
"Yum apakah kamu dandan secantik ini untuk aku?" tanya Dika seraya meraih kedua tangan Ayumi.
"Kenapa emangnya? Aku jelek ya?" tanya Ayumi yang seketika langsung manyun.
"Sangat cantik Yum! Aku sampai pangling," goda Dika.
"Baru kali ini ada lelaki yang memuji kecantikanku. Suamiku hanya memuji keindahan milikku saja," batin Ayumi.
Dika dan Ayumi kini duduk saling berdampingan di atas rerumputan. Dika rasanya enggan untuk mengalihkan pandangannya. Dika terus memandang faras cantiknya Ayumi.
Sabrina sudah tiba di depan pintu rumah Richi. Sabrina menekan belnya hingga belnya berbunyi. Setelah menekan belnya, Sabrina berdiri membelakangi pintu rumah. Richi membuka pintu rumahnya.
"Siapa?" tanya Richi pada sosok wanita yang berdiri membelakanginya. Richi terus memperhatikan wanita seksi yang membelakanginya dari ujung kaki sampai ujung rambut. Namun, Richi tidak tergoda sama sekali. Beda saat pertamakali Richi bertemu dengan Ayumi.
"Tuan!" Sabrina memutar tubuhnya. Kini Sabrina dan Richi sudah saling berhadapan. Richi memalingkan pandangannya saat dirinya sekilas melihat belahan gunung kembar Sabrina.
"Ini pesanannya." Sabrina menyerahkan makanan yang ia bawa kepada Richi.
Richi meraihnya tanpa melirik ke arah Sabrina.
"Eh Tuan buku tagihannya terjatuh." Sabrina menjongkok mengambil kertas tersebut. Dan semakin terlihat gunung kembar Sabrina. Secepat kilat Richi langsung mengalihkan pandangannya ke atas.
"Apa-apaan ini?" kesal Richi dalam batinnya.
"Ini Tuan tagihannya," ujar Sabrina dengan suara yang di buat selembut-lembutnya.
Richi meraihnya. Tiba-tiba__
"Eh... " Sabrina berpura-pura kakinya mau terkilir. Saat tubuh Sabrina goyang-goyang untuk menjaga keseimbangan, refleks saja Richi menarik tangan kanan Sabrina hingga kini Sabrina jatuh dalam dekapan Richi.
"Terimakasih Tuan," ucap Sabrina seraya mengkecup bibir Richi.
"Eh-" Richi mendorong tubuh Sabrina sehingga membuat Sabrina tersungkur di lantai.
Bruk!
__ADS_1
"Aw-" pekik Sabrina.
"Dasar jallang. Berani-beraninya kau mencium aset termanisku," sentak Richi dengan tatapan yang sangat menyeramkan.
"Tuan apakah kau tidak tertarik padaku. Aku tak kalah cantik dari Ayumi. Penampilan Ayumi sedikit lusuh sedangkan aku terlihat modis dan sangat seksi," ucap Sabrina dengan percaya diri. Sabrina masih duduk di lantai dirinya tidak kuat untuk berdiri.
"Cih!" Richi berdecih kesamping. "Dari mana dia tahu soal Ayumi," batin Richi.
"Yang jelas Ayumi itu wanita baik-baik. Bukan wanita penggoda seperti kamu," sentak Richi.
"Ini uangnya." Richi melempar uang sekitar 1 juta tepat di hadapan Sabrina. Uang itu lebih dari harga makanan yang sudah Richi pesan.
Richi masuk kedalam rumah. Richi membanting pintunya secara kasar.
Bruk!
Sabrina terkejut.
"Si Ayumi pake pelet apaan sih?" gerutu Sabrina kesal karena Richi tidak tertarik padanya.
Ayumi dan Dika kini lanjut makan siang romantis di sebuah Restoran cepat saji. Dika selalu memperlakukan Ayumi dengan sangat manis dan romantis sehingga membuat Ayumi merasa senang dan hatinya berbunga-bunga. Ini pertamakalinya bagi Ayumi.
"Terimakasih Kak Dika sudah memperlakukan aku dengan sangat manis," tutur Ayumi dengan manis.
