
...Ada kertas diberi perekat...
...Kertasnya putih dalamnya hangat...
...Selamat membaca wahai sahabat...
...Semoga harimu selalu semangat....
...W.A.N.I.T.A P.E.N.G.H.I.B.U.R |32|...
Ivy yakin ia per nah me lihat Fan Ny se belum nya. la me nyadari nya ketika dalam per jalanan pulang waktu itu. Hanya saja ia tidak ingat di mana me lihat Fan Ny. la keluar dari restoran setelah ber temu dengan klien sambil me lamun. Bagai mana pun pe mikiran bahwa ia per nah ber temu Fan Ny begitu meng ganjal pikiran nya. la tidak akan ber henti hingga bisa meng ingat nya. "Oh, kau tidak tahu? Mereka itu wanita penghibur"
Itu dia! Ivy me nepuk tangan nya gemas. la me lihat Fan Ny di butik milik Catherina Davis! Tunggu dulu, kalau begitu Fan Ny Blair ada lah wanita penghibur!
Kenyataan konyol apa ini? Cam ber tunangan dengan se orang wanita peng hibur? Ivy sangat marah me ngetahui nya. la tidak akan mem biar kan ini ter jadi. Ia tidak rela kakak ter cinta nya di ganti kan oleh wanita ber status rendah.
Ivy akan me nemui Cam dan bicara pada nya. la meng ambil ponsel dari tas nya hendak me nelepon Cam untuk men gajak nya ber temu. la me nebak Cam belum mengetahui jati diri Fan Ny yang se benar nya karena tidak mungkin ia ber main main dengan wanita dari kelas bawah seperti Fan Ny.
Fan Ny pasti ingin me manfaat kan Cam dan hanya meng incar kekayaan nya saja. Ivy kesal karena tidak ber hasil meng hubungi Cam. Ia ber gegas me nuju mobil nya saat me lihat gadis itu ber jalan menyeberangi jalan ber sama seorang pria. Ivy ter lihat gembira. Me nilik dari banyak nya tas belanja dengan merek dagang ber gengsi yang di bawa nya, Ivy me nebak Fan Ny baru saja me rayu pria malang itu agar mem beli kan nya.
__ADS_1
Sungguh rendah. Fan Ny bah kan tidak hanya me manfaat kan Cam, tetapi pria itu juga! Ivy semakin mem benci Fan Ny.
Ivy men derap meng hampiri Fan Ny begitu pria yang ber sama nya pergi. la tak me medulikan di mana mereka. la langsung mengeluar kan semua unek-unek nya begitu tiba di hadapan Fan Ny.
"Hei, Fan Ny Blair." Ivy me manggil Fan Ny.
Fan Ny me noleh lalu ter senyum. "Oh, Ivy Bailey." "Tinggal kan Cam detik ini juga!"
"Maaf, apa maksud mu?" Fan Ny tak mengerti. Ekspresi polos nya mem buat Ivy muak. "Mengapa aku harus me ninggal kan Cam?"
"Kau harus pergi, kau tidak pantas untuk nya."
"Bukan kau yang menentukan pantas atau tidak nya aku untuk Cam. Karena Cam tidak keberatan, aku tidak akan me ninggal kan nya."
Fan Ny ter tohok. Ivy ter senyum penuh kemenangan. Lihat, karena kau tidak patuh, aku ter paksa mem buka kartu mu.
To be continue ....
Budidayakan setelah membaca, like dulu atau bisa juga sebelum membaca. Aku tahu, author tidak ada artinya tanpa pembaca, dan sebaliknya, jadi ayo bekerja sama saling memberi kesenangan.
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITA YANG LAIN YA, HEHE.
I'm Pregnant : Rayhan & Lisa (42 Episode : END)
I Hate You : Felix & Hanna (61 Episode : END)
Pasutri Gaje : Haris & Jasmin (94 : END)
Wanita seratus ribu : Wilson & Veila (81 : END)
Suamiku Jenderal : Chandra & Nadia (188 : END)
Menikahi Bad Boy : Azri & Widya (100 : On Going)
Tiba-tiba dilamar : Caesar & Alfira (51 : On Going)
Memories : Bagas & Raline (21 : On Going)
__ADS_1
Dan jangan lupa juga, follow, hehe, terima kasih.