Wanita Penghibur

Wanita Penghibur
Part 28


__ADS_3

Fan Ny tidak pernah me rasa kan sakit yang mem buat dada nya se sesak ini. la telah patah hati, bahkan se-belum ia me nyata kan perasaan-nya. Ia tidak percaya dan tidak rela me-ngetahui Cam pernah di miliki wanita lain. Ini-kah penyebab Cam me-mutus kan hidup sendirian? Fan Ny yakin Cam masih belum bisa melupakan mendiang istri nya. Duka men-dalam yang di-rasa-kan Cam mem buat nya selalu bermimpi buruk dan melenyap-kan senyum dari wajah nya.


Apa hanya karena itu? Tidak! Fan Ny yakin ada alasan yang lebih kuat. Apa mungkin ber kaitan dengan penyebab ke-matian istri nya? Lalu, ke mana Fan Ny harus men-cari jawaban nya? Semua pembantu dan pihak ke-amanan di rumah itu menolak memberi-kan informasi. Mereka me lakukan nya demi Cam.


Fan Ny sekarang ber jalan bolak-balik di dapur. la merasa tidak enak. Cam tidak kunjung muncul sejak me-ninggal-kan nya pasca memberi kabar mengejut kan itu. Apa Cam marah karena ia mengacak-acak barang milik istri nya? Firasat nya mengata-kan Cam akan menyudahi kontrak dengan nya. Tidak! Tidak! Tidak! Fan Ny sungguh tidak mau. Apa pun yang terjadi ia tidak mau kembali ke Madame Jasmine.


Ke-munculan Cam yang tiba-tiba mem buat Fan Ny melonjak. Pria itu berkata tanpa basa-basi. "Fan Ny, ke ruang kerja ku sekarang."


Fan Ny me-matung, ter-pana pada Cam yang ber-lalu pergi begitu saja setelah mem beri nya titah mengejut kan. la ke ruang kerja Cam dengan ragu.


...W.A.N.I.T.A P.E.N.G.H.I.B.U.R...


Akhirnya, Fan Ny mengetahui nya. Cam tidak tahu cara men jelas kan tentang Fiona. Cam sadar ia tidak mungkin menyembunyi-kan nya dari Fan Ny selama nya. Ia hanya tidak suka di ingat kan pada insiden yang telah me-renggut Fiona. Cam tidak sanggup mem bayang kan tanggapan Fan Ny setelah juga mengetahui nya, la tidak mau di kasihani.


Namun, bukan hanya itu masalah yang me-risau kan Cam. Melihat Fan Ny me-makai pakaian Fiona tidak hanya mengingat-kan nya pada istri nya, tetapi juga menyadar kan betapa la tidak mem perlakukan Fan Ny dengan baik.


Sebagai penyokong nya, semesti nya Cam me-limpahi Fan Ny dengan pakaian, perhiasan, dan uang, seperti yang biasa di lakukan pria lain terhadap wanita simpanan nya. Namun, Cam me-ngabai-kan kebutuhan Fan Ny yang sudah mengurus nya dengan baik. Cam merasa bersalah. la takjub karena Fan Ny tidak marah. Oleh karena itu, Cam me-manggil Fan Ny.

__ADS_1


"Ini."


"A-apa ini?" Fan Ny me-natap amplop kuning yang di sodor kan Cam pada nya seolah benda itu adalah ular berbisa.


"Se-jumlah cek dan uang tunai untuk mu."


"Apa?" Fan Ny memekik kaget. la ingat kata-kata senior nya jika klien mem beri kan sejumlah uang untuk mu maka itu bisa jadi isyarat bahwa klien akan me-ngakhiri sewa. Apa ini arti nya Cam ingin me-ngakhiri kontrak dan me-ngembalikan nya pada Madame Jasmine? Fan Ny seketika panik dan ketakutan. la sontak ber lutut di depan meja kerja Cam.


"Tolong jangan beri kan aku uang itu. Aku me ngaku ber salah. Aku ber janji tidak akan ber tanya apa pun tentang Fiona. Aku juga tidak akan me-nyentuh barang-barang nya. Aku akan patuh. Aku tidak akan men-campuri urusan mu lagi. Biar kan aku tinggal bersama mu di sini. Aku tidak ingin kembali ke tempat itu." Fan Ny me-mohon hingga nyaris menangis.


Cam terpana. la tidak mengerti dari mana Fan Ny mendapat kesan absurd itu. Apa ia menunjuk kan gelagat akan me-ngusir nya?


"Aku memberi mu uang bukan untuk mengusir mu. Aku ingin kau mengguna kan nya untuk ber belanja pakaian baru."


"Apa?" Kali ini Fan Ny yang tercengang. "Be-belanja?"


"Iya!"

__ADS_1


"Jadi, aku tidak di usir?"


"Tidak. Aku masih me-ngingin kan mu di rumah ini."


"Benar kah? Oh ya Tuhan." Fan Ny benar-benar lega. la jatuh terduduk. la mem benam kan wajah di kedua tangan nya. Bahu nya tampak gemetar.


Astaga, apakah Fan Ny me nangis? Cam salah tingkah. la me-rasa ber salah. Ia tidak ber maksud me-nakuti Fan Ny. la mengulur kan tangan untuk me-nyentuh puncak kepala Fan Ny, hendak me-nenang kan nya. Namun, kemudian di tarik kembali karena Cam tidak tahu apa yang harus ia kata kan untuk meng hibur Fan Ny. Apa kah ia se baik nya me minta maaf atau tidak. la bimbang.


Untung saja Fan Ny tidak terpuruk terlalu lama. Gadis itu membuat Cam ter-lonjak mundur karena berdiri secara men-dadak. Fan Ny me-ngeluar kan tawa yang terdengar aneh. "Terima kasih karena tidak mengusir ku pergi. Aku berjanji akan menjadi anak yang baik."


"Fan Ny ...."


"Kalau begitu aku permisi." Fan Ny tersenyum, membungkuk dan pergi.


Cam tidak bisa melupakan senyum terakhir Fan Ny sebelum pergi. Bukan senyuman tulus seperti yang biasa di perlihatkan nya. Senyum kali ini seperti mata pisau yang me-nyayat hati. Cam hanya bisa diam.


Bersambung ....

__ADS_1


Kasihan juga sama Fan Ny, gara-gara kemakan perkataan senior nya nih. Cam nggak akan balikin kamu kok.


__ADS_2