
Ayumi dan Richi sudah mandi. Rambut keduanya sama-sama basah. Ayumi merasa bahagia sekarang karena Richi bersikap manis padanya.
"Tuan, aku harus pamit. Aku harus kembali kerja di Cafe," sahut Ayumi seraya mengeringkan rambutnya dengan hairdayer.
"Tidak boleh! Nanti aku akan menyuruh seketaris Rend untuk menghubungi atasan kamu. Ayumi, kamu harus menemani saya," tegas Richi.
"Tapi jangan sampai malam," kata Ayumi.
"Tergantung." Richi menghampiri Ayumi dan duduk di sebelah Ayumi di tepi ranjang. Richi meraih wajah Ayumi dan mengkecup bibir ranum Ayumi.
"Ayumi, aku lagi galau. Jadi kamu harus menghiburku."
Ayumi dan Richi saling pandang. Kini Ayumi mulai merasakan ada getaran-getaran di jantungnya. Detak jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya.
Kenapa denganku? Kenapa aku jadi gugup seperti ini. Ayumi sadarlah, kamu ini hanya istri simpananm Richi tidak akan mungkin bisa jatuh cinta sama kamu. Duuh... tatapan Tuan Richi membuat aku meleleh.
Ayumi refleks menggigit bibir bawahnya saat di tayap seperti itu oleh Richi. Ekpresi Ayumi membuat Richi gemas. Namun, ia tahan. Richi takut kalau ia mencumbu bibir Ayumi lagi. Richi takut jadi menjalar hingga terjadilah pertempuran panas.
💕💕💕
__ADS_1
Sabrina kesal karena dirinya gagal tidak bertemu dengan Richi. Apalagi saat mendengar Ayumi tidak masuk hari ini. Sabrina semakin curiga kalau Ayumi pasti sedang menggoda-goda Richi.
"Ish... menyebalkan! Pasti si Ayumi lagi bersama Richi. Serakah banget sih dia. Dika dan Richi dia pepet dua-duanya. Lagian Tuan Richi kok bisa tertarik sih sama si Ayumi, bukannya istri dia itu lebih cantik dan lebih seksi," gerutu Sabrina Kesal.
Hemmm!
Rosa sudah tiba di kantornya Richi.
"Rendy di mana Richi?" tanya Rosa dengan seriusnya.
"Maaf Miss Rosa. Saya tidak tahu. Tuan Richi tidak memberitahu saya," jawab seketaris Rend berbohong. Padahal dia mengetahui di mana Richi.
Ya Tuhan... Richi pasti sudah mengetahui kelakuan aku. Pasti Richi mendengar suara dessahann aku dengan pak produser. Richi maafkan aku sayang.
Sementara Ayumi lagi memanjakan Richi. Ayumi saat ini sedang memijit punggung Richi. Richi masih bertelanjangg dada. Tubuhnya masih di liliti oleh handuk. Richi merasa tubuhnya pegal-pegal. Ayumi lupa hari ini dia belum meminum pil kb.
"Yum, pijitan kamu lumayan juga," kata Richi yang lagi tidur tengkurep. Punggungnya terus di pijit oleh Ayumi.
"Selama aku menikah dengan Rosa, dia tidak pernah memijitku seperti ini," ucapnya lagi.
__ADS_1
"Maklum kan dia model," jawab Ayumi enteng.
"Iya kamu benar."
Rosa masih mencari keberadaan Richi. Rosa sama sekali tidak mau kalau dirinya sampai di ceraikan oleh Richi. Bagaimanapun Richi adalah laki-laki yang sangat Rosa cintai.
Setelah selesai memijit. Ayumi kini sedang mengacak-ngacak rambut Richi. Pahaa Ayumi di jadikan bantal oleh kepala Richi.
"Aku tidak pernah di perlakukan ini sama Rosa. Ayumi terimakasih kamu sudah hadir di saat aku sedang merasa kesepian," ucapnya lembut.
"Tuan, aku ini di bayar untuk melayani Tuan Richi. Jadi tidak perlu berterimakasih seperti itu. Cepatlah bosan, agar aku bisa terbebas dari jeratan pernikahan ini," kata Ayumi penuh harap.
"Kalau sikap kamu manis seperti ini mana bisa aku bosan. Yumi, aku kan sudah mengizinkan kamu dekat dengan laki-laki lain. Jadi kamu jangan meminta aku untuk melepaskan kamu. Yumi kamu itu pendiam tapi saat di atas ranjang kamu itu liaar dan hot. Hahaaa... aku suka," kata Richi sembari menyolek pipinya Ayumi.
"Apaan sih," desis Ayumi yang tersipu malu.
Karena itu atas permintaan Tuan bukan. Kalau aku tidak bisa melayani dengan baik. Nanti bisa-bisa aku akan di tuntut..
Tak lama kemudian Richi pun tertidur. Ayumi bisa bernafas dengan lega. Niatnya, Ayumi akan kabur. Ayumi merasa bosan. Ayumi takut kalau Richi kembali menyentuhnya.
__ADS_1
(Bersambung)