
"Ayumi," teriak Richi memanggil nama Ayumi kala Richi mendapati Ayumi duduk di sekitaran taman bersama Sabrina. Dengan langkah gontai Richi menghampiri Ayumi.
"Yum, aku perlu bicara," sahut Richi ketika bertatap muka dengan Ayumi. Richi meraih tangan Ayumi. Sabrina memutuskan untuk masuk kedalam kelasnya lebih awal.
"Ada apa lagi?" tanya Ayumi ketus yang selalu buang muka.
"Yum." Richi meraih kedua tangan Ayumi. Memegangnya dengan erat, "Kenapa kau pergi?" tanya Richi lirih.
"Kenapa? Kamu emang gak pernah peka Mas," lirih Ayumi.
"Yum, maksud kamu aku itu gak peka bagaimana sih?" tanya Richi yang sama sekali tidak mengerti dengan maksud Ayumi.
Ayumi kini memberanikan diri untuk menatap Richi. Betapa terbelalaknya Ayumi kala dirinya melihat ada beberapa tanda cinta di leher Richi. Selama Ayumi bercinta dengan Richi, Ayumi tidak pernah meninggalkan tanda cinta di sana.
"Apaan ini Mas?" tanya Ayumi dengan nada membentak seraya menunjuk ke arah tanda itu. Ayumi mendorong bidang dada Richi, "Mas, aku itu baru semalam pergi dari rumah. Tapi kamu sudah tidur dengan wanita lain. Mas, kamu emang gak jauh beda dari Dika atau Mba Rosa. Aku benci." Ayumi memutar tubuhnya, saat hendak mau melangkahkan kakinya. Richi tangan Ayumi. Richu menahan Ayumi agar tidak pergi.
"Maafkan aku! Aku khilaf!" Richi bertekuk lutut. Ayumi masih berdiri membelakangi Richi.
"Semalam Vini menggodaku. Aku tak bisa menahannya. Yum, maafkan aku!" Richi tertundik. Richi menyesali perbuatannya semalam bersama Vini.
__ADS_1
"Talak aku Tuan! Baru aku akan memaafkan kamu. Dan biarkan aku hidup bebas. Biarkan aku hidup tenang. Tuan menikahlah dengan Vini, sahabat masa kecil Tuan." Ayumi menepis tangan Richi. "Aku tunggu kata Talak dari kamu." Setelah itu Ayumi pun berlari menuju kedalam kampus.
"Aaaaa... " Jerit Richi seraya mengusap-ngusap wajahnya secara kasar.
.....
Rendra mulai kebingungan. Bagaimana bisa dalam waktu sehari dirinya bisa mendapatkan wanita untik ia kenalkan besok kepada Daddy nya yang di rawat inap di rumah sakit. Rendra jadi tidak semangat kerja. Pikiran Rendra tertuju kepada permintaan Daddy nya.
"Bagaimana bisa aku mendapatkan gadis dalam waktu singkat. Aku harus mencari gadis yang bisa di ajak kerja sama. Tapi siapa?" Rendra mulai stres dengan keadaan yang menurutnya sangat menyulitkan baginya. Rendra tife laki-laki yang tidak mudah untuk jatuh cinta.
"Aku tidak mau nantinya istriku itu seperti Rosa. Ih amir-amit, aku membayangkannya sungguh ngeri. Rosa, Rosa! Padahal suaminya kaya raya. Demi impiannya dia rela begitu. Aish... kok jadi mikirin Rosa." Rendra tepuk jidat.
Sementara di rumah sakit, ternyata Daddy Fendri cuman pura-pura sakit jantung. Dirinya dalam keadaan sehat wal'afiat. Fendri dan Shima.
"Momy sangat yakin Dadd. Sudahlah, Daddy terus saja berakting sampai Rendra menikah." Momy Shima sangat yakin. Momy Shima sudah ingin mempunyai menantu. Mau sederajat atau tidak. Itu tidak masalah yang penting gadis itu mencintai Rendra putranya.
Hemmm~
Richi sudah kembali ke rumah. Richi menaik-turunkan alisnya kala dirinya mendapati Vini yang menangis terisak-isak di sebelah Tiara. Vini menangis dalam dekapan Mama Tiara.
__ADS_1
"Richi, tega sekali kau sudah merenggut kesucian Vini. Dalam semalam kau 2 x melakukan itu. Richi kau harus menikahi Vini," tegas Mama Tiara.
"Tante, Richi tidak salah. Aku yang salah karena kau menggodanya. Tante, Vini sangat mencintai Richi. Vibi begitu bodohnya bisa melakukan itu," lirih Vini terus berakting agar Richi semakin merasa bersalah.
Richi tidak menyahut. Richi nyelonong saja menuju ke arah kamarnya.
"Tante, apakah Richi akan menikahiku?" tanya Vini.
"Sangat yakin. Sudah, kamu tenang saja."
~
~
Ayumi sudah selesai ngampus. Pikiran Ayumi entah melayang kemana-mana. Ayumi teringat tanda yang ada di leher suaminya. Tentunya ulah wanita lain. Ayumi merasa sakit hati, Ayumi terus melangkahkan kakinya menyusuri jalan kota. Ayumi terus berjalan di pinggiran jalan. Entah kemana arah dan tujuannya.
Bruk
Ayumi tiba-tiba saja jatuh pingsan. Saat jam makan siang Ayumi belum sempat makan. Tadi pagi juga Ayumi tidak makan karena lagi tidak berselera.
__ADS_1
Rendra melihat banyak orang yang berkerumun. Rendra penasaran. Rendra menghentikan mobilnua. Dan keluar dari dalam mobilnya.
"Ada apaan itu?" Rendra begitu penasaran.