
Ternyata laki-laki pengusaha yang tadi bertubrukan dengan Ayumi adalah sodaranya Rosa yaitu Rendra Kaifan Putra. Rendra adalah putra pertama dari pemilik kampus tempat Ayumi kuliah. Rendra terburu-buru karena Tuan Fendri Daddy nya Rendra mengalami serangan jantung.
Ayumi hari ini merasa tidak semangat untuk kuliah, Ayumi sangat berharap kalau Richi menghubunginya. Namun, sampai saat ini Richi belum ada kabarnya. Ayumi terus menghidupkan layar ponselnya dan berharap ada notif dari Richi.
Sementara Richi baru bangun dari tidurnya. Richi benar-benar tidak sadar bisa tergoda dengan bujuk rayunya Vini. Keduanya masih polos tanpa sehelai benangpun yang menempel hanya di tutupi oleh selimut tebal.
"Aaaaa... " Richi mengacak-ngacak rambutnya dengan sangat kasar. Richi sangat marah pada dirinya sendiri.
"Ayumi?" Richi teringat Ayumi kembali. Richi pun bangkit dan mengumuti pakaiannya. Richi memakainya tanpa mandi terlebih dahulu. Richi bergegas menuju kamar Ibu Ningsih.
"Ayumi, Ibu," panggil Richi. Namun, tidak ada satupun yang menyahut. Richi pun membuka lemari dan ternyata pakaian ibu Ningsih tidak ada. Richi mulai panik. Richi dengan langkah gontai berlari menuju ke kamarnya. Richi membuka lemari yang terletak di dalam kamarnya. Vini masih tidur nyenyak.
Richi kembali terkejut karena pakaian Ayumi sudsh tidak ada. "Ayumi dan Ibu sudah pergi? Kapan?" Tanpa berfikir panjang. Richi meraih kunci mobilnya, Richi akan ke kampus Ayumi. Richi sangat yakin kalau Ayumi sedang di kampus.
"Gini banget sih rasanya jadi istri simpanan," keluh kesah Ayumi kepada Sabrina seraya bersenderan di bahu Sabrina. Saat ini, Ayumi lagi membutuhkan bahu untuk bersandar.
__ADS_1
"Emang gak enak ya Yum rasanya menjadi Istri Simpanan, aku kira enak. Tadinya aku mau mencari seorang pengusaha gitu loh," seloroh Sabrina.
"Kau ini ada-ada saja. Masa iya mau menjadi istri simpanan. Sabrina, menjadi istri simpanan itu tidak enak rasanya. Aku waktu itu cuman terpaksa," jelas Ayumi.
"Oh! Ya sudah deh gak jadi," ucap Sabrina. Namun, di dalam pikirannya Sabrina tetap penasaran dan ingin menjadi istri simpanan.
Tak lama kemudian Richi sampai di kampus Ayumi. Richi kebut-kebutan agar dirinya secepatnya samoai di kampus Ayumi.
Dan Vini masih berada di dalam kamar Richi. Vini sedih karena dirinya tidak menukan sosok Richi di dalam kamar. Tante Tiara menghampiri Vini dan duduk di tepi ranjang.
"Tante, apakah aku serendah ini. Aku sampai menyerahkan seluruhnya kepada Richi," lirih Vini kembali yang masih memeluk Taira.
"Tidak ada ya salah kok sayang. Justru ini bagus," seru Tiara.
Di Rumah Sakit!
__ADS_1
"Rendra segeralah menikah. Sebelum Daddy meninggal. Daddy ingin melihat kau menikah," pinta Fendri kepada Rendra lirih.
"T-tapi Dadd?" Rendra mencoba untuk menolak permintaan Daddy nya. Rendra belum siap menikah. Selain itu, Rendra belum punya kekasih.
"Rendra, kau tidak mau menuruti permintaan terakhir dari Daddy hah?" timpah sang Momy.
"Mom! Bagaimana Rendra mau menikah kalau Rendra tidak punya-?" Rendra merasa malu untuk mengakui kalau dirinya tidak punya kekasih.
"Daddy tunggu besok. Daddy ingin kau membawa kekasih kau Rendra. Kau harus memperkenalkan kekasihmu kepada Daddy," pinta sang Daddy dengan penuh penekanan. Rendra tidak punya pilihan lain lagi selain meng-iyakan.
"Baiklah!" jawab Rendra pasrah.
Hemmm...
Richi masih mencari-cari keberadaan Ayumi. Dan Ayumi masih bersama Sabrina.
__ADS_1