Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
Eposode 24


__ADS_3

Dika sangat bersemangat kala dirinya melihat Ayumi yang langsung merespon. Ayumi memejamkan kedua matanya. Ketika kedua bibir itu mau menyatu, Richi langsung menarik pakaian Dika dari arah belakang. Richi memutar tubuh Dika menghadapnya dan langsung saja Richi menonjok wajah Dika.


Bruk!


Dika jatuh tersungkur ke lantai. Ayumi terkejut campur takut. Setelah itu Richi langsung menarik paksa tangan Ayumi sehingga dengan terpaksa Ayumi mengikuti langkahnya.


"Lepas!" sentak Ayumi dengan sekuat tenaga menepis tangan Richi yang memegangnya begitu kuat.


Plak!


Richi refleks menampar pipi kanan Ayumi dengan sangat keras sehingga pipi Ayumi merah.


"Richi," lirih Ayumi seraya menyentuh pipinya yang habis kena tampar oleh Richi. Air mata Ayumi mulai menetes.


Richi begitu sangat emosi. Kemarahannya tidak bisa di terkontrol.


"Yum, aku minta maaf!" Kala Richi mau memeluk tubuh Ayumi, dengan gesitnya Ayumi mendorong tubuh Richi.


Pertingkaian Ayumi dan Richi terjadi di samping mobilnya Richi. Dika diam-diam mengintip. Dika sangat penasaran dengan sosok laki-laki tampan yang sudah menonjoknya.


"Ternyata kamu tidak sepolos yang aku kira. Dengan mudahnya kamu mau memberikan ciuman kamu kepada laki-laki itu," kata Richi yang tidak berani melihat ke arah Ayumi.


"Kamu tidak jauh dari Rosa. Aku kecewa Ayumi sangat kecewa. Kalau aku tidak datang mungkin kamu dan dia-? Aahhh... sudahlah! Ayumi kamu ingin kebebesankan? Ok fine. Sepertinya aku tidak bisa mempertahankan kamu. Aku takut kamu menyakitiku lebih dari ini. Seperti Rosa yang harus tidur dengan pria lain demi karir. Dan kamu demi ingin merasakan di cintai kamu juga sampai terhanyut saat laki-laki itu mau menyentuhmu," lirih Richi seraya mengusap wajahnya secara kasar.


"Aku tunggu kamu di kantor!" Richi masuk kedalam mobilnya meninggalkan Ayumi yang masih berdiri mengantum. Kala ini Ayumi merasa bersalah. Ayumi teringat apa kata Richi kala itu, Ayumi boleh dekat dengan laki-laki lain tapi Ayumi tidak boleh menyerahkan aset yang sudah menjadi milik Richi.


Tapi dengan mudahnya tadi Ayumi saking kebawa suasana romantis dengan mudahnya menerima cernaan dari Dika. Kala Dika mau mencumbu bibirnya. Ayumi tidak menolak bahkan menerimanya dan langsung memejamkan kedua matanya. Dika yang mengintip masih tidak mengerti masalah Ayumi dengan laki-laki pengusaha itu. Kala Dika mau menghampiri Ayumi tapi Ayumi langsung berlari dan masuk kedalam taxi.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Siapa pria itu?" gumam Dika.

__ADS_1


Di dalam mobil Richi terus mengepal tangannya dan memukul stir mobilnya. Richi lebih marah dan lebih kecewa kala dirinya melihat istri simpanannya mau berciuman dengan pria lain.


"Aaaaa... " geram Richi.


"Aku kecewa Ayumi!" pekik Richi.


Tak lama kemudian Richi sampai di kantornya. Dengan tergesa-gesa Richi langsung menuju ke ruangan kerjanya. Richi juga tidak menghubungi seketaris Rend. Richi sudah yakin kalau yang menceritakan masalah Ayumi kepada Rosa sudah pasti Rendy. Selang 15 menit di susul oleh Ayumi. Saat ini kantor lagi sepi. Cuman ada pak satpam. Ayumi langsung menuju ke ruangan kerjanya Richi.


Tok...tok...tok!


Ayumi mengetuk pintunya. "Masuk!" teriak Richi.


Klek


Ayumi membuka pintunya. Kala ini Richi tengah berdiri di depan jendela ruangannya.


"Di atas meja ada sebuah berkas soal hutang-hutang alm bapak kamu. Sekarang kamu boleh tanda tangan. Hutang bapak kamu sudah aku anggap lunas. Dan apa yang kamu inginkan akan aku kabulkan detik ini juga," ucap Richi dengan tampang datarnya. Richi sudah yakin kalau saat ini dirinya akan membebaskan Ayumi dengan satu kata yaitu kata TALAK.


