
Akhirnya Richi dan Ayumi sudah pelepasan untuk kedua kalinya. Kini Richi maupun Ayumi sudah lelah tapi masih ingin bermain untuk melepas rindu.
"Nanti sayang! Istirahat dulu sebentar," kata Richi.
"Iya Mas!" Ayumi kini dalam dekapan Richi. Keduanya sama-sama merindukan sentuhan hangat.
"Yum, mama dan papa sudah di Jakarta. Bersiaplah sayang. Ketika kita tiba di Jakarta, aku akan memperkenalkan kamu dengan Ibu kepada mama dan papa," ujar Richi seraya membelai-belai puncak rambut kepala Ayumi.
"Benarkan itu Mas?" seru Ayumi.
"Iya. Aku yakin mama sama papa menyukaimu." Richi begitu sangat yakin kalau Tiara dan Reza akan merestui pernikahannya dengan Ayumi. Dan Richi nantinya akan meresmikan pernikahannya di sebuh gedung sesuai keinginan Ayumi.
"Semoga saja Mas! Meskipun aku tidak yakin Mas," kata Ayumi.
"Harus yakin sayang."
Karena sedari tadi tangan Ayumi terus memainkan aset Richi. Pada akhirnya membuat hasraaat Richi kembali memuncak setelah selang 15 menit sudah pelepasan. Terjadilah kembali. Kini Ayumi yang bermain. Ayumi yang di atas. Agresiiifnya Ayumi membuat Richi betah dan merasa beruntung memiliki istri seperti Ayumi.
•Esok Harinya~
__ADS_1
Ayumi dan Richi serta ibu Ningsih sudah tiba di halaman rumah mewah Richi. Ibu Ningsih sudah tidak menggunakan kursi roda. Ibu Ningsih berjalan di tuntun oleh Ayumi.
"Nak, ini rumah suami kamu apa istana?" kata Ibu Ningsih kepada Ayumi. Jiwa katronya mulai kumat. Ayumi juga sedari tadi masih bilang waw karena Ayumi juga baru pertamakalinya melihat rumah semewah ini.
Tiara dan Reza sudah menunggu di ruang tengah. Ketika Richi datang bersama Ayumi dan Ibu Ningsih, Mama Tiara langsung menunjukan ketidak sukaannya. Tiara terus melihat penampilan Ayumi dan Ibu Ningsih dari ujung rambut sampai ujung kepala. "Ternyata rakyat jelata," kata Tiara dalam hatinya.
"Jadi ini Istri Simpanan kamu Richi?" tanya Tiara kepada Richi. Ketika Ayumi mau mencium punggung tangan Tiara dengan gesitnya Tiara langsung menolaknya. "Saya tidak mau tangan saya di sentuh oleh rakyat jalata," ucap Tiara dengan angkuhnya membuat Richi kesal. Ibu Ningsih merasa tidak suka melihat Ayumi di rendahkan seperti itu.
"Richi, apa kamu sudah buta sehingga memilih istri seperti dia?" sambung Reza menunjuk sinis kearah Ayumi.
"Wanita rakyat jelata ini pasti mengincar harta kamu Richi," kata Tiara seraya tulak pinggang.
"Ibu lebih baik kita pulang saja. Kita tidak pantas berada di sini," ajak Ayumi kepada ibunya.
"Ayumi jangan pergi!" tegas Richi.
"Ini adalah rumah saya Ayumi. Otomatis ini rumah kamu juga. Karena kamu adalah istri saya." Richi meraih tangan kiri Ayumi dan merangkul kedua bahu Ayumi.
"Yang boleh pergi itu mama dan papa! Bukan istri Richi. Maaf! Bukannya Richi mau menentang orang tua. Tapi Richi sangat mencintai Ayumi. Richi tidak mau mempermainkan pernikahan. Tolong hargai keputusan Richi." Dengan tegasnya Richi.
__ADS_1
"Sira," panggil Richi kepada Sira pembantu yang masih muda di rumah ini.
"Iya Tuan Richi." Nama yang di panggil pun muncul.
"Bawa mertua saya ke kamar tamu," perintah Richi kepada Sira.
"Baik Tuan!"
Sira menuntun Ibu Ningsih. Membawa Ibu Ningsih menuju ke kamar tamu.
"Sayang, kamar kita ada di atas. Kamu pasti cape. Kamu ke kamar saja duluan nanti aku nyusul. Jangan takut, aku mencintaimu," bisik Richi kepada Ayumi.
Ayumi pun menurut dan langsung berjalan gontai manaiki anak tangga menuju ke kamar Richi.
"Mata kamu sudah buta Richi," ketus Tiara.
"Buta karena cinta," sambung Reza.
"Terserah mama dan papa! Richi akan mempertahankan pernikahan Richi dan Ayumi meskipun tanpa restu dari kalian," tegas Richi.
__ADS_1