
Fan ny Blair menatap gorden tipis jendela yang tampak berpendar karena cahaya bulan. Ia tidak bisa tidur. la masih syok pasca di usir Cam. la tahu Cam tidak bermaksud jahat, tetapi hati nya tetap saja sakit. Apa mungkin Cam sudah tidak mengingin kan keberadaan nya lagi?
Bagai mana jika setelah ini Cam memutus kan mengakhiri kontrak dan mengembalikan nya pada Madame Jasmine? Fan Ny tidak mau. la senang di tempat ini.
Fan Ny menepis pikiran buruk nya. Cam tidak akan mengusir nya. Malam ini Cam hanya sedang banyak pikiran dan esok sudah normal lagi.
Karena rasa kantuk tak kunjung datang, Fan Ny memutuskan bangkit dari tidur nya. Tenggorokan nya terasa kering, la mengambil sebotol air mineral lalu meneguk nya. Bahkan, rasa dahaga nya yang hilang pun tidak membuat nya mengantuk. Apa yang harus di lakukan nya? Lebih baik ia kembali saja.
Ketika akan kembali ke kamar, Fan Ny samar-samar mendengar suara merintih dari kamar Cam yang terletak di seberang kamar yang di tempati nya.
Suara apa itu? Penasaran, Fan Ny membuka pintu dan mengintip ke dalam kamar yang remang-remang. Sinar bulan masuk dari jendela kamar yang tidak di tutupi gorden, memberikan Fan Ny penglihatan cukup jelas ke arah ranjang.
Fan Ny terkesiap. Suara aneh itu ternyata datang dari Cam yang tampak gelisah di atas ranjang. Mata nya terpejam, tetapi mulut nya terus mengeluar kan suara rintihan seperti orang yang tercekik dan kesakitan.
Mungkin kah Cam sedang bermimpi buruk?
Fan Ny mendekat. la hendak menyentuh kening Cam ketika secara mengejut kan Cam membuka mata di iringi teriakan histeris dari mulut nya. Fan Ny terkejut setengah mati hingga jantung nya seakan mau copot. Ia terpaku di tepi ranjang sambil mengusap dada. Mata nya tak berkedip menatap Cam yang terengah-engah dengan wajah bersimbah keringat.
"Ada apa? Muffin bermimpi buruk?" tanya Fan Ny khawatir.
Cam seakan tersadar begitu mendengar suara Fan Ny. la menoleh cepat. Menyadari Fan Ny betul-betul berdiri di sisi nya, bahu nya yang sempat tegang melemas. Cam menghela napas lega.
"Ternyata hanya mimpi." Cam berkata lirih. Fan Ny belum sempat menjawab. Tiba-tiba Cam menarik pinggang nya, kemudian memeluk nya.
Sekujur tubuh Fan Ny berubah kaku. Jantung nya melonjak kembali ketika Cam membenamkan wajah ke perut nya. Kegugupan menyerang nya bak banjir bandang. Lutut nya pun mulai terasa lemas bagai jelly. Fan Ny ingin membalas pelukan Cam, tetapi ia bahkan tidak bisa berpikir.
__ADS_1
Pelukan erat Cam yang membuat debaran di dada nya kembali normal. Fan Ny menyadari Cam ketakutan. Dekapan nya untuk mencari perlindungan. Sama seperti tingkah anak kecil yang memeluk ibu nya karena takut.
"Aku berbohong." Cam tiba-tiba berkata dengan lirih.
Fan Ny mendengar Cam berbisik lirih. Suara nya yang rendah dan pilu membuat ulu hati Fan Ny nyeri.
"Aku berkata pada mu bahwa aku ingin tidur sendiri malam ini. Aku yakin aku bisa melewati malam tanpa seseorang di sisi ku. Tapi, aku tidak bisa. Aku kalah. Karena itu ku mohon kembali lah. Temani aku lagi seperti kemarin."
Rasa iba memenuhi relung hati Fan Ny, menimbul kan keinginan kuat untuk memberi kan apa pun agar Cam terbebas dari penderitaan.
Kedua tangan Fan Ny sontak merengkuh kepala Cam.
