
"Bodoh kamu Richi! Dia itu pasti mau harta kamu saja. Rakyat jelata kayak istri kamu itu pasti mandangnya harta." Tiara terkekeh. Tiara sangat yakin kalau Ayumi hanya mengincar hartanya Richi saja.
"Tidak masalah! Yang penting istri Richi setia meskipun dia menghaburkan uang Richi. Aku tidak perduli karena uang bisa di cari. Yang penting Ayumi setia dan bisa melayani Richi dengan baik. Mama dan papa contoh saja Rosa. Dia sederajat tapi sebagai istri dia tidak punya akhlak. Dia seperti kekurangan harta yang rela menjual tubuhnya demi sebuah karir," tegas Richi. Setelah itu dengan langkah kaki gontai Richi menaiki anak tangga menuju ke kamarnya menyusul Ayumi.
Huft~
Tiara dan Reza sama-sama membuang nafas berat.
Klek
Suara pintu kamar terbuka. Richi kini sudah berada di dalam kamarnya. Richi menyepitkan kedua matanya kala dirinya mendapati Ayumi yang duduk di tepi ranjang seraya menangis.
Richi menghampiri Ayumi dan duduk di tepi ranjang di sebelah Ayumi. "Kenapa sayang?" tanya Richi seraya mendekap Ayumi dengan hangat dan mesra.
"Kenapa sayang? Kenapa menangis?" tanya Richi seraya mengelus-ngelus puncak rambut kepala Ayumi.
__ADS_1
"Ternyata mama sama papa Mas Richi tidak merestui pernikahan kita. Mas, aku takut. Aku tidak mau berpisah dengan Mas Richi lagi. Aku sangat mencintai kamu Mas," lirih Ayumi.
"Ayumi kamu yang tenang. Kita tidak akan berpisah lagi. Sayang, kamu bisa merebut hati mamah dan papah. Aku yakin suatu saat nanti mamah dan papah pasti akan menerima kamu," ucap Richi menyemangati Ayumi.
"Mas kenapa aku jadi takut kalau nanti Mba Rosa sembuh. Terus nanti Mba Rosa merebut hati Mas Richi kembali." Ayumi mulai mikir yang aneh-aneh. Ayumi sangat takut kehilangan Richi.
"Sayang kenapa jadi mikirnya ke arah sana sih." Richi melepaskan Ayumi dari dekapannya. Kedua tangan Richi menyentuh wajah Ayumi.
"Tidak akan ada yang mampu memisahkan kita Ayumi. Kecuali maut," ucap Richi.
Ayumi tersenyum. Kemudian Richi mencium bibir ranum Ayumi dengan sangat lembut.
"Sayang sekarang kamu yang main," goda Richi dengan suara nafas yang sudah tertahan.
"Dengan senang hati Mas," seru Ayumi.
__ADS_1
Richi langsung bersemangat dan langsung main di si kembar. Ayumi seperti punya bayi besar.
Tinggalkan dulu Ayumi dan Richi yang sedang Ulalaa... 🤣🤣
Sabrina mulai kesal karena Dika kini sudah mulai susah untuk di poroti uangnya. Dika sudah bosan dengan Sabrina. Dika masih tertarik dengan Ayumi.
"Aku sudah bosan. Jadi jangan mencoba untuk merayu dan menggodaku." Dika mendorong tubuh Sabrina hingga membuat Sabrin tersungkur di jalanan. Sabrina dan Dika menjadi pusat perahtian para mahasiswa.
Dika pergi meninggalkan Sabrina. "Dika!" panggil Sabrina. Namun, Dika tetap acuh.
"Dika kamu tidak akan pernah lolos," geram Sabrina seraya menukul-mukul aspal. Sabrina merasa malu karena dirinya kini sudah di permalukan oleh Dika.
Hemmm~
Di luar panas! Di dalam kamar Ayumi dan Richi semakin panas. Ayumi terus menggoyangkan itiknya dengan pelan-pelan tapi pasti membuat Richi merasa senang mempunyai istri seperti Ayumi. Pintar masak, pintar mengurus rumah, pintar mengurus suami, pintar juga memuaskan suami di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Sayang kamu emang luar biasa," ucap Richi dengan nafas yang sudah terengah-engah.
🤣