
Dan~
Breng-
Richi dengan sengaja menjatuhkan gelas tersebut.
"Yah tumpah!" Richi mengangkat kedua tangannya. Richi emang sengaja menumpahkan minuman yang di bawakan oleh Rosa. Bahkan gelasnya saja sampai pecah. Richi tidak akan memakan atau meminum makanan dan minuman yang di buatkan oleh Rosa. Richi sudah paham dengan akal licik Rosa.
"Sayang kamu sengaja?" tanya Rosa kesal.
"Kalau iya kenapa? Cepat sana keluar dari kamarku." Richi menarik tangan kanan Rosa dengan kasar. Richi menyuruh Rosa untuk keluar dari kamarnya.
Bruk
Richi menutup pintunya secara kasar. Lalu menguncinya.
"Aku tidak akan pernah terjebak dengan akal licik kamu Rosa," desis Richi seraya menyentuh dagunya. "Sepertinya aku harus menyurus Rosa untuk Usg. Masa iya sih dia hamil? Tapi kok keliatannya Fres dan terus beraktivitas. Tanpa ada rasa lelah." Richi mulai merasa aneh dengan kehamilan Rosa.
Ketika Rosa sudah di dalam kamarnya yang terletak di lantai bawah. Rosa di suruh datang ke sebuah Hotel oleh Prans yang usianya sama dengan Richi. Dia pemilik Rumah Produksi yang sangat terkenal. Prans ingin mencicipi tubuh Rosa seorang model Indonesia yang lagi naik daun. Rosa dengan penuh semangat akan datang ke Hotel tersebut. Hari ini tidak ada skejul Rosa untuk pemotretan. Setiap keluar rumah Rosa selalu memakai kacamata dan keruding hitam untuk sedikit menutupi wajahnya kalau Rosa tidak pergi syuting. Rosa tidak mau di kejar para wartawan dan para penggemarnya.
__ADS_1
"Ah kali ini aku sangat bersemangat. Karena lawan mainku seusia dengan Richi. Dia tampan, gagah dan bertubuh kekar. Aku yakin dia akan terlena dengan permainanku." Rosa sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Prans.
•Di Negara Singapore.
"Ayumi kamu yakin kalau Tuan Richi sangat mencintai kamu?" tanya Ibu Ningsih.
Ibu Ningsih masih di rawat inap di Rumah Sakit terbaik di Singapore. Kondisinya belum stabil membaik.
"Ayumi sangat yakin Bu. Ayumi juga sangat mencintainya. Ayumi harus sabar bu sampai Mba Rosa melahirkan. Baru Mas Richi akan mengurus surat perceraian dan jika anak itu benar-benar anaknya MasRichi. Dia akan memperjuangkan hak asuh anaknya agar jatuh kepada Mas Richi," jelas Ayumi panjang lebar.
"Ibu cuman takut Nak," lirih Ibu Ningsih.
Dan Ayumi mulai berpikir keras soal perkataan ibunya. Richi bisa saja menerimanya. Tapi bagaimana dengan kedua orang tua Richi yang saat ini lagi menetap di Jerman.
"Mudah-mudahan saja mertua Ayumi bisa menerima Ayumi," harap Ayumi.
"Semoga saja Yum!"
Dan Dika di Jakarta kembali geram karena tidak berhasil menemukan tentang Ayumi. Tidak ada daftran nama ibu Ningsih di setiap Rumah Sakit se-indonesia.
__ADS_1
"Di mana lagi aku harus mencarinya?" Dika mulai prustasi. Tapi Dika tidak akan menyerah. Richi belum sempat memberikan pelajaran kepada Dika karena dirinya masih lelah masih butuh istirahat.
Di sebuah Hotel Bintang 5 kini Rosa dan Prans sudah berada dalam satu kamar Hotel.
"Pesona model emang sangat menggoda," ucap Prans seraya menggenggam tangan Rosa lalu menciumnya.
"Tuan Prans. Aku pastikan Tuan akan puas di siang yang sangat panas ini," goda Rosa.
"Aku sudah tidak sabar."
Pada akhirnya Rosa dan Prans pun ulala baru saja 10 menit Prans sudah tidak nyaman karena milik Rosa terus saja mengeluarkan cairan sehingga membuat Prans merasa sangat jijik.
"Rosa kenapa dengan milik kamu? Kenapa terus basah terus. Dab tidak enak seperti ini?" tanya Prans kesal dan jadi tidak nafssu. Apalagi Prans melihat ada darah yang keluar. Padahal Rosa bukan wanita suci.
"Masa sih?" Rosa sedikit kaget karena baru kali ini ada yang protes. Emang akhir-akhir ini Rosa sering mengalami keputihan dan tubuh Rosa juga sering mudah lelah dan pusing.
Kenapa ya dengan Rosa?~
● Hei Gaes yuk mampir ke karya teman author yang satu ini. Ceritanya seru loh 😊😊
__ADS_1