Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
KCA (7)


__ADS_3

Richi masih ada di sekitaran Cafe. Richi semakin kepo saja. Sedari tadi ponselnya terus berdering. Hellena terus saja menghubungi Richi. Tapi, Richi selalu mengabaikannya. Richi lagi fokus kepoin sang mantan istri simpanannya.


Ini waktunya Ayumi pulang kerja. Ayumi pulang lebih cepat sekitar jam 2 siang. Sebab kondisi Ayumi yang sedang hamil. Jadi di berikan keringanan. Sesuai dengan yang di sepakati, Rendra akan menjemput Ayumi, sebelumnya Ayumi sudah mengabari Rendra.


~ Penampilan Rendra siang ini.



Rendra sudah stay di depan Cafe. Rendra berdiri di samping mobilnya. Ayumi keluar dari Cafe. Melihat Rendra sudah stay, ia pun menghampiri Rendra.


"Maaf sudah menunggu lama," kata Ayumi seraya menggaruk-garuk pelipisnya yang sama sekali tidak gatal. Ayumi begitu terpesona dengan ketampanan Rendra siang ini. Setiap mau bertemu dengan Ayumi, Rendra selalu berusaha untuk terlihat keren.


"Tidak masalah! Apa sih yang engga buat bumil cantik ini," goda Rendra membuat Ayumi tersipu malu.


Ayumi tersenyum tipis. Ayumi semakin salah tingkah saja di depan Rendra.


"Silahkan masuk tuan putri," titah Rendra seraya membukakan pintu mobilnya.


Ayumi pun masuk kedalam mobil Rendra. Setelah Rendra menutup pintu mobilnya, Rendra pun masuk juga. Rendra memakai sabuk pengaman, lalu membantu Ayumi memakaikan sabuk pengaman. Dan seperti biasa, terjadilah saling tatap-tatapan seperti di drama-drama drakor.


Ayumi dan Rendra jarak pandangnya sangat dekat. Hingga keduanya terhanyut dengan tatapan itu. Detak jantung keduanya sama-sama loncat-loncat.


"Kamu sangat cantik," sahut Rendra yang masih memandang netra wajah Ayumi. Dua manik mata kembar itu semakin bertemu.


Richi semakin cemburu dan kebakaran jengot kala melihat di dalam mobil adegan saling pandang antara Rendra dan Ayumi.


Rendra maupun Ayumi tidak menyadarinya kalau sedari tadi ada Richi yang terus memperhatikan mereka berdua.

__ADS_1


Rendra berusaha untuk menahan hasratnya. Rasanya, Rendra ingin mencicipi bibir ranum Ayumi lebih dalam. Namun, ia tahan. Karena tidak mau nantinya membuat Ayumi marah padanya.


Tahan Ren! Meskipun sangat manis. Kau harus bisa menahannya.


"Ren, bisa tolong menyingkir. Aku takut nantinya kita khilaf," seloroh Ayumi.


"Eh!" Rendra tersadar dan langsung kembali duduk di depan stir mobilnya. Rendra dan Ayumi sama-sama menggaruk-garuk pelipisnya. Padahal tidak lagi gatal.


"Untung saja kau cepat menyadarkan aku. Kalau tidak?" sahut Rendra menyepitkan matanya.


"Kalau tidak apa?" tanya Ayumi.


"Enggak ah! Sudah lupakan saja," kata Rendra.


"Hemmm... pasti tadi babang Ren-Ren ingin mengkecup ini kan," seloroh Ayumi seraya menyentuh bibirnya.


"Dih G'R!" Rendra semakin salah tingkah.


Rendra langsung meraih tengkuk Ayumi dan kembali menatap Ayumi, "Kalau iya emang kenapa?" tanya Rendra lembut.


Richi semakin murka dan kepanasan. Tidak kuat rasanya Richi melihat kemesraan antara mantan itri sirinya dengan Rendra.


"Sialan," desis Richi.


Ayumi menyadari kalau ada Richi yang kini sedang memperhatikannya. "Hah, ada Mas Richi?"


Ayumi memanfaatkan kesempatan ini agar Richi percaya kalau Ayumi dan Rendra ada hubungan, "Maafkan aku Rendra. Bukan maksudku untuk memanfaatkan kamu. Tapi tatapan matamu membuat aku lemah tak berdaya. Aku terhanyut. Aku tadi menahannya. Tapi sekarang tidak! Rendra, maaf! Mungkin setelah ini kau akan menganggap aku wanita gampangan. Ah... bodo amat," batin Ayumi.

__ADS_1


Ayumi memberanikan diri mengalugkan kedua tangannya di tengkuk Rendra.


"Aku juga menginginkannya? Bukankah aku ini akan menjadi milikmu, setelah anak ini lahir?"


Perkataan Ayumi membuat Rendra bahagia mendengarnya. Rendra melebarkan senyum.


"Apakah boleh?" tanya Rendra.


"Tentu! Cuman ini kan! Asal jangan meminta lebih," ucap Ayumi.


Tanpa ragu lagi Rendra langsung mengkecup bibir ranum Ayumi dengan lembut. Ayumi memejamkan kedua matanya dan mulai ikut mencerna.


"Mereka berdua apa-apaan sih? Kek gak ada tempat lain saja?" gerutu Richi kesal, marah dan cemburu. Rasanya, Richi ingin menggedor-gedor kaca mobil Rendra dan mengacaukan adegan mesra itu. Namun, demi rasa keponya itu, Richi menahannya.


Baru 1 menit, Rendra menyelesaikannya. Nafasnya terasa sesak. Ini baru pertama kalinya Rendra melakukannya.


"Yum, aku gak kuat. Hahaa, " seloroh Rendra.


"Jujur, ini baru pertamakalinya."


"Masa?" goda Ayumi.


"Iya! Suer."


Ayumi tersenyum dan memeluk Rendra, "Maaf! Aku melihat Richi. Bukan maksudku untuk memanfaatkan kamu. Tapi jujur saja, aku pun sama menginginkannya. Tatapanmu membuatku lupa diri. Lain kali jangan menatapku seperti itu."


Rendra tersenyum. "Tiap ketemu, aku akan terus menatapmu seperti itu. Hahaa, bibir mu manis. Sayang sekali, aku sudah melewatkan kesempatan emas ini. Apalah aku yang polos ini," seloroh Rendra.

__ADS_1


"Ren-Ren! Kamu ya?" Ayumi masih memeluk Rendra. Ayumi memukul-mukul punggung Rendra.


"I love you! Meski tak pernah ada balasan. Tapi aku tidak akan pernah bosan untuk mengatakan kata itu," tutur Rendra.


__ADS_2