Dika meraih kedua tangan Ayumi lalu memegangnya dengan erat, "Apa kamu suka?" tanya Dika dengan tatapan penuh cinta.
"Sangat suka," seru Ayumi dengan mengembangkan senyum.
"Ayumi, I Love You!"
Ayumi tersedak kaget dan langsung cegukan saat mendengar kata I Love you dari bibir Dika. Ayumi melepaskan pegangan tangan Dika. Ayumi meneguk segelas air putih karena dirinya terus cegukan.
"Kamu tidak apa-apa Yum?" tanya Dika panik kala dirinya melihat Ayumi yang terus cegukan.
"Tidak apa-apa kok Kak," jawab Ayumi yang cegukannya sudah selesai.
__ADS_1
"Gimana Yum?" tanya Dika.
"Apanya Kak?" tanya Ayumi yang pura-pura tidak mengerti dengan maksud pertanyaan dari Dika.
"Lupakan saja!" Dika merasa kecewa karena Ayumi berpura-pura tidak mengerti dengan maksud pertanyaannya.
"Maafkan aku kak Dika. Bukan maksudku untuk membuat Kak Dika kecewa. Tapi aku ini adalah istri tuan muda. Aku takut nantinya dikasarin lagi. Aku akan menunggu izin dulu darinya," batin Ayumi lirih.
Richi menghubungi Ayumi. Namun, telepon darinya tidak di angkat oleh Ayumi. Ayumi sengaja mematikan nada dering ponselnya. Ayumi tidak mau di ganggu oleh suaminya. Ayumi ingin sejenak merasakan suasana romantis kencan berdua dengan lawan jenisnya.
Ah~
Richi membanting ponselnya ke atas sofa. Richi mulai geram dengan sikap Ayumi yang sudah berani membangkang. Richi melacak di mana posisi Ayumi lewat GPS ponselnya. Richi terbelalak saat melihat posisi Ayumi saat ini.
"Ini kan Restoran tempat yang begitu romantis. Ayumi sedang ngapain di sana. Apa jangan-jangan Ayumi sedang kencan." Tanpa berpikir lama Richi mengambil jaket dan kunci mobilnya. Richi tidak jadi makan. Richi memutuskan untuk ke tempat di mana kini Ayumi berada.
Saat Richi pergi dari rumah tidak lama Rosa datang. Rosa kembali kesal saat dirinya tidak mendapati Richi di rumah.
"Richi pasti lagi dengan istri simpanannya," geram Rosa.
Rosa langsung melempar tasnya secara kasar ke atas ranjang. Tadinya Rosa ingin memanjakan Richi.
"Ayumi, aku pastikan kamu akan menyesal karena sudah menolak tawaranku," dercak kesal Rosa. Rosa mencengkrama dres bagian bawahnya. Rosa geram hari ini.
Hemmm!
Richi sudah tiba di Restoran di mana ada Ayumi di dalamnya. Saat ini, Ayumi dan Dika sudah selesai makan.
"Yum ada sisa makanan di dekap bibir kamu. Maaf!" Dika mengelap sisa makanan di celah-celah bibir Ayumi menggunakan jari telunjuknya. Sektika Dika menyentuh bibir Ayumi. Dika sangat tergoda dengan bibir ranum Ayumi yang terlihat sangat manis. Berkali-kali Dika terus menelan salivanya secara kasar saat Dika memandang bibir Ayumi.
"Yum!" Dika mengangkat sedikit dagu Ayumi. Suasana semakin romantis ketika ada iringan musik Biola dari kode petikan jari dari Dika.
"Aku mencintaimu," ucap Dika yang masih mengangkat dagu Ayumi.
Richi melihatnya sangat terbakar api cemburu. Apalagi saat melihat Ayumi yang diam saja di perlakukan manis oleh Dika.
__ADS_1
Melihat Ayumi dengan ekpresi yang menohok membuat ardenalin Dika merasa tertangtang rasanya dirinya ingin mengkecup bibir Ayumi. Ketika Dika memberanikan diri menyodorkan bibirnya ke bibir Ayumi membuat Ayumi membuka kedua matanya lebar-lebar. Ayumi sangat terkejut kala dirinya mendapat serangan dari Dika.