
"Ren, Daddy sangat berharap sekali kau bisa menikah dengan Ayumi. Daddy sama Momy kamu sama sekali tidak perduli dengan status Ayumi. Dia itu gadis baik-baik. Richi dan kedua orang tua Richi itu sangat bodoh karena sudah membuang berlian. Si Vini itu belum tentu baik, " ujar Daddy Fendri di saat makan malam.
Rendra sebelumnya sudah menceritakan tentang Ayumi tanpa Rendra ketahui kalau Daddy dan Momy Shima itu sudah mengetahui semuanya. Rendra juga sama sangat berharap bisa menemukan Ayumi. Sudah 3 bulan ini Rendra tidak pernah mendengar kabar tentang Ayumi.
"Rendra juga berharapnya begitu. Rendra bisa menemukan Ayumi. Dan Rendra akan melamar Ayumi, " ucap Rendra sendu. Selama 3 bulan Ayumi menghilang, hidup Rendra seperti ada yang ikut hilang juga. Padahal, Rendra dan Ayumi tidak ada hubungan apa-apa sama sekali. Cuman sebatas teman. Selama 1 minggu sebelum Ayumi menghilang keduanya sempat dekat karena Ayumi sering menjenguk Daddy Fendri di Rumah Sakit.
"Amin! Semoga secepatnya kita bisa menemukan Ayumi, " harap Momy Shima.
"Oya Ren, besok kau jadi pergi ke Bandung ke Desa terpencil untuk menyumbangkan Dana dan bahan-bahan pokok ke Desa itu? " tanya Daddy Fendri.
"Jadi kok, " jawab Rendra.
__ADS_1
Hemm ternyata Desa terpencil itu Desa yang kini di tempati oleh Ayumi.
"Yum, gimana nanti apa kata orang jika kehamilan kamu sudah terlihat? " kata Ibu Ningsih yang yang mulai mencemaskan keadaan Ayumi. Sebab, ini di kampung. Apalagi Desa terpencil. Ibu Ningsih sangat takut nantinya Ayumi di cibir dan di gosipkan hamil di luar nikah.
"Ibu tidak perlu khawatir. Kita hadapi sama-sama ya bu. Ayumi yakin, kita akan baik-baik saja. Ayumi sudah nyaman tinggal di Desa ini, " ucap Ayumi. Kini Ayumi dan Ibu Ningsih sedang duduk di ruang tengah sambil menonton acara televisi.
"Mudah-mudahan saja Yum, para tetangga di sini tidak mencibir kamu, " harap Ibu Ningsih.
"Amin bu! "
"Apakah kau sudah merasakan ada tanda-tanda kehamilan? " tanya Richi yang sudah menginginkan anak. Richi gagal punya anak dari Rosa dan Ayumi. Richi berharap dari Vini secepatnya Richi bisa menjadi ayah.
__ADS_1
"Sayang kenapa kau selalu tanya itu sih? " ketus Vini kesal.
"Loh emang salah? Apa jangan-jangan kau diam-diam meminum pil KB? " tanya Richi dengan tatapan penuh penyelidikan.
"Ya enggak lah sayang. Mas, kita menikah baru saja mau 3 bulan masa langsung tokcer. Sabar lah Mas, mungkin belum rezekinya. "
Vini sudah mulai lelah karena terus di tanya kapan hamil dan sudah ada pertanda atau belum? Vini bingung karena di dalam rahimnya masih ada kista yang tumbuh. Sudah Vini angkat masih saja tumbuh kembali. Kecuali Vini harus mengangkat rahimnya juga. Vini tidak mau sampai rahimnya di angkat. Vini akan berusaha untuk sembuh agar secepatnya bisa hamil. Vini tidak mau nasibnya seperti Ayumi yang jadi janda di usia muda.
"Iya, aku cuman takut kamu itu seperti Ayumi yang meminum Pil KB, " kata Richi.
"Cepatlah tumbuh nak, " harap Richi seraya mengelus-ngelus perutnya Vini yang kerempeng itu.
__ADS_1
"Amin, " kata Vini.
Bagaimana ini? Kenapa aku merasa terdesak seperti ini sih?...