
🌹Di sebuah Vila milik keluarga Andika🌹
Malam ini cuaca sangat dingin. Ayumi dan Dika sudah berada di dalam Vila. Keduanya berdiri di depan teras kamar di lantai atas. Dika rasanya sudah tidak sabar ingin segera bercinta dengan Ayumi. Sedari tadi miliknya terus saja meneggang. Hingga Dika tak sanggup menahannya lagi.
"Sayang." Dika melingkarkan kedua tangannya di perut Ayumi. Mulut Dika mulai menempel di leher jenjang Ayumi dan mulai menyapunya dengan lembut namun terus menuntut.
Sssshhhtt... Ayumi mulai mengeluarkan suara yang membuat Dika semakin panas.
Tubuh Ayumi seketika langsung merinding kala dirinya mendapat sentuhan dadakan dari Dika.
"Aw!" pekik Ayumi kala Dika berubah menjadi sesosok drakula yang sangat ganas. Hingga meninggalkan tanda cinta di sana.
"Sakit Kak, jangan terlalu kasar!" Ayumi menyentuh bekas gigitan nyamuk di lehernya.
"Maaf sayang. Saking bersemangatnya," bisik Dika.
Dika memutar tubuh Ayumi menghadapnya. Ayumi semakin ketakutan karena Dika lebih kasar di bandingkan Richi. Tubuh Ayumi semakin panas dingin saja.
"Jangan kasar," pinta Ayumi dengan getir.
"Tidak akan sayang kamu tenang saja. Aku akan lembut sayang, percayalah. Malam ini akan menjadi malam milik kita berdua." Dika mengangkat dagunya Ayumi. Kala Dika mau menciumm bibirr ranum Ayumi. Tiba-tiba ada yang memukulnya dari arah belakang menggunakan kayu.
Aw~
Tubuh Dika mulai sempoyongan. Richi langsung meraih tubuh Ayumi. Kini Ayumi dalam pangkuan Richi.
"Aku tidak rela jika kamu di sentuh oleh laki-laki banjingaan itu," ucap Richi seraya menunujuk sangar ke arah Dika yang lagi sempoyongan. Ayumi terus saja menohok dalam pangkuan Richi.
"Kenapa bisa ada Richi?"
Hemmm...
Ayumi kini sudah berada satu mobil dengan Richi. Suasana di dalam mobil sangat hening tidak ada kata sepatah dua patah dari Ayumi ataupun Richi. Hanya derungan lalu lintas yang terdengar. Tubuh Ayumi masih gemeteran.
"Ekhemmm... " Richi berdehem. Richi bingung mau mulai pembicaraan dari mana. Apalagi saat melihat Ayumi yang hanya diam. Pandangan Ayumi fokus ke kaca mobil.
"Kamu baik-baik saja Yum?" tanya Richi yang mulai buka suara.
Ayumi cuman balas dengan anggukan kepala. Ayumi merasa dirinya sudah menjadi wanita murahaan yang mau saja di bayar sama Dika agar Dika membiyayi pengobatan ibunya di rumah sakit yang sedang koma.
Bift
Richi menghentikan mobilnya secara mendadak. Sehingga membuat Ayumi terkejut.
Richi meraih tangan Ayumi lalu menggenggamnya dengan erat, "Jika kamu butuh uang. Kamu tinggal bilang sama saya. Kamu tidak perlu menukar tubuh kamu dengan uang."
"Hidup aku sudah hancur," lirih Ayumi.
"Hei... " Richi meraih wajah Ayumi jadi menghadapnya. "Kenapa bilang begitu? Ini semua salah saya. Maafkan aku," lirih Richi.
__ADS_1
"Tuan tidak salah! Tuan aku rela kini tubuhku Tuan sentuh sampai puas. Asal Tuan membiyayai pengobatan ibu," lirih Ayumi.
"Hei... " Richi mendekap tubuh Ayumi.
"Saya tidak akan memanfaatkan situasi seperti dulu menawarkan kamu untuk menjadi istri simpanan. Ayumi aku mencintai kamu. Aku tulus akan membantu kamu tanpa balas jasa."
"Tuan kenapa kamu begitu baik padaku?" tanya Ayumi dengan lirih.
"Karena aku mencintai kamu. Tapi sayang kamu anggap semua lolucon. Tapi ya sudahlah jangan di bahas. Kamu lebih mencintai Dika di bandingkan si tuan muda mantan suami simpanan kamu," ucap Richi dengan tersenyum tipis. Richi terus membuang nafas berat.
Ayumi kini terlepas dari dekapan Richi. Ayumi menatap lekat wajah Richi. "Jadikan aku istri simpanan lagi untuk menebus biyaya pengobatan Ibu."
"Kamu yakin?" tanya Richi.
"Sangat yakin."
Richi tembali mendekap tubuh Ayumi. Richi di kejutkan dengan tanda merah yang ada di leher Ayumi.
"Aku sudah terlambat! Ternyata dia sudah menyentuhmu," kesal Richi yang langsung mengepal tangannya.
