Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
Episode 26


__ADS_3

Rosa sudah tiba lebih dulu di rumah Ayumi. Rosa belum mendengar kabar kalau Ayumi dan Richi itu sudah berpisah. Selama 3 hari ini, Richi jarang pulang ke rumah. Richi memutuskan untuk tidur di kamar yang terletak di dalam ruangan kerjanya.


Tok...tok...tok


Rosa mengetuk pintu rumah Ayumi dengan sangat kasarnya. Rosa memakai kacamata hitam dan kerudung hitam agar tidak ada yang mengenali dirinya kalau dirinya itu seorang model papan atas yang lagi naik daun. Ayumi sudah tiba di depan gank rumahnya. Dika tidak ikut mampir ke rumah Ayumi.


Ibu Ningsih sudah membuka pintu rumahnya, "Maaf! Siapa ya?" tanya Ibu Ningsih yang sedikit mengkerutkan dahinya.


"Mana si Ayumi?" sentak Rosa membuat ibu Ningsih terkejut. Suara Rosa mampu memancing para warga berkerumun di sekitaran rumah Ayumi.


"Mana si Ayumi wanita jallang, pelakor yang sudah merebut suami saya. Demi uang, si Ayumi itu rela dirinya di jadikan istri simpanan oleh suami saya seorang Tuan Muda yang kaya raya. Ibu pasti kenal sama Richi kan?" kata Rosa dengan suara tinggi.


Ibu Ningsih mengangguk.


"Karena si Ayumi merasa berat dengan hutang-hutang alm bapaknya. Dia menggoda suami saya sehingga suami saya tergoda dan menikahi Ayumi secara siri. Dan menganggap hutang alm itu lunas." Rosa terus memutar balikan pakta agar terkesan kalau dirinya terdzolimi dan Ayumi yang bersalah.


Suasana semakin ricuh. Bisik-bisik tetangga mulai terdengar samar-samar di telinga ibu Ningsih.


"Apa? Itu tidak mungkin," lirih Ibu Ningsih seraya menyentuh bidang dadanya. Ibu Ningsih masih tidak percaya dengan perkataan Rosa.


"Untuk apa saya bohong Bu?" kata Rosa. "Anak ibu telah menggoda suami saya sehingga suami saya memilih dia. Saya lagi hamil. Saya cuman ingin mempertahankan pernikahan saya dan memperjuangkan ayah untuk anak aku," lirih Rosa seraya menyentuh perutnya yang datar dan krepeng.


Ibu Ningsih masih tidak percaya. Ayumi baru datang. Kedatangan Ayumi menjadi sorotan para tetangga yang lagi berkumpul di sekitaran rumah Ayumi.


"*Eh pelakor datang tuh."


"Gak nyangka ternyata diam-diam menghanyutkan. Wanita jallang, wanita perebut suami orang. Ish... amit-amit. Tampang lugu ternyata ular*."


Rosa tersenyum penuh kemenangan saat dirinya mendengar cibiran untuk Ayumi.


Plak!


Tamparan keras melayang dari tangan ibu Ningsing di pipi kanan Ayumi.


"Bu kenapa tampar Ayumi?" tanya Ayumi seraya menyentuh pipinya yang habis kena tampar oleh ibunya.


Plak!

__ADS_1


Ibu Ningsih kembali menampiri pipi Ayumi yang sebelah kiri.


"Ayumi ibu tidak mengka kalau kam-"


"Aw... " Ibu Ayumi tiba-tiba menyentuh bidang dadanya. Ibu Ayumi mendadak mengalami serangan jantung.


"Ibu!" teriak Ayumi yang langsung menahan tubuh Ibunya agar tidak jatuh.


"Itu balasan untuk kamu Ayumi karena kamu tidak mau menerima tawaran dariku," bisik Rosa kepada Ayumi.


"Mba! Aku sama Tuan Richi sudah berpish 3 hari yang lalu. Tuan Richi sudah mengucapkan kata TALAk," sentak Ayumi.


Hah~


Semua terbelalak. Begitupu Rosa.


"Kamu jangan coba-coba mempermainkan saya Ayumi," kata Rosa dengan sangarnya.


Namun, Ayumi tidak melanjutkan pertingkaian dengan Rosa. Ayumi memapang tubuh Ibu Ningsih masuk kedalam rumah.


"Aaaaaaa... " geram Rosa seraya menginjak-nginjak lantai. Rosa pun pergi meninggalkan rumah Ayumi.


