Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
Episode 29


__ADS_3

Ternyata ini kerjaan Dika yang tidak terima di putusin sama Ayumi. Dika tidak terima karena dirinya belum menyentuh Ayumi belum mendapatkan apa yang dia mau. Kini tubuh Ayumi di rebahkan di atas lantai di sebuah gudang rumah sakit.


"Malam ini kamu akan menjadi milikku," bisik Dika. Kini Ayumi berada dalam kungkurungan Dika. Ayumi masih pingsan.


Richi tiba-tiba saja balik lagi untuk menemui Ayumi. Perasat buruk mulai menghantui Richi. "Kenapa ini?Kenapa aku jadi mencemaskannya?" Richi terus berjalan menuju ke tempat ICU. Richi sangat yakin kalau Ayumi ada di sana.


Ayumi kini sudah bertelanjang dadaa. Tinggal kacamatanya yang belum di buka oleh Dika. Mata Dika semakin terbelalak kala dirinya melihat sesuatu yang menjadi aset kaum hawa. Padahal masih tertutup oleh kacamataa.


"Ternyata lebih besar punya Ayumi di bandingkan punya Sabrina," gumam Dika.


Otak mesuum Dika semakin traveling saja. Kala mulut Dika mau mencumbu sesuatu di balik kacamata itu, Ayumi tersadar. Ayumi langsung menjerit dan refleks saja mendorong tubuh Dika.


"Ya Tuhan?" Ayumi kaget kala melihat pakaiannya sudah terlepas di bagian atas tinggal kacamata yang belum di lepas. Ayumi memutup tubuhnya dengan kedua tangannya.


Dika tersenyum tipis melihat Ayumi yang menutupi sesuatu yang menjadi kebanggaannya, "Sayang tidak perlu di tutup seperti itu. Aku sudah melihatnya kok. Dan Waw luar biasa sayang."


Dika kembali mendekat ke arah Ayumi. Ayumi semakin mundur kebelangkang. Kedua mata Ayumi terus mencari sesuatu yang bisa untuk menyelamatkan dirinya. Di gudang hanya di terangi cahaya oleh senter ponsel. Kala Dika semakin mendekat, Ayumi sudah mulai ancang-ancang. Dan~


Bruk


Dika kembali tersungkur ke lantai ketika aset miliknya di tendang oleh Ayumi.


"Aw... Ayumi kamu-?" Dika semakin tidak kuat menahan rasa sakit di bagian aset miliknya. Ayumi segera mengambil pakaiannya dan langsung berlari keluar.


Richi terkejut kala dirinya tidak melihat Ayumi di ruang ICU. "Kemana Ayumi?" gumamnya.


Ayumi kini sudah memakain pakaiannya. Ayumi merasa ketakutan malam ini. Takut kalau Dika meyekapnya lagi.


Richi berdiri di depan ruang ICU. Richi mencoba untuk menghubungi Ayumi. Tiba-tiba saja~


"Tuan!" Ayumi langsung memeluk tubuh Richi dengan tubuh yang gemetar. Ayumi merasa tenang kala ada Richi.


"Yum kamu kenapa?" tanya Richi.


Namun, Ayumi malah menangis dalam dekapan Richi semakin membuat Richi kebingungan.

__ADS_1


"Ayumi kamu kenapa menangis?" tanya Richi lagi.


"Aku takut! aku takut Dika kembali datang dan melecehkan aku kembali," lirih Ayumi.


"Apa?" Richi terbelalak mendengarnya.


💕3 Hari Kemudian💕


Dika merasa geram karena 3 hari ini tidak bisa menemui Ayumi. Selama 3 hari ini Ayumi berada di singapore. Richi membawa Ibu Ningsih ke Rumah Sakit terbaik yang berada di Singapore. Ayumi merasa aman kala dirinya menetap sementara di sana. Kehilangan Ayumi membuat Rosa dan Sabrina merasa senang karena sudah tidak ada saingan lagi. Padahal di sana Ayumi dan Richi sudah kembali menikah. Rosa percaya kala Richi mengatakan ada bisnis baru di Singapore. Rosa sama sekali tidak mencurigai Richi. Seketaris Rendy tidak ember kali ini.


"Gimana sayang keadaan ibu?" tanya Richi kepada Ayumi saat berada di ruang ICU.


"Belum ada perubahan Mas. Aku sudah tidak sabar ingin memgatakan pada Ibu kalau kita sudah menikah," lirih Ayumi.


