
"Vini, aku sudah menikah. Aku tidak bisa membalas cinta kamu," ucap richi menolak secara halus.
"Richi, kau kan menikahi Ayumi cuman secara siri. Richi kau bisa menikahiku secara resmi. Biarlah Ayumi tetap jadi istri simpananmu." Vini mendorong tubuh Richi hingga jatuh tepat di atas tempat tidur. Vini berada di atas Richi.
Richi tidak ada penolakan sama sekali. Jari-jemari Vini terus saja menyentuh wajah Richi.
"Vini kau mau ngapain?" tanya Richi kala melihat Vini membuka satu persatu kancing kemejanya Richi. Dan Richi tidak berontak.
"Aku akan memberikan semuanya padamu Richi, karena aku mencintaimu," bisik Richi.
3 jam telah berlalu~
"Apa yang sudah aku lakukan?" gumam Richi kala terbangun dari tidurnya. "Kenapa bisa begini? Darah?" Richi melihat bercak kesucian Vini yang menempel di atas tempat tidur.
"Aaaaaaa... " pekik Richi dalam hati seraya mengacak-ngacak rambutnya secara kasar. Richi menyesal karena sudah tergoda dengan ajakan Vini. Kini Vini masin tidur di sebelahnya.
"Ayumi?" Richi teringat Ayumi. "Apakah tadi Ayumi mendengar suara desah dan erangan ku bersama Vini?" Richi terus bermonolog dalam hati. Vini bangub dari tidurnya. Vini langsug saja memeluk tubuh Richi.
__ADS_1
"Terimakasih untuk malam indah ini," ucap Vini. Malam ini dia begitu tampak senang atas apa yang sudah di lakukan dengan Richi, yaitu melakukan dosa terindah.
"Vini kenapa kau terus menggodaku hingga aku terhanyut dalam permainanmu," kesal Richi yang mulai menyesal sudah menodai Vini.
"Karena aku mencintaimu." Vini semakin erat memeluk tubuh Richi.
Kenapa dengan diriku? Kenapa bisa semudah itu aku menghujani Vini. Ketika Sabrina teman Ayumi menggodaku. Dan aku sama sekali tidak tergoda.
Richi masih berfikir kalau Ayumi berada di kamar ibu Ningsih. Tiara merasa bahagia malam ini. Bahagia karena dirinya tak sengaja mendengar suara indah yang Richi dan Vini keluarkan di dalam satu ruangan.
"Bagus Vini, kamu sudah berhasil membuat Richi menyentuhmu." Tiara merasa tidak sabar ingin mendengar keputusan Richi yang nantinya mau menikahi Vini.
~
~
~
__ADS_1
Ayumi merasa sedih karena sudah jam 9 pagi belum ada Richi yang menanyakan tentang dirinya. Bahkan Richi tidak datang menemuinya di rumah lamanya Ayumi dan Ibu Ningsih.
"Mana suamimu Ayumi? Sudah jam segini tapi dia tidak tampak datang kesin. Apakah dia menghubungimu?" tanya Ibu Ningsih. Ayumi hanya menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Sudah ibu duga! Padahal kita masih tinggal di rumah ini," kata Ibu Ningsih.
"Ya sudah Bu, Ayumi berangk ke kampus dulu. Nanti setelah Ayumi pulang kuliah kita pindah," sahut Ayumi.
Ayumi mencium punggung tangan Ibu Ningsih, "Hati-hati kamu Yum," ucap Ibu Ningsih dan di anggukan oleh Ayumi.
Richi dan Vini masih tidur nyenyak karena keduanya sudah melakukan dosa terindah sampai 2x. Tiara dan Reza membiarkan saja. Bahkan Tiara berharap kalau Richi dan Vini kembali melakukan itu. Agar Richi semakin terjerat dan tidak punya pilihan lain lagi agar menikahi Vini.
Bruk~
"Sorry-sorry! Aku buru-buru!" Ayumi bertubrukan dengan seseorang. Tentunya pengusaha. Pengusaha muda itu kembali berlarian masuk kedalam kampus.
Buku yang Ayumi bawa berceceran di lantai, "Dasar pengusaha tidak punya akhlak," kesal Ayumi sembari membereskan buku-bukanya.
__ADS_1
Mas Richi tega sekali, kenapa semenjak kehadiran si tepos itu si tubuh datar itu, dia jadi berubah. Aku pergi dia sama sekali tidak menyariku atau menghubungiku.