Ayumi merebahkan tubuh Ibu Ningsih di tempat tidur. Ayumi sangat bingung karena ia tidak memegang uang saat ini. Ibu Ningsih sekarang pingsan. Yang terlintas dalam pikiran Ayumi saat ini adalah Dika. Ayumi akan meminta bantuan kepada Dika.


Entah gimana ceritanya Dika lagi bersama Sabrina di sebuah Vila. Vila milik keluarga Dika. Tadinya niat Dika hari ini akan mengakak Ayumi ke Vila ini. Namun, karena Ayumi tidak bisa. Dika pun mengajak Sabrina.


Sebelumnya...


Bruk


Sabrina sengaja menabrak Dika. Refleks Dika melingkarkan satu tangannya di pinggang Sabrina, satu tangannya menarik tangan Sabrina agar Sabrina tidak jatuh. Sabrina sengaja memperlihatkan belahan dadanyaa agar Dika tergoda. Saat Dika melihatnya sukses membuat dirinya menelan Salivanya secara kasar.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Dika. Pandangan matanya masih tertuju kepada belahan itu.


Sabrina tersenyum kala melihat Dika yang gugup seperti itu.


"Tidak apa-apa. Terimakasih," tutur Sabrina dengan lembut.

__ADS_1


Dan dari kejadian itulah Dika masuk dalam perangkap Sabrina.


Hemmm...


Ayumi berusaha untuk menghubungi Dika. Namun tidak pernah ada jawaban. Saat ini Dika dan Sabrina sedang beradu bibir.


"Kak Dika angkat dulu teleponnya," titah Sabrina kala permainan panasnya di selesaikan dulu.


"Tidak penting! Biarkan saja. Aku sudah tidak bisa menahannya. Untung ada kamu. Sabrina aku akan memberikan apapun yang kamu mau, asal kamu temani aku," kata Dika seraya mengusap bibir Sabrina yang lembab.


"Yakin? Aku masih tingtong loh! Dan kamu harus pake penghalang, aku tidak mau kejantanan kamu itu masuk ke rahimku. Aku tidak mau hamil," ucap Sabrina.


"Baiklah! Aku akan memesannya dulu. Pokoknya apapun yang kamu minta aku akan penuhi."


Sabrina merasa senang. Gagal menggoda Richi tapi sekarang dia berhasil menggoda pacar Ayumi yaitu Dika. Ya, Dika dan Ayumi sudah resmi pacaran.


Di rumah, Ayumi kesal karena Dika tidak mengangkat teleponnya. Ayumi semakin bingung dan mencemaskan keadaan ibunya.


"Bagaimana ini?" Ayumi terus mondar-mandir.


Tiba-tiba saja ada beberapa perawat yang masuk kedalam rumah Ayumi membawa brankar dorong. Ayumi terkejut dengan kedatangan para perawat itu.


"Non Ayumi di mana Ibu Nona yang katanya jatuh pingsan karena serangan jantung?" tanya salah satu perawat.


"Oh, ada di kamar!" Ayumi segera menunjukan kamarnya.


"Siapa yang menyuruh mereka datang kesini? "


Ayumi akhirnya bisa bernafas dengan lega kala ibunya sudah di tangani oleh dokter. Kini Ayumi tengah harap-harap cemas menunggu kabar ibunya di depan ruang IGD.


"Ayumi untuk saat ini aku hanya bisa memperhatikan kamu dari jauh. Rendy terimakasih infonya," kata Richi kepada Rendy yang saat ini sedang berdiri di sampingnya.


"Sama-sama Tuan! Saya cuman ingin menebus kesalahan saya karena sudah menghianati Tuan," ucap Rendy.


Ketika Richi mau menghapus tentang Ayumi di pikirannya. Kala itu Richi mendapat kabar soal Ayumi. Soal Ayumi dan Ibu Ningsih yang di labrak oleh Rosa sehingga menyebabkan Ibu Ningsih mengalami serangan jantung. Rendy sengaja mengikuti Rosa untuk mencari informasi agar dirinya bisa merebut hati Tuan Richi lagi. Rendy berjanji kali ini ia akan bekerja propesional sebagai kaki tangannya Richi.


"Ayumi kamu tidak sendiri. Andai saja aku bilang sama Rosa kalau aku sudah berpisah denganmu. Mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Maafkan aku Ayumi."

__ADS_1


__ADS_2