Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
Episode 35


__ADS_3

"Richi tolong urus surat perceraian kita. Sebenarnya aku ini tidak hamil. Richi aku menyesal, sebagai istri aku tidak menuruti apa kata suami. Richi, setelah surat perceraian kita keluar. Aku ingin berobat ke luar negri. Aku ingin sembuh Richi. Aku dukung dan restui hubungan kamu dengan Ayumi," ujar Rosa. Kini Rosa sudah menyadari kesalahannya. Penyakin yang di deritanya membuat dirinya sadar. Dan ingin segera tobat sebelum kematian menjemputnya.


"Rosa kamu serius?" Richi masih tidak percaya dengan apa yang sudah Rosa katakan padanya.


"Aku serius. Aku ingin tobat sebelum azal menjemputku Richi," lirih Rosa. "Tapi aku masih ada kesempatan untuk bertobat. Penyakitku baru stadium 1, kemungkinan bisa sembuh," harap Rosa.


"Semangat Ca! Semoga Tuhan mengangkat penyakitmu. Ca, aku akan membiyayai perawatan kamu. Tapi kamu harus janji jangan tidur lagi dengan laki-laki yang belum menjadi halalmu Ca. Kamu bisa jadi model terkenal tanpa harus tidur dengan para produser," ujar Richi menyemangati Rosa.


"Iya Richi. Tolong jangan sampai para wartawan dan netizen mengetahui soal penyakitku," pinta Rosa kepada Richi agar Richi tutup mulut kepada para wartawan.


"Kamu tenang saja."


"Ca besok pagi mama papa kamu datang. Dan kemungkinan besok aku akan urus surat perceraian kita," kata Richi dan di anggukan oleh Rosa.

__ADS_1


• Di Singapore.


Dika sudah kembali ke Hotel. Ayumi masih menemani Ibu Ningsih. Ayumi mengambil ponsel yang ia taruh di dalam tasnya. Setelah itu, Ayumi menghidupkan layar ponselnya, Ayumi juga melihat ada satu pesan whatSapp dari Richi. Ayumi segera membukanya.


"Hah?" Ayumi terbelalak dan membuak mulutnya lebar-lebar letika membaca Chat dari suaminya. Apalagi saat melihat poto Rosa yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


"J-jadi Mba Rosa sakit terkena penyakit kanker Serpikss," batin Ayumi. "Ya Tuhan, aku sudah salah paham sama suamiku. Kenapa aku bodoh banget sih gampang terus kepengaruh sama Dika. Aah... " batin Ayumi geram.


"*Hallo sayang?" kata Ayumi ketika teleponnya sudah di angkat oleh Richi.


"Akhirnya sayang kamu menghubungiku juga. Kamu sudah baca chat whatSapp dariku?"


"Sudah Mas. Aku minta maaf. Aku sempat mencurigai kamu kembali bermesraan sama Mba Rosa. Karena Mas tidak pernah mengabariku.

__ADS_1


"Maaf sayang! Aku lagi sibuk-sibuknya dengan pekerjaanku di kantor. Dan ketika aku mau ke Singapore, eh Rosa malah pingsan sayang. Jadi maaf sayang aku menemani Rosa dulu. Nanti kalau kondisi Ibu sudah membaik, kamu dan Ibu kembali lagi ke Jakarta."


"Iya sayang*."


Sementara Dika kini sudah merasa menang. Dika senang karena Ayumi sangat gampang di pengaruhi. Dika akan terus mencuci otak Ayumi agar Ayumi meninggalkan Richi dan Ayumi lebih memilih dirinya.


"Setelah aku mendapatkan apa yang aku mau. Aku akan membuangnya seperti sampah. Hahaaa... " Dika begitu sangat terobsesi dengan tubuh dan kecantikan Ayumi.


Ayumi sudah selesai berbincang dengan Richi via telepon. Ayumi kembali ke ruang rawat ibunya.


"Jarang sekali ada suami seperti Richi. Aku menyesal karena aku sudah menyianyiakannya," batin Rosa ketika melihat Richi tidur lelap di atas sofa. Richi masih menemani Rosa.


"Semoga Ayumi tidak menyianyiakan Richi. Wajar saja kala itu Richi mencari istri simpanan. Karena aku sadar, aku tidak pernah memuaskan batinnya kala dia menginginkannya," batin Rosa.

__ADS_1


__ADS_2