
Anya Soraya nama seorang gadis remaja dengan paras cantik, seksi dan tinggi namun ia memiliki sifat yang teramat cuek pada orang yang tidak dekat dengannya. Di kampusnya ia dikenal sebagai mahasiswa pintar dan teladan. Namun, dibalik kesempurnaan yang ia miliki siapa sangka ia harus menjalani hidupnya dengan pahit.
Sedari SD ia harus merasakan bagaimana sedihnya ketika orang tua yang ia cintainya harus berpisah dan ia harus ikut dengan ibunya. Ia pikir dengan ia ikut dengan ibunya, hidupnya akan bahagia karena dapat kasih sayang dari seorang ibu yang melahirkannya. Namun semua itu sirna, ketika ia mulai SMA dan ibunya telah menikah lagi dengan lelaki lain. Perhatian ibunya padanya menjadi berkurang, bahkan semenjak itu ibunya mulai berani membentak bahkan main tangan pada anak semata wayangnya itu. Anya merasa tidak tahan diperlakukan seperti itu oleh ibunya sendiri. Pada akhirnya ia memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah dan memutuskan untuk hidup sendiri.
__ADS_1
Beruntungnya, Anya memiliki seorang sahabat yang bernama Dina. Dina merupakan sahabat Anya sedari mereka masih duduk di SMP. Semua keluh dan kesah Anya, Dina tahu semuanya. Anya hanya berbagi keresahan dalam hidupnya hanya pada Dina seorang. Mengetahui Anya yang akan memutuskan untuk pergi dari rumah, Dina pun mencoba membujuk orang tuanya untuk membantu Anya untuk hidup bagaimana pun caranya. Dina sangat khawatir saat itu. Orang tua Dina yang sudah mengenal Anya pula, menawarkan Anya untuk tinggal di rumah mereka dengan alasan untuk menemani Dina di rumah dan mengajarkan pelajaran sekolah. Ya memang Anya murid yang sangat cerdas.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Tak terasa kedua sahabat ini mulai harus menentukan perjalanan selanjutnya setelah kelulusan SMA. Anya ingin sekali melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Ia ingin sekali untuk berkuliah, namun ia masih ragu akan biaya kuliahnya. Namun orang tua Dina selalu menyakinkan Anya untuk tetap dapat berkuliah bahkan mereka mau menanggung biaya kuliah Anya saat itu. Anya semakin merasa tidak enak pada orang tua sahabatnya itu yang terlalu baik padanya. Mereka sudah seperti keluarga sendiri, bahkanya Anya harus memanggil orang tua Dina dengan sebutan mama dan papa, sama seperti panggilan Dina pada orang tuanya.
__ADS_1
Namun siapa sangka jika Anya harus bekerja di sebuah club malam sebagai kupu-kupu malam. Anya harus menjadi wanita penghibur untuk para pria yang kesepian dan membutuhkan belaian seorang wanita muda seperti Anya. Ia mendapatkan pekerjaan tersebut dari seorang teman yang ia kenalan di sosial medianya. Tentang pekerjaan ini hanya Dina yang mengetahuinya, sedangkan orang tua Dina tidak tahu menahu mengenai pekerjaan Anya saat ini. Pada awalnya Dina tidak rela jika sahabatnya harus bekerja di dunia kelam seperti itu, namun Anya terus memaksanya dan terus menyakini Dina bahwa ia akan baik-baik saja. Dengan pasrah dan snagat berat hati, Dina mengijinkan sahabatnya itu untuk bekerja sebagai wanita penghibur.
Di tempat kerja Anya memiliki fasilitas tempat untuk dugem dan juga karaoke di satu tempat yang sama. Namun disana tamunya juga diperbolehkan untuk mengeksekusi para bookingannya di kamar yang sudah di sediakan juga untuk melakukan tindakan lebih lanjut dan lebih dalam. Walau begitu, Anya hanya bekerja sebagai LC yang hanya menemani minum, berdansa, dan bernyanyi saja tidak lebih dari itu. Bahkan untuk dipegang para tamunya saja, Anya sudah pasti menolak. Teman yang memberikan Anya pekerjaan itu pun selalu memperingati Anya untuk tidak melayani tamu dengan eksekusi, ia akan terus memantau Anya walau ia sibuk melayani tamunya. Walaupun wanita itu memberikan pekerjaan tersebut pada Anya, tapi sebenarnya wanita itu baik pada Anya. Ia tidak mau kawannya harus melakukan pekerjaan yang melebihi batas, seperti dirinya. Bukan karena takut tersaingi, hanya saja ia tahu bahwa kawannya ini pun masih menjalani studi belajarnya dan biaya kebutuhan untuk hidup pun tidak terlalu tinggi. Berbeda dengannya yang sudah janda anak 1.
__ADS_1
Anya pun sangat nyaman berteman dengan wanita tersebut di tempat kerjanya karena ia merasa seperti dijagain oleh kawannya tersebut. Walau sebenarnya Anya paham jika ia sudah masuk ke dalam dunia malam, tak ada yang perlu ia takutkan lagi. Ia harus menerima konsekuensi dari apa yang telah ia ambil.