Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
KCA(3)


__ADS_3

Ayumi dan Sabrina sedang berada di dalam Mal untuk menghilangkan penat. Kini keduanya berada di sebuah Cafe yang berada di dalam Mal tersebut. Dika tiba-tiba saja datang menghampiri Ayumi dan Sabrina yang sedang berbincang sambil menikmati cemilan. Tadi ketika di kampus, Dika tidak melihat Ayumi sama sekali. Dika sudah mendengar kabar dari anak-anak kampus kalau Ayumi sedang hamil.


"Ternyata kalian berdua di sini," sahut Dika seraya menarik kursi dan duduk di sebelah Ayumi. Sesekali Dika melirik ke arah Ayumi. Dan ternyata benar, Ayumi sedang hamil.


"Yum, kau benar-benar hamil?" tanya Dika yang langsung kepada intinya.


"Iya! Emang kenapa?" tanya Ayumi ketus.


"Beb, jangan kepo. Ayumi emang sedang hamil. Ayumi sudah menikah lagi. Jadi kesempatan kamu untuk mendapatkan Ayumi pupus sudah," sahut Sabrina.


Ayumi langsung menohok ke arah Sabrina. Jawaban Sabrina tentu ada yang salah. Ayumi belum menikah lagi. Sabrina memberikan kode-kodean lewat mata dan pelipis.


Ayumi pun mengerti. Ayumii menggaruk-garuk pelipisnya yang sama sekali tidak gatal.


"Benarkah itu? Kamu sudah menikah lagi?" tanya Dika dan di anggukan oleh Ayumi.


"Sama siapa?" tanya Dika kepo.


"Ya sama laki lah bang," sahut Sabrina.


"Gue gak nanya sama lu," ketus Dika.


"Aku pulang duluan saja. Kalian berdua lanjut makan saja. Tubuhku sangat lelah," sahut Ayumi.


Ayumi ingin menghindar dari Dika. Kalau Ayumi tidak pergi, kemungkinan Dika akan terus mengintrogasinya.


****

__ADS_1


Richi dan Hellena juga berada di dalam Mal tersebut. Richi akan mengajak Hellena shoping untuk merayakan kalau dirinya kini sudah terbebas dari Vini.


Bruk


"Maaf Mba." Ayumi menjongkok membantu membereskan belanjaan Hellena.


"Kalau jalan pake mata dong Mba," sentak Hellena yang ikut membereskan barang bawaannya. Richi juga ikut membantu.


Ya! Ayumi tidak sengaja bertubrukan dengan Hellena, ada Richi juga disebelah Hellena.


Deg~


"Sekali lagi saya minta maaf!" Ayumi berdiri tegak dan tentunya bertatap muka dengan Richi.


"Ayumi?"


"Mas Richi!"


"Kau sedang hamil?" tanya Richi dengan bibir gemetar.


"Permisi!" Tanpa menjawab pertanyaan dari Richi Ayumi nyelong pergi begitu saja. Ayumi tidak mau sampai Richi mengetahuinya kalau anak yang di kandung oleh Ayumi adalah anak Richi.


"Ayumi tunggu," teriak Richi yang langsung mengejar Ayumi.


Hellena di buat kesal oleh Richi, Hellena terus menginjak-nginjak lantai. "Sebel! Oh jadi dia yang namanya si Ayumi mantan istrinya Richi," desis Hellena.


Ketika sudah tiba di parkiran, Richi berhasil mengejar Ayumi. Karena sedang hamil membuat Ayumi kesulitan untuk berlari. Richi meraih tangan Ayumi, menggenggamnya dengan erat.

__ADS_1


"Lepas!" Ayumi menepis tangan Richi dengan sekuat-kuatnya.


Kedua tangan Richi beralih memegang bahunya Ayumi, Richi menatap lekat wajah Ayumi meskipun Ayumi buang muka.


"Kau hamil anak siapa Yum?" tanya Richi dengan getir.


"Anak suami simpananku lah," jawab Ayumi angkuh.


"Simpanan?"


"Ya! Suami simpanan. Dan aku istri simpanan nya juga. Lagian kenapa sih kepo dengan urusan mantan. Tuh sana urusin wanita baru lagi. Dasar mata keranjang. Setelah aku, Vini, lalu wanita itu." Ayumi berkata begitu sinis. Ayumi masih buang muka.


"Aku sama Vini sudah bercerai," ucap Richi.


Ayumi tersenyum tipis. Ayumi menepis tangan Richi yang menyentuh kedua bahunya, "Lantas apa hubungannya denganku? Bodo amat mau cerai atau masih terikat juga. Itu bukan urusanku."


Ayumi memutar tubuhnya membelakangi Richi. Dengan gesitnya Richi memeluk Ayumi dari belakang. Mencengkamnya dengan sangat kuat.


"Aku menjalin hubungan dengan Hellena karena untuk pelampiasan saja. Sekilas dia mirip denganmu," lirih Richi.


Kini tangannya menyentuh perut Ayumi. "Entah kenapa aku berharap anak ini anak kita. Yum, banyak kejadian buruk yang sudah aku alami. Tuhan sudah menghukumku. Yum, apakah ini anak kita?"


Richi terus mengelus-ngelus perut Ayumi. Richi masih memeluk Ayumi dari belakang.


Rendra ternyata baru tiba di parkiran. Dirinya terbakar api cemburu melihat Ayumi dan Richi. Apalagi melihat tangan Richi mengelus-ngelus perut Ayumi.


Ayumi tidak bisa berontak sama sekali. Cengkaman Richi begitu kuat.

__ADS_1


Ternyata takdir kini sudah mempertemukan mereka. Richi kenapa gue gak rela. Itu emang anak lu. Tapi kenapa gue gak rela perut Ayumi di elus-elus seperti itu. Ren, sadar! Lu jangan egois.


"Lepas!" sentak Ayumi yang berusaha untuk memberontak.


__ADS_2