"Dengan senang hati, aku akan menemani mu. Aku akan membantu mu tidur nyenyak tanpa bermimpi buruk lagi," hibur Fan Ny pelan seraya menyisir kan jemari nya ke helaian rambut Cam yang halus.
Cam mendekap nya lebih erat. Fan Ny tak keberatan walau kelak akan kesulitan bernapas, la rela.
Usapan intens nya di kepala Cam berhasil menenangkan pria itu. Secara perlahan Cam melepas lingkaran tangan nya di pinggang Fan Ny.
Fan Ny duduk di sisi Cam. Ia memandang nya khawatir, Cam enggan mengangkat wajah nya. la mengerti situasi Cam dan tidak akan membahas nya untuk saat ini.
"Apa kau ingin sesuatu? Aku bisa membuatkan nya," tawar Fan Ny.
"Tidak perlu." Cam akhir nya mengangkat wajah.
Fan Ny berusaha tersenyum, tetapi rasa nya sulit sekali terutama setelah melihat raut wajah Cam begitu merana. Alih alih, ia justru ingin menangis.
__ADS_1
"Lihat, kening mu penuh dengan peluh. Jika aku tidak menemu kan Muffin di tempat tidur, aku pasti mengira Muffin habis berlari maraton." Fan Ny mengusap kening Cam yang basah. la mencoba bergurau, tetapi tidak berhasil. Mata nya justru berkaca-kaca.
Air mata bodoh! Jangan muncul sekarang! Fan Ny ingin menghibur Cam, ingin menyenangkan nya, karena itulah yang di lakukan seorang wanita penghibur. Namun, bagai mana ia bisa membuat Cam bahagia jika ia menangis.
Tatapan mereka ber temu. Cam bereaksi melihat bola mata nya basah. Tangan nya terangkat untuk menangkup pipi Fan Ny. Rasa nya dingin. Fan Ny terenyuh dan air mata nya tidak bisa di bendung lagi. Fan Ny membiar kan air mata nya meleleh, membasahi tangan Cam.
"Kenapa kau menangis?" Suara Cam terdengar rendah dan dingin, tetapi sorot mata nya seolah berkata, 'tolong jangan menangis karena aku'.
Bodoh! Fan Ny merasa pedih karena Cam menganggap diri nya sendiri tidak berharga.
"Apa aku tidak boleh menangis?" Fan Ny ber tanya setelah menghenti kan tangis nya.
Jari tangan Cam mengusap air mata di pipi nya dengan lembut. Tindakan kecil itu sungguh menyentuh hati Fan Ny yang rapuh. Cam pun merasakan hal yang sama. Entah siapa yang memulai, Fan Ny sadar mereka sudah begitu dekat. la tidak sempat mengelak, dan tidak akan melakukan nya. la justru memejam kan mata ketika Cam menyatu kan bibir mereka.
Kali ini bukanlah ci***an tanpa persiapan seperti sebelum nya. Ci***n itu lembut dan melibatkan seluruh bagian bibir mereka. Fan Ny tahu benar efek yang di timbulkan nya akan meluluhlantak kan jiwa dan raga nya.
Fan Ny merasa jantung nya meledak. Perasaan suka berhamburan di udara, menyesat kan Fan Ny terhadap hal yang harus dan tidak boleh di lakukan nya.
Seorang wanita simpanan seharus nya tidak perlu memusing kan masalah pribadi tuan nya, itu yang selalu di tekan kan Madame Jasmine. Wanita itu menyuruh semua murid nya agar tidak mencampuri urusan penyokong mereka atau jatuh cinta.
Namun malam ini, Fan Ny menyadari ia melanggar semua larangan itu. Fan Ny mendekap Cam lebih erat.
Maafkan aku, sebagai seorang wanita penghibur seharus nya aku tahu ini sesuatu yang terlarang. Tapi, aku tidak bisa menolak. Aku jatuh cinta pada laki-laki ini.
Bersambung ....
__ADS_1
Siapa yang tidak akan jatuh cinta pada Cam? wajah ganteng, kaya lagi😁