Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
KCA(9)


__ADS_3

Kini Rendra dan Ayumi sudah saling berhadapan. Ayumi menyentuh wajah Rendra dan menatap Rendra begitu lekat. Ayumi menyatukan dahinya dengan dahinya Rendra. "Ada Richi," bisik Ayumi.


"Mana?" Kala Rendra mau menoleh, Ayumi menahan wajah Rendra.


Richi melihat kemesraan antara Ayumi dan Rendra. Dirinya kembali di buat cemburu. Richi mengepal kedua tangannya. Rendra bertekuk lutuk mengelus-ngelus perut Ayumi.


"Anak Ayah, maaf! Malam inu Ayah tidak bisa tengok kamu. Ayah harus pulang. Ayah tidak bisa manjain Bunda malam ini," tutur Rendra.


Kemudian Rendra mengkecup perutnya Ayumi yang sudah terlihat membuncit, "Andai ini sungguhan," batin Rendra.


Ayumi mengangkat tubuh Rendra, kemudian memeluknya dengan mesra. Richi yang tak kuasa menahan kecumburuannya langsung menghampiri Rendra dan Ayumi. Richi meraih pakaian Rendra dari belakang dengan kasar.


Dan_


Richi melayangkan satu t*njokan di wajahnya Rendra sehingga membuat Rendra memar dan mengeluarkan sedikit darah di celah-celah bibirnya.


"Richi," sentak Ayumi.


Plak


Ayumi menampar wajah Richi hingga bulak-balik.


"Dasar biang onar," geram Ayumi.

__ADS_1


Rendra terus menyentuh luka di wajahnya yang habis kena tangan Richi.


"Mas, kamu tidak apa-apa?" tanya Ayumi seraya menyentuh lukanya Rendra.


Richi langsung menarik tangan Ayumi dengan kasar. Richi memeluk Ayumi dengan erat meskipun Ayumi tidak membalas pelukannya. "Kembalilah padaku," lirih Richi.


"Apaan sih!" Dengan sekuat tenaga Ayumi memberontak. Hingga kini dirinya sudah terlepas dari pelukan Richi.


Ayumi menggandeng tangan Rendra, "Aku sudah menikah dengan Rendra. Mana bisa aku kembali padamu," tegas Ayumi.


"Bohong! Kenapa kalian tidak tinggal satu atap?" tanya Richi dengan meninggikan suaranya.


"Kepo," desis Ayumi.


"Aku tahu? Apa kau menjadi wanita simpanan Rendra?" Tebak Richi dengan seringai liciknya.


"Tutup mulutmu!" desis Rendra yang menarik kerah bajunya Richi.


"Jangan menghina wanitaku," kata Rendra.


Bruk!


Rendra melakukan apa yang di lakukan Richi padanya. Tapi sentuhan dari tangan Rendra mampu membuat Richi tersungkur.

__ADS_1


Ibu Ningsih pun keluar, kala dirinya mendengar pertingkaian antara Ayumi, Richi dan Rendra. "Ada apa ini?" tanya Ibu Ningsih ketika sudah di depan teras rumah.


"Tuan Richi!" Ibu Ningsih terkejut dengan adanya Richi.


Richi beranjak bangun. Richi menghampiri Ibu Ningsih, bertekuk lutut seraya mencium punggung tangan Ibu Ningsih.


"Maafkan Richi Bu," lirih Richi.


"Maaf karena sudah menyakiti hati putri anak Ibu. Sekarang Richi sudah mendapatkan hukumannya."


Ibu Ningsih mengangkat tubuh Richi, "Sudah ibu maafkan! Tapi ibu mohon nak Richi jangan mengusik hidup Ayumi lagi. Biarkan Ayumi bahagia," pinta Ibu Ningsih memelas lirih.


"Baik kalau dengan cara itu bisa membuat Ayumi bahagia dan bisa memaafkan aku! Sudah cukup aku menderita karena selalu gagal menjadi sosok ayah. Ketika melihat Ayumi hamil, mangkanya aku merasa dia mengandung anakku," jelas Richi dengan ucapan yang lirih.


"Apakah aku berdosa, sudah menjauhkan anak ini dari ayahnya," batin Ayumi.


Richi nyelonong pergi. Richi yakin kalau anak yang di kandung Ayumi itu adalah anak biologisnya. Richi akan mencari tahu teka-teki hidup yang belum ia ungkap. Mungkin bisa di bilang naluri ayah.


"Rendra, menikahlah denganku?" pinta Ayumi ketika sosok Richi menghilang.


Perkataan Ayumi membuat Rendra terkejut, dan membuat Ibu Ningsih senang mendengarnya.


"Kau bercanda?" tanya Rendra yang merasa tidak percaya dengan permintaan Ayumi.

__ADS_1


"Aku serius?"


"Apakah boleh, aku menikahimu dalam keadaan hamil?" tanya Rendra.


__ADS_2