
Dengan sekuat tenaga Ayumi memberontak. Ayumi menendang tepat bagian si tampan milik Richi. Sehingga membuat Richi tersungkur. Si tampan miliknya terasa sangat sakit dan linu.
"Aw... sakit Yum!" pekik Richi.
"Bodo," kata Ayumi dengan angkuhnya.
"Jawab dulu pertanyaanku. Apakah itu anakku?" tanya Richi yang masih tersungkur menahan rasa sakit di si tampan.
"Ini anaknya Rendra. Bukan anak kamu. Jangan berharap lebih deh," kata Ayumi.
"Rendra?" Nama itu tidak asing lagi di telinga Richi.
"Kapan kalian menikah?" tanya Richi yang merasa bingung dan tidak percaya.
"Kepo!" Ayumi memutar tubuhnya. Sebelum pergi Ayumi menginjak kakinya Richi. "Uh, balasan untuk laki-laki yang suka mempermainkan pernikahan."
Richi semakin tersiksa. Rendra melihat itu semua sangat senang dan langsung melebarkan senyum. Rendra tidak menyangka kalau Ayumi mengatakan kepada Richi, anak yang di kandung Ayumi adalah anaknya. Itu artinya, masih ada peluang untuk Rendra untuk mendekati Ayumi dan menjadi ayah dari anak yang masih di kandung oleh Ayumi.
__ADS_1
Ayumi kini sudah berada di dalam taxi. Ayumi masih kesal karena sudah di pertemukan kembali dengan Richi.
"Enak saja mau mengakui ini anaknya. Emang iya sih ini anaknya. Tapi aku tidak mau nantinya anak ini di rebut oleh keluarga Mas Richi. Eh tapi, pernikahan aku dan Mas Richi kan belum ada di daftaran hukum. Mana bisa, Mas Richi dan keluarganya meminta hak asuh?" Ayumi terus bermonolog dalam hatinya.
Rendra kini membantu Richi untuk bangun, sebab Richi masih kesulitan untuk berdiri. Richi masih kesakitan akibat tendangan cantik dari Ayumi.
Richi menepis kasar tangan Rendra setelah Rendar membantu Richi untuk bangun.
"Thanks," ucap Richi dengan angkuhnya.
"Kau sudah merebut Ayumi dariku," desis Richi dengan tatapan membunuh ke arah Rendra.
Rendra tersenyum tipis, "Bukan aku yang merebut Ayumi. Tapi kau sendiri yang sudah membuat kesalahan hingga membuat Ayumi mundur. So, jangan salahkan orang lain yang sudah merebut wanitamu," ucap Rendra seraya merapikan pakaiannya yang sama sekali tidak berantakan. Setelah itu, Rendra dengan angkuhnya melajutkan langkahnya melewati Richi untuk masuk kedalam Mal.
****
Malam telah tiba, Richi malam ini tidak bisa tidur. Dirinya terus kepikiran tentang Ayumi. Apalagi melihat Ayumi sedang hamil. Richi sangat merasakan kalau Ayumi mengandung anaknya.
__ADS_1
"Apakah ini cuman perasaanku saja. Karena aku sudah mengharapkan anak, jadi aku berfikir kalau itu anakku," gumam Richi.
"Argh... " Richi geram. Richi mengusap-ngusap wajahnya secara kasar. Penyesalan kini mulai menghantui Richi.
"Ayumi, apakah benar kau dan Rendra sudah menikah? Entah kenapa aku tidak percaya itu," gumam Richi lirih.
Sementara Ayumi lagi merasakan kebahagiaan yang tidak ada tandingannya. Yaitu merasakan gerakan-gerakan halus dari sang buah hati. Sedari tadi janin yang di kandung Ayumi terus bergerak dan aktif.
"Geli sayang," seru Ayumi dengan melebarkan senyum sembari mengelus-ngelus perutnya.
"Aktif sekali kamu nak." Ayumi terus saja mengelus perutnya.
Rendra juga sama dirinya tidak bisa tidur. Rendra teringat perkataan Ayumi yang mengatakan kalau anak yang di kandung Ayumi adalah anaknya.
"Cepatlah lahir nak, agar ayah bisa nikahin bunda kamu. Eh ayah," seloroh Rendra.
"Jangan terlalu berharap dulu Rendra. Ayumi dan Richi itu masih saling cinta. Aku bisa merasakannya. Tapi tidak masalah, aku akan tetap berusaha dengan caraku sendiri untuk mendapatkan cinta Ayumi. Kalau emang tidak jodoh, ya gak masalah. Masih ada cinta yang lain. Meskipun itu menyakitkan," kata Rendra seyara menatap foto Ayumi di layar ponselnya.
__ADS_1