Ayumi melepas dekapan dari Richi. Ayumi menyentuh wajah Richi, "Tuan dia cuman menyentuh ini saja kok," kata Ayumi dengan senyum mengembang.
"Tau-ah," ketus Richi.
Ayumi tersenyum, "Aku emang bodoh sudah meninggalkan berlian demi sebuah perak. Ingin rasanaya aku menikah secara resmi di sebuah gedung mewah memakai gaun pengantin yang cantik," harap Ayumi.
Richi mencubit pipinya Ayumi, "Sabar! Aku masih ada urusan dengan Rosa. Kalau kamu mau sabar. Tapi kalau enggak tidak masalah. Kamu nikah aja sama Dika," kata Richi.
Muach
Ayumi mengkecup bibir Richi.
Richi kaget.
"Nikahain aku segera Tuan. Jadi istri simpanan tuan muda sebagai pengganti biyaya rumah sakit ibu," bisik Ayumi.
Richi malah ketawa renyah. Richi merasa lucu.
"Kapan?" tanya Richi.
"Sekarang," jawab Ayumi.
"Tidak bisa!"
"Loh kenapa?" tanya Ayumi dengan mengkerucutkan bibirnya.
"Kamu masih pacarnya Dika. Aku tidak mau jadi pembinor."
"Hahaaa... " Ayumi malah ketawa lepas.
__ADS_1
"Emang benarkan? Sampai bilang sayang," kata Richi.
"Iya sudah Ayumi akan putusin Dika. Ayumi tidak akan labil dan bodoh lagi."
"Setelah menikah, aku akan bawa kamu dan ibu kamu tinggal di rumahku. Anggap saja si Rosa itu hanya bayang-bayang semu. Dan kamu tidak perlu minum Pil Kb. Aku ingin anak dari istri simpananku yang jelek, tidak cantik, tapi menggoda dan menarik," kata Richi seraya mengangkat dagunya Ayumi.
"OMG!" Ayumi tepuk jidat.
"Sayang aku lupa loh kalau aku tidak pernah minum pil KB," kata Ayumi seraya memijat keningnya.
"Duh... "
"Ayumi panggil aku sayang?"
Hemmm...
Rosa kini merasa menang di atas angin karena sudah membuat Ayumi dan Ibu Ningsih malu. Di tambah saat mendengar kata Ayumi kalau Richi sudah membebasakan Ayumi dengan kata TALAK.
"Itu artinya sekarang Richi adalah miliku."
Di sebuah Vila, Dika masih kesal karena gagal bercinta dengan Ayumi. Baru menyentuh lehernya saja Dika jadi penasaran dan semakin ingin menikmati milik Ayumi yang lainnya. Dika akan terus berusaha untuk mendapatkan apa yang harus ia dapatkan. Yaitu menghujani Ayumi.
"Ayumi kamu tidak akan lolos," desisnya.
"Aaahhhh... " Dika memukul-mukul tembok.
"Saat ini, aku sangat membutuhkan Sabrina." Dika pun segera menghubungi Sabrina. Tapi sayang, kini Sabrina sedang kencan dengan Om-om. Dika kini membanting ponselnya karena Sabrina tidak mengangkat telepon darinya. Dika semakin geram malam ini.
....
Richi dan Ayumi kini sudah tiba di rumah sakit. Richi tidak bisa menemani Ayumi.
"Aku pulang dulu," ucap Richi seraya mengacak-ngacak puncak rambutnya Ayumi.
"Hati-hati Mas," kata Ayumi seraya mencium punggung tangan Richi.
"Eits, kok cium tangan. Kita kan belum resmi menikah," kata Richi seraya menarik hidung Ayumi.
"Aw sakit," rengek Ayumi dengan manja. Malam ini Richi sangat bahagia akhirnya Richi kembali merasakan jatuh cinta lagi. Richi dan Ayumi sudah jadian tadi saat di dalam mobil. Ayumi menghubungi Dika kalau Ayumi ingin mengakhiri hubungannya dengan Dika.
Ayumi menyentuh bibir Richi dengan satu telunjuknya. "Kalau kita sudah menikah. Tiap hari aku akan sun ini. Apalagi kalau aku dan ibu bakalan satu atap dengan kamu. Bersiaplah, yang ini tiap hari akan aku, mmmmmm... "
"Mulai nakal!" Richi mencolek pipi Ayumi.
Ayumi balas nyengir kuda.
Pada akhirnya Richi pun pamit. Ayumi terus memperhatikan punggungnya Richi. Ketika sosok Richi menghilang dari pandangnnya tiba-tiba saja ada yang menyumpal mulut Ayumi dari arah belakang.
Mmmmm....
__ADS_1
Karena Ayumi terus saja memberontak. Pada akhirnga punggung Ayumi di pukul sekeras-kerasnya sehingga Ayumi jatuh pingsan. Kini Ayumi di bawa kesebuah gudang rumah sakit.