Richi mendekapnya dengan hangat,"Sabar sayang. Semoga ibu cepat-cepat siuman."


Cup!


Richi mencium puncak kepala rambut Ayumi.


Jari-jemari ibu Ningsih mulai bergerak-gerak. Perlahan-lahan Ibu Ningsih membuka kedua matanya. Ayumi maupun Richi tidak menyadarinya kalau ibu Ningsih sudah siuman. Ibu Ningsih terus menatap atap-atap rumah sakit. "A-Ayumi," sahut Ibu Ningsih memanggil nama Ayumi dengan nada suara masih terdengar lemah.


"Alhamdulilah ibu akhirnya ibu sudah melewati masa kritisnya," seru Ayumi penuh haru.


(Skip)


Kondisi Ibu Ningsih sudah membaik. Ibu Ningsih kini sudah mendengarkan penjelasan dari Richi kalau Ayumi tidak menggodanya. Justru Richi yang tergoda.


"Ibu tolong restui kami. Aku sangat mencintai Ayumi. Aku dan Ayumi sudah menikah lagi untuk melindungi Ayumi dari laki-laki yang ingin merusak hidup Ayumi. Bu, kenapa aku dan Ayumi harus menikah siri karena aku masih terikat pernikahan secara hukum dengan Rosa istri saya. Katanya dia lagi hamil tapi saya tidak percaya itu anak saya," jelas Richi panjang lebar. Pada akhirnya Ibu Ningsih percaya dan merestui hubungan Ayumi dan Richi.


"Jangan sakiti Ayumi. Dia gadis baik-baik Nak Richi," lirih Ibu Ningsih.


"Ibu tenang saja. Aku tidak akan pernah menyakiti Ayumi karena aku sudah jatuh cinta padanya. Anak gadis ibu emang luar biasa," kata Richi. Suasana semakin haru.


Ayumi dan Ibu Ningsih akan tetap tinggal di Singapore. Richi tidak mau Rosa atauapun Dika mengganggu hidup Ayumi.

__ADS_1


~Di loby rumah sakit.


"Sayang aku pamit pulang ke Jakarta dulu agar Rosa tidak curiga," ucap Richi kepada Ayumi.


"Iya Mas! Hati-hati! Jangan lama-lama nanti aku kangen," kata Ayumi dengan manja.


"Uuuh... " Richi mencubit kedua pipi Ayumi.


"Tidak akan lama-lama sayang, paling 1 bulan. Hahaaa... " Richi ketawa renyah. Ayumi langsung mengkerucutkan bibirnya.


"Terus kalau Mas ingin ulala bagaimana? Apakah Mas akan melakukannya dengan Mba Rosa?" tanya Ayumi ketus.


"Mmmmm... kemungkinan sih." Richi terus membuat Ayumi kesal dan manyun.


"Tau-ah," kesal Ayumi.


"Sayang." Richi mendekap tubuh Ayumi dengan hangat. Selama 3 hari ini keduanya belum sempat ulala. Ayumi merasa berat untuk berpisah dengan Richi.


"Aku tidak akan lama kok. Ada kerjaan yang harus aku selesaikan di Jakarta. Nanti setelah aku kembali. Bersiaplah sayang kamu harus manjain suami kamu yang sudah 3 hari ini puasa," ucap Richi.


"Sekarang juga ayo." Ayumi begitu bersemangat.


"Masa di sini?" kata Richi.


"Ish... kita ke Hotel dulu lah Mas," kata Ayumi dengan manja.


"Sepertinya istri simpanan tuan Richi sudah ngebet banget pengen ulala dengan tuan mudanya. Hahaa... " goda Richi.


"Ish.... " Ayumi memukul-mukul bidang dada Richi.


"Emang Mas tidak mau apa?" tanya Ayumi yang semakin manyun.


"Mau sayang! Tapi nanti. Aku ada urusan penting di Jakarta. Sabar sayang. I Love you."


"I love you to."

__ADS_1


Ayumi semakin erat memeluk tubuh Richi. Ayumi semakin tidak mau lepas dari Richi. Berada di dekat Richi membuat Ayumi merasa nyaman, tenang dan aman.


"Aku harus memberikan pelajaran kepada Dika agar Dika tidak mengganggu Ayumi. Dika bersiaplah kamu!"


__ADS_2