Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
Episode 54


__ADS_3

"Bagaimana keadaan Vini?" tanya Richi kepada Dokter yang sedang memeriksa keadaan Vini.


"Saya sarankan lebih baik Nona Vini di bawa ke Rumah Sakit dan di Usg," saran Dokter.


"Usg?" Dengan kompaknya Tiara, Reza dan Richi. Ketiganya terkejut dengan saran Dokter yang menyarankan kalau Vini harus di Usg.


"Apakah istri saya hamil?" tanya Richi dengan raut wajah yang tampak berbinar-binar.


"Lebih baik kita bawa saja ke Rumah Sakit," ucap Dokter kembali menyarankan. Semuanya punemgangguk dan setuju.


Vini masih dalam keadaan pingsan. Kondisi Vini benar-benar sangat buruk dan melemah. Setiap datang bulan emang selalu begini, sakit perut dan merasakan keram. Namun, kali ini Vini tidak kuat menahannya sakitnya berkali-kali lipat dari sebelumnya.


Rendra dan asistennya Nukie sudah tiba di Desa tersebut. Rendra dan Nukie membagikan sedikit dana dan sembako ke setiap rumah. Kini giliran Rendra dan Nukie mengunjungi tempat tinggal Ayumi yang berada di ujung Desa.


"Bos, tempat ini benar-benar terpencil. Jauh sekali dari pusat kota. Bahkan mau ke pasar tradisional saja harus menempuh jarak beberapa kilo," ujar Nukie ketika dalam perjalanan menuju perkampungan yang di tempati Ayumi di ujung Desa.


Rendra dan Nukie berjalan kaki. Tentunya di dampingi oleh polisi dan Kepala Desa.


"Iya, mereka betah banget. Dan emang Desa ini masih sangat asri dan sejuk meskipun jauh dari pusat kota," sahut Rendra.


Hemm...

__ADS_1


"Yum katanya bakalan ada pengusaha muda dari kota Jakarta yang mau membagikan sembako dan sedikit dana. Lumayan Yum, buat tambah-tambah tabungan kita," seru Ibu Ningsih.


"Alhamdulilah bu kalau begitu," seru Ayumi mengucapkan syukur.


Selama Ayumi dan Ibu Ningsih Tinggal di Desa ini, Ayumi dan Ibu Ningsih hanya mengandalkan uang tabungan saja yang cukup untuk biyaya sehari-hari. Kadang kalau kondisi lagi sehat, Ibu Ningsih berjualan gorengan keliling untuk memanjangkan uang simpanannya. Selama tinggal di Desa ini, Ayumi dan Ibunya tidak sampai kesusahan karena tidak adanya biyaya.


Tok...tok..tok..


Terdengar suara ketukan pintu.


"Assalamu'alaikum." Rendra mengucapkan salam di balik pintu yang tertutup. Ayumi dan Ibu Ningsih sudah menduganya kalau yang datang berkunjung itu pengusaha yang akan memberikan bantuan.


Klek


Suara pintu rumah terbuka.


"Walaikum salam." Ayumi dan Ibu Ningsih begitu kompaknya menjawab salam.


Deg~


Entah kenapa jantung Rendra berdegup cepat, biasanya Rendra seperti ini kalau dirinya sedang di dekat Ayumi. Rendra menyentuh bidang dadanya. "Ayumi?"

__ADS_1


Perlahan-lahan Rendra dan Nukie memutar tubuhnya kearah pintu.


Hemmm Di Rumah Sakit di Ruang IGD kini Vini masih dalam keadaan pingsan.


Vini lagi di Usg karena Richi begitu penasaran. Richi sangat berharap kalau Vini sedang hamil.


"Sangat buruk," ucap Dokter yang emang sudah biasa menangani Vini.


"Buruk?" Richi sama sekali tidak mengerti maksud perkataan Dokter yang mengatakan kalau keadaan Vini sangat buruk.


"Apakah sebelumnya Ibu Vini tidak menceritakan masalah penyakitnya?" tanya Dokter.


"Penyakit?" Dan Richi kembali di buat terkejut oleh pertanyaan Dokter.


"Penyakit apa Dok? Selama ini istri saya tidak menceritakan apapun tentang penyakitnya." Richi semakin bingung saja.


Di ruang IGD hanya ada Richi dan Dokter serta Vini yang sedang di tangani Dokter.


Hemm bagaimana Reaksi Richi ketika dirinya mendengar kabar soal penyakit Vini?


Bagaimana Reaksi Rendra dan Ayumi ketika takdir mempertemukan keduanya kembali?

__ADS_1


__ADS_2