
Vini kini sudah siuman. Vini sudah menggerakan jari-jemari nya. Richi melihat jari-jemari Vini bergerak. Perlahan-lahan Vini membuka kedua matanya.
"Di mana aku?" sahut Vini. Pandangan matanya menatap atap-atap rumah sakit. Tempat ini sangat asing bagi Vini. Melihat Vini siuman, Tiara dan Reza cuek saja tidak begitu senang. Tiara dan Reza malah sibuk dengan ponselnya masing-masing. Keduanya duduk di atas sofa yang masih terletak di dalam ruang rawat inap VIP.
Richi berdiri di sebelah ranjang tempat Vini terbaring lemah. Richi memegang tangan Vini, Richi berusaha untuk tersenyum di depan Vini. Senyuman yang penuh dengan paksaan.
"Kau sudah sadar?" tanya Richi.
"Mas Richi kenapa aku bisa berada di rumah sakit?" tanya Vini yang mulai ketakutan. Vini takut kalau Richi dan mertuanya mengetahui soal penyakit kista yang kini tumbuh di rahimnya.
"Tadi kamu pingsan Vin di dalam kamar dekat kamar mandi, " jawab Richi.
"Pingsan? " Vini semakin terkejut saja. Vini mencoba mengingat-ngingat kejadian sebelum dirinya itu pingsan.
Sebelum pingsan aku itu kan sempat merasakan sakit perut yang luar biasa? Apa jangan-jangan? Tidak! Aku tidak mau suami dan mertuaku mengetahui soal penyakit kista ku.
"Kata Dokter aku kenapa?" tanya Vini. Dirinya Berharap sekali kalau Dokter tidak menceritakan penyakit Vini.
Richi tidak menyahut. Rasanya Richi tidak tega untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Vini.
"Kata Dokter, ya rahim kamu harus di angkat lah, " desis Mama Tiara sinis.
"Kista yang ada di dalam rahim kamu itu semakin buruk Vini. Jadi dengan terpaksa demi menyelamatkan kamu, rahim kamu sudah di angkat. Dan sekarang kau itu mandul. Tidak bisa memberikan aku cucu, dasar tidak berguna. " Mama Tiara berkata dengan sinis.
"Apa? Jadi rahimku? "
__ADS_1
"Iya Vini, sekarang kamu sudah tidak bisa hamil lagi. Harapan aku sudah musnah karena aku tidak bisa jadi ayah, " lirih Richi.
"Kau masih bisa jadi ayah Richi. Jika kau menikah lagi, " sahut Papa Reza.
"Apa yang di katakan papa kamu itu benar Richi, kau harus secepatnya menikah lagi, " timpah mama Tiara.
"Kalau Richi mau kembali lagi sama Ayumi bagaimana? Lagi pula masih talak 2, belum sampai talak 3," ucap Richi.
"Ayumi, Ayumi, Ayumi lagi, " desis Mama Tiara yang sangat membenci nama Ayumi.
"Mas Richi, aku tidak mau di madu. Aku mohon! Soal anak kita bisa adopsi, " lirih Vini memohon-mohon agar Richi tidak menikah lagi.
"Enak saja adopsi. Saya tidak mau, saya ingin cucu kandung saya sendiri, " desis Mama Tiara kembali.
Richi pun memutuskan untuk keluar dari ruangan. Richi merasa pusing dengan keadaan ini.
"Aaaaa... " jerik Richi seraya mengusap-ngusap wajahnya secara kasar. Richi kini sudah berada di depan pintu kamar rawat inap Vini. Richi tidak percaya dengan takdir hidup yang kini sedang mempermainkan nya.
"Ayumi, kamu di mana? Maafkan aku. Mungkin ini hukuman buat aku. Ayumi, aku ingin sekali bertemu dengan kamu. Aku cuman ingin meminta maaf. Aku butuh maaf dari kamu, " lirih Richi dalam hati.
...****************...
Malam telah tiba, suasana malam di keluarga Rendra di ruang tengah seraya menonton acara televisi. Ada Rosa juga.
"Jadi kau sudah bertemu dengan Ayumi? " seru Daddy Fendri ketika sudah mendengar cerita dari Rendra kalau dia sudah bertemu dengan Ayumi.
__ADS_1
"Iya Dadd, " seru Rendra.
"Syukur Alhamdulillah, Momy sangat senang mendengarnya.
" Tapi-? "
"Tapi kenapa Ren? " tanya Rosa.
"Tapi Ayumi sedang hamil mengandung anak Richi, " ucap Rendra sendu.
"What? " Momy Shima dan Daddy Fendri begitu terkejut. Kecuali Rosa. Sebab, sebelumnya Rosa sudah menduganya.
"Benarkan dugaan Oca, kalau Ayumi itu pasti hamil? " sahut Rosa.
"Ya Allah. Kasian Ayumi. Hamil tanpa suami, " lirih Momy Shima.
"Rendra, kenapa kau tidak ajak Ayumi kemari nak? " sambung Momy Shima.
"Iya Ren, Momy sama Daddy akan tetap menerima Ayumi, " timpah Daddy Fendri.
"Nah itu dia masalahnya. Ayumi tidak mau menikah sekarang, maunya nanti saat Ayumi sudah melahirkan. Dan Rendra akan setia menunggunya, " jelasnya.
"Jangan sampai Richi tahu soal kehamilan Ayumi, " sahut Rosa.
"Kenapa Ca?" tanya Rendra.
__ADS_1