
Waktu sudah menunjukan pukul 2 dinihari. Ayumi mengkerejepkan kedua matanya lalu perlahan-lahan membukanya. Ayumi tersenyum simpul kala melihat laki-laki yang saat ini sedang tidur di sebelahnya. Laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya. Rendra tidur miring mernghadap Ayumi. Tangnya melingkar di perut Ayumi.
"Kasian kamu Mas, pasti kewalahan melayaniku, " ucapnya dengan mengecilkan suaranya.
Ayumi pun memeluk tubuh suaminya dengan erat sehingga membuat Rendra bangun karena dirinya merasakan pelukan hangat dari Ayumi. Kebetulan di luar hujan deras.
"Sayang, sepertinya cuaca lagi mendukung kita, " sahut Rendra dengan suara khas bangun tidur.
"Dingin sayang. " Rendra mempererat pelukannya.
"Aku akan memberikan kehangatan untuk kamu Mas, " tutur Ayumi tanpa sungkan.
Rendra tersenyum, dirinya merasa senang dengan sikap istrinya yang tidak pernah malu-malu kucing. "Apakah istriku ini menginginkan babak ke 2? " tanya Rendra.
"Tentu saja! Ini kan lagi hujan deras. Lumayan dingin juga. Kenapa tidak Mas? " seloroh Ayumi.
__ADS_1
"Maaf Mas! Aku terkesan liar ya?" tanya Ayumi.
"Iya! Tapi aku suka sayang. Mangkanya aku harus lebih belajar dan banyak-banyak olahraga agar lebih kuat dari istriku ini, " tutur Rendra.
"Janda ketemu perjaka, hahaaa... Mas, aku bahagia sekali. Terima kasih atas cinta dan kasih sayang yang begitu besar untukku. Kau sama sekali tidak memperdulikan status ku. Beruntungnya aku bisa menjadi istrimu, " tutur Ayumi yang langsung mengkecup bibir ranum Rendra dengan lembut. Dengan gesit nya Rendra membalasnya sampai dalam. Lagi enak-enaknya Rendra menghentikannya.
"Kenapa? " tanya Ayumi.
"Sayang, aku belum menjawab apa yang tadi kau katakan. Sayang, aku lebih beruntung bisa memiliki kamu. Aku sama sekali tidak perduli dengan status kamu. I Love you my wife, tetaplah denganku dalam keadaan apapun. "
Ayumi tersenyum simpul. Rendra kembali mecumbu bibirnya dengan lembut dan dalam. Tangan Ayumi mulai nakal dan mencari sesuatu yang bisa Ayumi mainkan.
-
-
__ADS_1
Pagi telah tiba, badan Yumiko tiba-tiba saja panas. Yumiko terus rewel, mungkin belum terbiasa jauh dari Bunda nya. Yumiko juga belum terbiasa minum susu formula.
"Bagaimana ini besan, Yumiko rewel terus?" kata Ibu Ningsih seraya menimang-nimang Yumiko. Shima sudah menghubungi dokter anak agar segera datang ke rumahnya.
"Bu Ningsih tenang saja, saya sudah hubungi Dokter anak. Yumiko rewel karena lagi demam." Shima meraih tubuh Yumiko dari gendongan Ibu Ningsih. Meskipun Yumiko bukan cucu kandung nya tapi Shima begitu sangat menyayangi Yumiko.
Apa aku kasih tahu Ayumi kalau Yumiko demam dan terus rewel. Kasian dia pasti haus, Yumiko setiap di kasih sufor tidak pernah sampai habis. Yumiko belum terbiasa.
Pada akhirnya Ibu Ningsih menghubungi Ayumi tapi tidak di depan Shima.
Ayumi sedang mengeringkan rambutnya yang basah. Rendra masih tidur kebo.
"Ish, Mas Rendra tidurnya nyenyak banget sih. Coba kalau bangun dari tadi kan bisa mandi bareng. " Ayumi terus mendumel. Ayumi lebih puas dengan Rendra di bandingkan dengan Richi. Meskipun Rendra belum berpengalaman tapi bisa membuat Ayumi candu dengan sentuhannya.
Terdengar suara rhingtone dari ponselnya Ayumi. Terpampang jelas dari layar ponselnya kalau Ibunya yang menelepon. Ayumi segera menggeser tombol warna hijau.
__ADS_1
"Assalamualaikum Bu, " ucap Ayumi mengucapkan salam ketika sudah terhubung.
"Apa? Yumiko demam? " Ayumi langsung mematikan teleponnya. Mendengar Yumiko sakit, Ayumi jadi panik dan buru-buru mengambil tasnya dan keluar dari kamar hotel meninggalkan Rendra. Saking paniknya Ayumi sampai lupa tidak pamit kepada suaminya.