Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
Episode 44


__ADS_3

"Ayumi kau tidak perlu meminta cerai. Kau cuman pergi untuk sementara waktu dari hidup Richi," kata Ibu Ningsih memberikan masukan. Ibu Ningsih sangat mengerti sekali kalau Ayumi sangat mencintai Richi dan tidak mau berpisah dengan Richi.


"Kalau kita pulang ke rumah kita yang lama itu sama aja bohong Bu. Kita mau pergi kemana bu? Kita tidak punya cukup banyak uang." Keadaan ini membuat Ayumi bingung. Bagaimana tidak? Ayumi sama sekali tidak memegang uang banyak.


"Soal uang itu urusan nanti Ayumi. Ibu masih punya perhiasan yang bisa di jual. Kita pulang dulu ke rumah lama untuk sementara. Jika kamu mau ikut ibu. Jika tidak? Ya sudah. Kau tinggal saja di sini bersama dengan suamimu. Ibu sudah tidak nyaman. Apalagi melihat sikap mertuamu kepada kau Ayumi," kata Ibu Ningsih seraya meraih tasnya.


Ayumi meraih tangan kiri Ibu Ningsih, "Ayumi ikut ibu. Tunggu Bu, Ayumi kemaskan dulu pakaian Ayumi."


Ibu Ningsih mengangguk. Ibu Ningsih akhirnya bisa bernafas dengan lega karena Ayumi mengikuti nasehat dirinya. Ibu Ningsih ingin memberikan sedikit pelajaran untuk Richi.


"Apakah anak gadisku sangat berarti di hidup Richi? Vini dan Tiara sangat licik. Saya tidak mau nantinya anak gadisku semakin terpojokan. Apalagi dengan statusnya yang hanya istri siri. Cap Istri Simpanan itu belum Richi rubah," batin Ibu Ningsih.


Hampir 30 menit lamanya Ibu Ningsih menunggu Ayumi. Tak lama dari itu, Ayumi pun datang seraya membawa tas yang isinya hanya beberapa pakaiannya saja. Di rumah yang lama masih banyak pakaian Ayumi.


"Ayo Bu! Ayumi sudah siap," ajak Ayumi kepada Ibunya.


Lewat pintu belakang, Ayumi dan Ibu Ningsih keluar dari rumah Richi. Lewat pintu gerbang belakang juga, keduanya bisa terbebas tanpa pertanyaan-pertanyaan dari satpam.


~


~


Sore hari, Richi baru saja pulang. Kedatangan Richi hanya di sambut hangat oleh Vini.


"Baru pulang Mas," tutur Vini menyapa Richi. Vini menggandeng tangan Richi dan bersenderan mesra di bahu Richi. Dan Richi selalu saja membiarkannya.

__ADS_1


"Iya Vin," jawab Richi.


"Sini aku bawakan tas kerja kamu Mas." Vini meraih tas kerja Richi. Vini akan berusaha untuk menarik perhatian Richi.


Kemana Ayumi? Kenapa tidak menyambut kedatanganku? Kenapa cuman Vini saja.


Vini dan Richi berjalan bergandengan mesra menaiki anak tangga menuju kamarnya Richi. Tiara menginggulkan senyum kala melihat kemesraan antara Vini dan Richi. Tiara sangat senang sekali. Tiara berharap kalau Richi bisa menikahi Vini.


"Sudah sampai di sini saja Vin. Terima kasih," ucap Richi kepada Vini ketika sudah sampai di depan pintu kamar.


"Sama-sama." Vini nyosor saja mencium pipinya Richi dan Richi selalu saja membiarkannya.


"Ciuman persahabatan," seru Vini.


"Dasar!" Richi tersenyum seraya mengacak-ngacak puncak rambut kepalanya Vini. Keduanya tampak sangat dekat dan mesra.


"Ayumi," panggil Richi.


Sudah ke 3 kalinya Richi memanggil Ayumi.Namun, sipemilik nama tidak menyahut.


"Apa dia masih di kampus?" pikir Richi.


"Ayumi tadi sudah pulang kok," sahut Vini.


"Oh mungkin lagi di kamar Ibu." Richi maupun Vini sama sekali tidak menyadari kalau Ayumi dan Ibu Ningsih sudah pergi.

__ADS_1


Richi melonggarkan dasinya. Vini masuk kedalam kamar Richi. "Biar aku yang bantu membuka dasinya."


Richi menohok melihat Vini membukakan dasinya. Richi tersenyum tipis.


"Richi." Vini menarik dasinya Richi hingga kini hidung keduanya beradu. Kini tangan Vini beralih menyentuh wajah Richi. "Aku mencintaimu Richi," bisik Vini.


Deg~


Richi tercengang. Dirinya begitu terkejut mendengarnya.


.


.


.


.


Promo lagi nih say, karya-karya teman aku 😊😊




__ADS_1



__ADS_2