
Karena Bibi Bell yang me ngatur pesta ulang tahun itu, maka tidak ada kata sederhana dalam kamus nya. Segala nya men jadi serba megah dan ber kelas. Fan Ny ter paku ketika turun dari mobil dan me langkah me masuki gedung. Pesta di ada kan di aula luas gedung itu. Semua orang datang dalam balutan baju pesta, tampak ber kilau an dan mewah. Men dadak Fan Ny me rasa gugup. la me lirik gaun nya dan mulai ber pikir ia me makai kostum yang salah. Gaun nya ter lalu sederhana. Ia akan mem per malu kan Cam. Namun, ketika me nyadari gaun yang di pakai nya me rupa kan gaun pilihan Cam, Fan Ny me rasa per caya diri.
"Aku tidak pernah men datangi pesta seperti ini," aku Fan Ny ketika mereka men daki undakan tangga me nuju serambi gedung yang indah.
"Ini pertama kali nya?" tanya Cam sedikit kaget.
Fan Ny meng angguk.
Cam menepuk tangan Fan Ny yang me lingkari lengan nya dengan lembut. "Kalau begitu, tetap lah di sisi ku. Aku akan men jaga mu." la bisa me rasa kan kegugupan Fan Ny yang entah me ngapa mem buat nya geli.
Fan Ny meng angguk dan dengan patuh ber jalan di sisi Cam.
"Kau gugup?"
Kepala Fan Ny meng angguk kaku. Kendati pun tampak seperti akan pingsan, langkah nya be gitu luwes dan anggun. Cam takjub dengan cepat nya Fan Ny menyesuaikan diri. "Apa kau masih bisa ber tahan?"
__ADS_1
Apa Cam ber canda? Mereka baru saja tiba. "Seperti nya."
"Bagus, karena aku akan mem per kenal kan mu pada rekan bisnis ku."
Wah..., aku belum siap! Fan Ny agak panik me nyadari Cam me narik nya meng hampiri be berapa orang pria yang sedang ber kumpul di sudut ruangan, ter larut dalam obrolan ringan dan hangat.
"Tuan Carter." Cam me nyapa tamu pertama nya, Jonathan Carter. "Ah, ini dia laki-laki yang ber ulang tahun. Selamat ulang tahun, Nak," ujar pria itu ramah.
"Terima kasih."
Perhatian Cam dan Fan Ny langsung ber putar ke arah seorang gadis yang ber diri di samping Jonathan Carter. Can mengenali gadis yang sedang ter kesima me natap nya itu. Dia ada lah Paula Carter.
"Lama tak jumpa, Nona Paula Carter."
Paula tampak syok ketika Cam me nyapa nya. Tampak jelas rasa takjub ber campur sesal ber kelebat di mata nya. Paula malu karena dahulu sempat meng anggap remeh dan me nilai Cam hanya dari penampilan nya.
__ADS_1
Cam dengan bangga mem per kenal kan Fan Ny pada mereka. "Per kenal kan, dia Fan Ny Blair. Dia ada lah tunangan ku." Untuk sementara, Cam akan mem perkenal kan Fan Ny sebagai tunangan nya sampai resepsi per nikahan resmi di gelar.
Be gitu men dengar bahwa gadis yang ber diri di samping Cam ada lah tunangan nya, mulut Paula me nganga lebar. Setelah Fan Ny mem per kenal kan diri, Cam lekas me narik nya men jauh. "Siapa dia?"tanya Fan Ny me lihat Cam ter senyum miring.
"Seperti nya kalian me miliki sejarah masa lalu ber sama."
"Jangan khawatir. Dia hanya salah satu dari wanita yang pernah ikut kencan buta dengan ku."
"Lalu, kenapa dia tampak syok begitu?"
"Karena dia sudah menolak ku dan sekarang dia me nyesal." Cam ter senyum. Ia tidak me ngira balas dendam ter nyata bisa se manis ini.
Petualangan Fan Ny tidak ber henti sampai di situ. la di giring hampir me nemui seluruh tamu pesta dan di per kenal kan kepada banyak orang. Fan Ny di paksa harus meng ingat nama mereka dan butuh usaha keras untuk meng hafal nya. Tapi, Fan Ny tidak perlu khawatir, masih ter sisa banyak waktu untuk me ngenali semua kolega dan teman bisnis Cam.
Ber sambung ....
__ADS_1