
Karena Ayumi terus merengek meminta di lepas pelukannya. Dengan terpaksa Richi melepaskan pelukannya. Richi manarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Ayumi mengumuti pakaiannya di lantai lalu memakainya. Kemudian Ayumi keluar dari kamar untuk menemui Dika yang masih berdiam diri di luar rumah Ayumi.
Richi juga ikut bangun dan memakai seluruh pakaiannya. Richi diam-diam mengintip di balik kaca kamarnya Ayumi. Richi sangat penasaran mangkanya dia mengintip.
Ayumi membuka pintu rumahnya, "Eh Kak Dika," sapa Ayumi. "Hoammmm... " Ayumi menguap untuk menandakan kalau dirirnya habis bangun tidur.
"Sudah lama kak? Maaf Ayumi baru bangun tidur." Ayumi mengelak.
"Berapa pun lamanya aku akan tetap menunggu kok Yum," goda Dika dengan mengembangkan senyum.
"Cih!" Richi langsung berdecih kesamping. Richi sangat muak dan sedikit cemburu melihat Ayumk dan Dika. Apalagi saat Dika bertekuk lutut seraya menyerahkan sebuket bunga untuk Ayumi.
"Sebuket bunga cantik ini untuk wanita yang tak kalah cantiknya dari bunga-bunga ini," goda Dika.
Ayumi meraih bunga dari tangan Dika. Lalu mencium bunga tersebut, "Terimaksih," ucap Ayumi dengan lembut. Ini pertamakalinya dirinya di perlakukan manis oleh lawan jenisnya.
Richi semakin terbakar api cemburu. Richi mengepal kedua tangannya dengan penuh amarah. Rasanya Richi ingin keluar dan menonjok wajah laki-laki yang tengah menggoda istri simpanannya.
__ADS_1
Ayumi mempersilahkan Dika untuk duduk di kursi di depan teras rumahnya. Ayumi masuk kedalam untuk mengambilkan air minum untuk Dika. Richi pun keluar dari kamar dan masuk ke dapur. Saat Ayumi sedang mengambil gelas, Richi langsung memegang pergelangan tangan Ayumi dengan sangat kuat.
"Aku menginginkannya lagi. Jadi kamu harus layani aku kembali," ucap Richi dengan tatapan membunuh. Richi tidak bisa menahan rasa marahnya kala dirinya marah dan cemburu melihat Ayumi di goda-goda oleh laki-laki lain.
"T-tapi T-tuan___ "
Perkataan Ayumi terpotong kala bibirnya di cumbu lembut oleh Richi. Kedua tangan Ayumi di cengkrama kuat oleh tangan Richi.
Mmmmmm...
Ayumi tidak bisa memberontak. Kala Richi mencengkramnya. Ciuman itu kini menjadi ciuman penuh tuntutan. Ayumi terpaksa membalasnya karena tidak mau di kasarin oleh Richi.
"Suruh dia pulang," titah Richi berbisik dengan bisikan lembut.
"Kamu harus layani aku lagi," bisiknya lembut. Ayumi refleks mengangguk dan langsung keluar rumah menghampiri Dika.
Ayumi mengusap bibirnya yang basah terlebih dahulu. "Kak Dika maaf! Sebaiknya Kak Dika pulang saja. Nanti kita ketemuan di taman jam 1 siang. Sekarang Ayumi harus mandi dulu dan Ayumi ada keperluan sangat mendesak. Jadi Ayumi mohon maaf kak, bukan maksud Ayumi untuk mengusir kaka."
__ADS_1
Dika tersenyum tipis, "Tidak apa-apa Yum. Baiklah aku pulang. Aku tunggu nanti di taman jam 1 siang."
"Iya kak!"
Dika pun berlalu.
Huft!
Ayumi membuang nafas berat. Ayumi kembali masuk kedalam rumah dan menutup pintunya lalu menguncinya.
"Lama banget sih," kesal Richi yang langsung meraih pinggang Ayumi hingga kini Ayumi dalam dekapannya.
"Kamu harus ingat Ayumi kalau kamu itu sekarang sudah menjadi seorang istri tuan muda," ucap Richi yang masih dengan tatapan membunuh dan terlihat menyeramkan bagi Ayumi.
"Istri simpanan maksudnya?" Ayumi meralat perkataan Richi.
"Mau istri simpanan atau istri apalah. Intinya kamu itu milikku Ayumi." Richi semakin kuat mencengkrama tubuh Ayumi.
__ADS_1
"Tuan jangan egois," lirih Ayumi dengan tatapan sendu.