
"Nak Rendra, menurut Agama kita itu sebenarnya tidak boleh menikahi wanita hamil. Tapi warga +62 maraknya pernikahan di luar nikah ya mungkin sah-sah saja. Tapi jika tidak ingin terhindar dari namanya zina. Nak Rendra dan Ayumi tidak boleh berhubungan dulu sampai Ayumi lahiran," sahut Ibu Ningsih menjelaskan menurut info dari mbah google 😁😁✌🏽.
"Gimana Yum?" tanya Rendra kepada Ayumi.
"Entahlah... Ayumi cuman takut Mas Richi mengusikku," ucap Ayumi sendu. "Aku tidak mau Mas Richi mengetahuinya. Aku takut, dia dan keluarganya merebut ankaku."
"Ya sudah Ayumi, aku akan menikahimu," sahut Rendra.
"Jangan Bang Ren. Nanti saja, tunggu aku lahiran. Mas Rendra baik dan tulus. Sudah waktunya aku membalas ketulusan cinta Mas Rendra. Tapi nanti, setelah anak aku lahir. Apakah Mas Rendra akan sabar? Aku tidak mau pernikahan kita di anggap tidak SAH di mata Allah. Meskipun aku bukan wanita yang hamil di luar nikah," kata Ayumi.
Ibu Ningsih memutuskan untuk kembali masuk kedalam, membiarkan Ayumi dan Rendra ngobrol berdua.
"Ayumi!" Rendra meraih kedua tangan Ayumi. "Aku akan selalu sabar. Jika suatu saat nanti kau berubah pikiran, aku akan menerimanya dengan ikhlas. Karena cinta itu tidak bisa di paksakan."
Kedua tangan Ayumi kini menyentuh wajha Rendra, "Kamu sangat baik Mas Rendra. Beruntungnya aku bisa di cintai oleh kamu. Mas Ren, aku akan balas cinta kamu, bukan hanya untuk sekedar pelampiasan atau memanfaatkan. Tapi, aku akan belajar mencintai kamu."
Rendra melebarkan senyum, Rendra mengkecup keningnya Ayumi. "Apakah aku ini sedang bermimpi?" tanya Rendra dengan tampang berbinar-binar.
__ADS_1
Ayumi tersenyum, Ayumi mengkecup binir ranum Rendra. "Apakah masih berasa mimpi?" goda Ayumi.
Rendra tersenyum sembari menyentuh bibirnya, "Sepertinya masih mimpi deh Yum? Kok cuman nempel saja. Hahaa... "
"Mau lebih dalam emangnya? Hemmm, katanya gak kuat." Ayumi meledek Rendra.
Rendra memeluk tubuh Ayumi, "Masih ada waktu buat aku belajar agar bisa lebih kuat dari istriku ini," tutur Rendra.
"Belajar dengan siapa?" tanya Ayumi yang langsung melepaskan pelukan dari Rendra.
"Jangan dora. Hahaa, " kata Rendra seraya mencubit pipinya Ayumi.
"Aku tidak akan berubah pikiran," tutur Ayumi serara menyentuh wajahnya Rendra.
-
-
__ADS_1
Richi sudah tiba di rumahnya. Di sana tampak Hellena yang sedang drama queen di depan Tiara dan Reza. Hellena tengah menangis di dalam dekapan Tiara.
"Dari mana kamu Richi?" tanya Papa Reza. "Tega-teganya kau membuat Hellena menangis."
"Lebay! Richi habis menemui Ayumi. Sekarang Ayumi lagi hamil. Richi sangat yakin kalau Ayumi hamil anakku. Meskipun Ayumi mengakui anak itu anak Rendra. Tapi Naluri ku sebagai ayah salalu mengatakan kalau itu anakku," kata Richi.
"Apa?" Tiara dan Reza terbelalak. Kedyanya kini sama-sama berdiri tegak.
"A-Ayumi hamil?" tanya Tiara dengan getir.
"Iya! Kalau diantara kalian ada yang mengusik Ayumi jangan harap Richi tinggal di sini lagi. Biar ini jadi urusanku. Kalian tidak usah ikut campur. Untuk kau Hellena, maaf! Aku tidak akan menikahimu," ucap Richi dengan penuh penegasan.
Richi kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya.
"Pah, Ayumi hamil?" seru Tiara dalam dekapan Reza.
"Mudah-mudah Ayumi hamil cucu kita," harap Reza seraya menepuk-nepuk bahunya Tiara.
__ADS_1
"Tante!Om! Lalu bagaimana denganku?" pekik Hellena.