"T-tuan." Ayumi berjalan memberanikan diri untuk dekat dengan Richi. Ayumi mengerti kalau Richi akan menceraikannya. Entah kenapa Ayumi tidak mau pisah dengan Richi. Walaupun statusnya hanya sebagai istri simpanan tapi Ayumi sudah mulai nyaman. Ayumi yang masih labil membuat Richi tidak bisa mempertahankan Ayumi.


Ayumi memberanikan diri melingkarkan kedua tangannya di perut Richi. Ayumi memeluk erat tubuh Richi dari belakang. "Maafkan aku! Maaf karena aku sudah hampir melewati batas. Tuan, apakah Tuan marah karena cemburu? Atau marah karena milik tuan mau di sentuh oleh orang lain?" tanya Ayumi. Ayumi sangat berharap kalau jawaban Richi itu karena cemburu.


"Aku marah karena milikku mau di sentuh oleh pria itu," ucap Richi. Dalam hatinya berkata, "Aku cemburu."


"Oh!" Ayumi melepaskan pelukannya.


"Ternyata Tuan cuman mencintai tubuhku saja. Baiklah Tuan, tadinya aku berharap kalau tuan itu cemburu." Ayumi meraih berkas yang ada di atas meja kerjanya Richi. Saat Ayumi mau tanda tangan Richi menepisnya dan langsung memeluk tubuh Ayumi sehingga kini Ayumi dalam dekapannya. Richi tidak bisa membohongi perasaannya kalau dia emang marah karena cemburu.


"Aku cemburu. Aku marah! aku cemburu Ayumi. Aku takut kamu seperti Rosa," lirih Richi. "Aku sadar. Aku tidak pernah memberikan kamu cinta dan tidak pernah bersikap romantis. Tapi, aku tidak rela kalau ada laki-laki lain menyentuhmu."

__ADS_1


"Apa Tuan sudah mencintaiku?" tanya Ayumi yang mulai nyaman dalam dekapan Richi.


"Menurutmu?"


"Aku rela selamanya jadi istri simpanan. Asal aku itu di cintai, di sayangi, di perlakukan manis oleh suamiku," harap Ayumi.


"Tuan apa aku salah ingin merasakan yang namanya dicintai? Aku itu merasa kalau Kak Dika mencintaiku. Jika Tuan tidak mencintaiku. Lebih baik aku mundur dari sekarang dan memilih kak Dika," ancam Ayumi untuk menggeretek Richi.


"Dan aku akan menerima tawaran Mba Rosa," ancam Ayumi lagi.


Richi melepaskan pelukannya. Richi mengangkat dagunya Ayumi, "Kamu mulai berani mengancamku?" kata Richi dengan tatapan membunuh.


"Aku bukan mengancam. Tapi-?" belum saja selesai bicara bibir Ayumi sudah di eemmmuut saja oleh Richi.


"Aku mencintaimu," bisik Richi.


"Kamu adalah milikku." Richi kembali mencumbu bibir ranum Ayumi dengan lembut namun menuntut. Ayumi mendorong bibir Richi.


"Coba katakan sekali lagi?" pinta Ayumi.


"Aku mencintai kamu Ayumi," tutur Richi. Tak bisa Richi pungkiri kalau dirinya emang sudah mencintai Ayumi entah sejak kapan perasaan itu muncul.


Saat Richi mau mencumbunya lagi, Ayumi kembali menahannya. "Maksudnya cinta apa Tuan? Tubuhku apa?"


Richi meraih pinggang Ayumi. "Aku mencintai semua ada pada dirimu Ayumi. Bukan hanya tubuhmu saja, tapi juga hatimu," tutur Richi dengan tatapan yang tidak bisa Ayumi artikan.


"Aku sudah kehilangan istri pertamaku. Aku tidak mau kehilangan istri simpananku."


"Tapi jika kamu tidak mencintaiku. Dan kamu tetap ingin meminta kebebasan dariku. Aku akan menurutinya. Kali ini aku tidak akan egois. Sudah cukup Tuhan menghukumku. Ayumi, kamu tidak perlu menerima tawaran Rosa. Aku akan membebaskan kamu sekarang juga. Dan aku akan merelakan kamu dengan pria itu jika kamu mencintainya. Tapi izinkan aku menciummu untuk yang terakhir kalinya."

__ADS_1


__ADS_2