
Rendra sudah mengumumkan kepada warga di Desa ini kalau Ayumi saat ini sedang hamil muda. Ayumi sudah menikah, ketika Ayumi positif hamil suami Ayumi meninggal. Rendra sangat berharap kalau warga di Desa ini tidak mencibir Ayumi. Sebab, Ayumi gadis baik-baik. Ayumi bukan gadis yang hamil di luar nikah. Semua warga pun percaya dengan perkataan Rendra. Kini Ayumi dan Ibu Ningsih bisa bernafas dengan lega. Jika suatu saat nanti, kandungan Ayumi membuncit, Ayumi tetap aman dan tidak akan di cibir.
"Terima kasih Nak Rendra," ucap Ibu Ningsih kepada Rendra.
"Sama-sama Bu!"
Nukie terus memperhatikan Ayumi dari ujung rambut sampai ujung kepala. "Jadi gadis cantik ini yang bernama Ayumi. Gadis yang selalu di sebut-sebut sama Bos Rendra sampai kuping ku panas. Hemmm emang cantik sih," batin Nukie.
Rendra meraih kedua tangan Ayumi dan menggengamnya, "Aku pamit dulu. Aku harus kembali ke Jakarta, masih ada pekerjaan yang belum aku selesaikan. Ingat, jaga hati kamu dan juga calon anak kita," goda Rendra yang kini mengelus-ngelus perut Ayumi yang masih datar. Ayumi merona, dirinya merasa malu. Apalagi ada Ibunya dan Nukie serta Bapak Kepala Desa serta para Polisi.
"Apaan sih Ren," sahut Ayumi tersipu malu.
"Bos Rendra tenang saja. Jika warga sini ada yang mencoba mendekati Neng Ayumi, biar Bapak yang turun tangan," celetuk Pak Kades.
Hahaaa...
Semuanya pun ketawa kecuali Ayumi yang mulai salah tingkah.
"Ingat ya Pak! Ayumi adalah wanitaku, aku akan menikahinya setelah dia melahirkan. Jangan sampai ada yang menggodanya," ucap Rendra kepada Pak Kades.
"Ish... Rendra apa-apaan sih. Sangat yakin sekali dengan ucapannya. Ren, aku itu masih trauma dalam pernikahan. Semoga kelak aku tidak mengecewakan kamu."
"Aku pamit," ucap Rendra seraya mengacak-ngacak lembut puncak rambut Ayumi.
Belum resmi saja Rendra sudah berani mengakui kalau Ayumi adalah calon istrinya. Meskipun Ayumi belum pasti bakalan menerimanya atau tidak. Tapi Rendra akan tetap berusaha dan tidak akan menyerah untuk menarik perhatian Ayumi dengan caranya sendiri.
Ayumi mengangguk.
__ADS_1
"Jangan pernah bosan jika nanti aku akan sering datang kesini," ucapnya lembut.
"Hah? Mau ngapain lagi? Mau bagi-bagi sembako lagi?" seloroh Ayumi.
"Bukanlah! Mau mengejar cinta sang janda," goda Rendra dan sukses membuat jantung Ayumi berdegup cepat dari biasanya.
Cie
Cie
Cie
"Apaan sih!" Ayumi mendorong perlahan bidang dada Rendra.
"I Love you," bisik Rendra.
Ayumi malah menohok dengan bisikan Rendra. Setelah itu, Rendra berpamitan kepada Ibu Ningsih dan lainnya.
Ayumi masih menohok memperhatikan punggung Rendra. Ayumi masih tidak percaya dengan semua ini.
Rendra, kenapa kau begitu manis? Ini baru pertamakalinya ada laki-laki yang menghargaiku, mencintaiku tanpa alasan. Tidak seperti Kak Dika dan Mas Richi yang awalnya mencintaiku hanya karena terobsesi pada tubuhku. Rendra laki-laki yang berbeda. Tapi kenapa aku masih ragu padanya? Apa lagi Momy sama Daddy nya Rendra yang sama sekali tidak memperdulikan statusku. Rendra, aku harap kamu bisa sabar menanti cintaku.
Di Jakarta.
Rosa kini duduk di sebelah Richi di ruang tunggu. Vini masih berada di ruang oprasi.
"Aku turut berduka," sahut Rosa seraya menepuk-nepuk bahunya Richi.
__ADS_1
"Aku dulu tidak sempat memberikan anak, dan Ayumi terpaksa mundur karena hubungan kalian di tentang. Dan kini harapan kamu kembali musnah karena rahim Vini harus di angkat," ucap Rosa sendu.
Richi kini memeluk Rosa mantan istrinya, dan Rosa membalas pelukan Richi.
"Apa salahku Ca? Kenapa Tuhan menghukumku dengan cara seperti ini. Aku sudah kehilangan dua istri yang aku cintai, yaitu kamu dan Ayumi," lirih Richi dalam pelukan Rosa.
"Dan sekarang harapanku munsah karena aku tidak bisa punya anak," lirihnya lagi.
"Richi kamu harus banyak intropeksi diri saja. Maafkan aku Richi, kita harus berpisah karena kesalahan yang sudah aku buat. Dan aku menyadarinya. Tapi aku kecewa, kenapa waktu itu kau sampai tergoda hingga menodai Vini, sehingga membuat Ayumi pergi?"
Perkataan Rosa membuat Richi melepaskan pelukannya.
"Dari mana kau tahu masalah ini Ca?" tanya Richi dengan tatapan menyelidik.
"Tante Shima," jawab Rosa.
"Apakah itu benar Richi kabar yang aku dengar dari tante Shima?" tanya Rosa.
Richi hanya bisa mengangguk.
Rosa membuang nafas berat.
"Ini mungkin karma untuk kita Richi," sahut Rosa.
#
Hey cinta, maaf bukannya aku sombong gak pernah balas komentar kalian, di dunia nyataku aku sibuk say, 😁😁 maaf ya😘😘 terimakasih, tetap hadir dalam komentar, karena siapa tahu komentar kalian itu jadi inspirasi 😘😘😘
__ADS_1