintai mu atau pun kau men cintai nya! Fan Ny me maki Cam dalam hati. Mata nya me mejam rapat dan tangan nya mencengkeram rok nya.
Sekarang Fan Ny tahu mimpi buruk apa yang meng hantui Cam. Pasti berat bagi Cam terus meng ulang mimpi yang sama setiap malam.
"Cam tak mem biar kan diri nya bahagia lagi. Menurut nya tak adil jika ia gembira sementara ia telah me renggut dua nyawa sekaligus."
"Dua nyawa?" Fan Ny tidak mengerti.
"Fiona sedang hamil anak pertama mereka saat kecelakaan itu ter jadi."
Anak....
Fan Ny ter cengang, isak tangis pertama keluar dari celah bibir nya. Tuhan, me ngapa siksaan yang harus Cam lewati begitu berat? Fan Ny tak bisa me nahan air mata nya lagi. la menghalangi mata nya dengan telapak tangan nya. Membiarkan tangan nya basah oleh air mata nya sendiri.
Aku hanya tidak ingin lagi hidup seorang diri.
Tak pernah Fan Ny kira arti kalimat itu begitu dalam. Cam tampak baik-baik saja saat pertama kali Fan Ny me ngenal nya.
Cam ingin di cintai dan men cintai, Cam tak ingin terus sendirian selama sisa hidup nya. Namun, Cam takut akan kehilangan kembali. Karena itu lah Cam men sewa kekasih bayaran. Cam takut ber komitmen.
Aku hanya mem butuh kan tubuh hangat yang bisa ku peluk saat aku akan tidur. Untuk me wujud kan nya tidak perlu dengan kekasih sungguhan. Ter lalu me repot kan.
Fan Ny mengira Cam hanya ingin ber main-main. la merasa ber salah me ngetahui kenyataan bahwa Cam ter nyata pria yang sangat setia. Hingga saat ini, Fan Ny yakin Cam masih men jaga hati nya hanya untuk Fiona.
__ADS_1
Dengan itu pula, Fan Ny menyadari kesempatan nya untuk di cintai Cam sudah pupus. Sekarang, Fan Ny mengerti mengapa Miranda melarang nya untuk tidak jatuh cinta pada Cam. Rasa nya sakit sekali saat mengetahui cinta mu tidak akan ter balas bahkan sebelum sempat di ungkap kan.
Austin mengangsurkan sapu tangan pada Fan Ny.
"Jangan putus asa sebelum men coba. Aku tahu kau gadis baik. Niat mu untuk mem buat Cam kembali bahagia pasti akan ber buah hasil."
"Bagai mana kau tahu aku ingin mem buat Cam kembali bahagia?" tanya Fan Ny di sela isak tangis nya.
"Bukan kah itu alasan kau ber tanya tentang Fiona pada ku?" Austin menyungging kan senyum.
"Tapi aku hanya seorang wanita simpanan." Fan Ny ber kata dengan sedih.
"Wanita simpanan betulan tidak akan pernah meng khawatir kan perasaan tuan mereka. Yang di ingin kan nya hanya harta dan perhatian. Aku yakin kau bisa mengembali kan senyum Cam kembali."
Fan Ny ter cenung. Kata-kata Austin memberi nya harapan Apa kah ia me miliki kesempatan untuk men cintai Cam dan di cintai oleh nya?
TO BE CONTINUE ....
Fan Ny dan Cam sangat ingin dicintai dan mencintai. Namu naasnya, Fan Ny hanya seorang comfort women, dan Cam yang tidak bisa lepas dari belenggu masa lalunya.
Budidayakan setelah membaca, like dulu atau bisa juga sebelum membaca. Aku tahu, author tidak ada artinya tanpa pembaca, dan sebaliknya, jadi ayo bekerja sama saling memberi kesenangan.
JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITA YANG LAIN YA, HEHE.
I'm Pregnant : Rayhan & Lisa (42 Episode : END)
I Hate You : Felix & Hanna (61 Episode : END)
Pasutri Gaje : Haris & Jasmin (94 : END)
Wanita seratus ribu : Wilson & Veila (81 : END)
Suamiku Jenderal : Chandra & Nadia (188 : END)
Menikahi Bad Boy : Azri & Widya (99 : On Going)
Tiba-tiba dilamar : Caesar & Alfira (50 : On Going)
Memories : Bagas & Raline (21 : On Going)
Dan jangan lupa juga, follow, hehe, terima kasih.
__ADS_1