
Rendra sudah selesai mandi. Rendra masih memakai handuk. Rendra duduk di tepi ranjang sembari mengeringkan rambutnya yang basah. Ekspresi Rendra masih saja cemberut . Rendra belum bisa menidurkan MR. P secara pribadi. Rendra lalu meraih ponselnya yang ia taruh di atas nakas, Rendra membuka Google dan mencari cara bagaimana untuk menidurkan MR. P secara pribadi. Baru saja di buka, Ayumi masuk dan mengunci pintu kamarnya. Rendra acuh saja dengan kedatangan Ayumi.
Ayumi duduk di sebelah Rendra. Ayumi meraih ponsel Rendra secara paksa dan menaruh kembali di atas nakas.
Rendra masih pasang wajah cemberut. Rendra bangkit dan berdiri tegak, Ayumi dengan gesit nya meraih tangan Rendra dan menariknya hingga Rendra terjengkang dan terhempas tubuhnya di atas tempat tidur, kini Rendra tidur terlentang.
"Mas, aku akan menjalankan kewajibanku sebagai istri, " tutur Ayumi dengan lembut.
"Apakah kau masih marah? " tanya Ayumi.
Rendra yang tidak bisa marah lama-lama langsung memutar balik sehingga kini Ayumi yang berada dalam kungkurungannya.
"Telat! Aku sudah mandi, " kata Rendra.
"Aku pun sudah mandi loh, " seru Ayumi yang langsung melingkarkan kedua tangannya di tengkuk Rendra.
Rendra tersenyum simpul, "Maaf sayang. Aku tidak mengerti posisi kamu yang sudah punya Yumiko, " ucap nya lembut.
"Maaf juga sayang, karena aku tidak mengerti kamu yang menginginkannya dari kemarin sore."
__ADS_1
"Apakah sudah siap? Mari kita mulai sayang, " kata Rendra dengan penuh semangat.
"Sangat siap, " seru Ayumi.
Dan~
Terjadilah.
Semoga hasil percintaan Ayumi dan Rendra segara tumbuh benih-benih cinta. Sebab, Ayumi tidak suntik KB atau minum Pil KB. Ayumi sudah siap jika dirinya hamil lagi. Ayumi juga ingin memberikan anak untuk Rendra. Meskipun ada Yumiko, tapi secara biologis Yumiko bukanlah anak kandung Rendra tapi Richi.
Ayumi lagi masa subur, kata orang kalau wanita yang baru melahirkan itu lagi masa subur, sekali dua kali saja melakukannya bisa tokcer.
"Maaf sayang, aku tidak kuat lama-lama. " Rendra nafasnya masih terengah. Rendra merasa kelelahan. Kedua lututnya terasa tidak ada tulangnya.
"Tidak apa-apa sayang. Aku cukup puas kok Mas, " tutur Ayumi yang langsung memeluk tubuh Rendra dengan sangat erat dan tentunya terasa sangat hangat.
"Sayang, apakah kau masih menginginkannya? " tanya Rendra.
Ayumi mengangguk. Tapi Ayumi mengerti kalau suaminya belum bisa lama.
__ADS_1
"Sebentar." Rendra beranjak bangun dan membuka laci. Ada obat kuat di sana. Rendra meminumnya. Obat itu bisa membuat Rendra tidak sadar melakukannya. Bahkan bisa dengan tempo yang cukup lama.
"Mas, kenapa meminumnya? Aku lebih suka dengan sentuhanmu yang natural, " kata Ayumi.
"Sudah terlanjur sayang. Aku tidak mau KAO lagi dan membuat kamu merasa tidak puas, " ucap Rendra.
"T-tapi Mas? "
Belum saja selesai berbicara, Rendra langsung mencumbu bibir ranum Ayumi.
Hemmm, sudah jam 1 siang. Untung saja Yumiko anteng dan mau meminum sufor. Ayumi dan Rendra masih belum keluar kamar.
"Pengantin baru masih belum keluar kamar ya Bu? " tanya Shima kepada Ibu Ningsih.
"Belum besan. Biarkan saja. Semoga Ayumi bisa hamil lagi dan bisa memberikan keturunan untuk keluarga ini, " harap Ibu Ningsih.
"Amin! Tapi menurutku Ayumi jangan hamil dulu bu, kasian! Takut kerepotan. Kan sudah ada Yumiko, meskipun dia bukan cucu biologis ku. Tapi aku sangat menyayanginya Bu, " seru Mommy Shima.
"Alhamdulilah, Ayumi dan Yumiko sangat beruntung masuk kedalam keluarga ini, " seru Ibu Ningsih.
__ADS_1
Hemmm, dan sekarang Ayumi yang di buat KAO oleh Rendra 😄